
"Selamat pagi" Raf yang baru tiba di kediaman Surya menyapa seluruh anggota keluarga kecil itu.
"Selamat pagi Raf" jawab Surya dan Tata serentak, sementara Bas yang sedang mengunyah makanan melambaikan tangannya.
"Apa kau sudah sarapan Raf?" Tata bertanya kepada menantunya.
"Belum ma, aku sengaja ingin sarapan di sini, bolehkan?" jawab pria muda itu.
"Tentu saja, ayo duduklah, biar mama siapkan dulu" Tata kemudian menunjuk kursi yang ada di depannya.
"Tidak usah ma, terima kasih, nanti aku tunggu Menta dulu. Oya, Menta dimana?" Raf yang tidak melihat keberadaan sang istri bertanya.
"Dia masih di kamarnya, tadi habis masak sarapan buat kami lalu dia mandi" jawab Tata.
"Ohhhh" Raf hanya ber oh ria.
"Oya, aku dengar kau dan semua saudara laki-lakimu yang bertanggung jawab atas proyek terbaru kita ya? bagaimana progressnya Raf?" Surya yang sudah cukup lama tidak mengurusi bisnis karena di sekap di gudang bawah tanah bertanya kepada sang menantu.
__ADS_1
"Iya pa, aku, kak Dimas, kak Gamal, kak Gide dan Rich yang mengerjakan semuanya. Sejauh ini semuanya cukup aman karena tendernya dimenangkan oleh perusahaan yang sangat profesional dibidangnya.
"Good job, kalau kau butuh bantuan, kau bisa beritahu aku ya" Surya menawarkan bantuannya.
"Iya pa, terima kasih" angguknya.
"Kak Raf sudah datang?" Menta yang turun dari kamarnya dengan menggunakan dress rumahan yang feminim dan agak terbuka membuat Raf terpukau. Selama mereka menikah dan tinggal di dalam satu kamar, Menta memang selalu memakai baju yang lebih tertutup untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Biasanya ia akan memakai kaos longgar dengan celana gombrong.
"Iya" angguk Raf masih dengan mata yang terus menatap Menta. Entah mengapa bagi Raf semakin hari sang istri menjadi terlihat semakin cantik dan membuat hatinya bergetar hebat saat ia menatap wajah imut itu.
"Aku menunggumu" jawab Raf sambil menarik kursi yang ada di sebelahnya untuk diduduki sang istri.
"Ya sudah, aku ambilkan ya" Menta kemudian melayani Raf layaknya seorang istri melayani suaminya.
"He em" Raf tersenyum bahagia melihat sang istri yang mau melayaninya.
"Kau tidak ke sekolah hari ini?" pria itu bertanya saat sang istri sedang menyendokkan nasi goreng buatannya ke atas piring.
__ADS_1
"Tidak, aku hari ini tidak ada kegiatan apa-apa, jadi lebih baik di rumah saja sama mama dan papa" rasa rindu yang teramat sangat membuat Menta masih betah berlama-lama di rumahnya.
"Ohhhh" sesungguhnya Raf agak kecewa, karena dengan Menta di rumah dan tidak berangkat sekolah bersamanya, artinya dia tidak memiliki waktu berdua saja dengan sang istri.
"Oya, nanti malam kau masih mau menginap di sini lagi?" Raf masih berusahan mencari celah agar bisa berdekatan kembali dengan Menta.
"Iya kak, aku masih kangen sama mama dan papa" angguk gadis itu sambil mengunyah makanannya.
"Sampai kapan?" Raf ingin memastikan waktunya karena ia tidak ingin jauh-jauh dari sang istri.
"Tidak tau, mungkin seterusnya hehehe" Menta menjawab sekenanya. Ia pun sesungguhnya masih bingung dengan langkah hidupnya kedepan. Setelah kedua orang tuanya kembali, artinya tidak ada lagi yang perlu ia pertahankan di dalam hubungan rumah tangganya dengan Raf. Selain itu sesungguhnya Raf pun saat ini sudah bisa menikahi Paula karena hak warisnya sudah resmi berpindah atas namanya setelah pernikahan mereka berlangsung waktu itu, sesuai dengan janji Mike yang akan memberikan warisannya jika Raf mau menikah dengan Menta. Namun disisi lain ia juga sangat tidak rela jika harus berpisah dari pria yang sudah mengisi hatinya secara penuh itu.
"Berarti malam ini tidak akan ada yang mengigau sambil menangis lagi dong disampingku?" Raf menggodanya.
"Isshhh, aku sudah tidak menangis lagi lahhh, kan mama dan papa sudah kembali" Menta yang digoda mengerucutkan bibirnya, membuat Raf tergelak.
Sementara Raf dan Menta sedang mengobrol, Tata dan Surya secara diam-diam mengamati interaksi keduanya. Mereka merasa sesungguhnya kedua anak ini sama-sama memiliki rasa ketertarikan yang cukup kuat, namun masih ada beberapa hal yang sama-sama belum selesai dan mengganjal, yang pada akhirnya membuat mereka seperti memiliki jarak antara satu sama lain.
__ADS_1