Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin

Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin
Kumpul Keluarga


__ADS_3

Setelah kepindahan mereka ke ibukota, maka keluarga besar Anderson dan Putra Angkasa, serta seluruh kerabat dekat pun bersepakat untuk menginap dan mengadakan acara kumpul keluarga di rumah pasangan suami istri itu, sekaligus sebagai acara syukuran pindah ke rumah baru.


"Bagaimana kalau kita karaoke-an biar seru?" Gaby memberi usul.


"Ide yang bagus, sambil barbeque-an kita nyanyi bersama pasti seru sekali!" Rach semangat.


"Benar, apa lagi kakak ipar suaranya sangat merdu, pasti semakin seru deh!" angguk Sera sambil menatap Menta dengan senyum sejuta watt.


"Iya, Menta kan memang sangat jago bernyanyi" Runi pun setuju.


"Wahhhh senangnya bisa bernyanyi bersama keluarga besar" Menta yang seorang pecinta keluarga sangat bahagia karena bisa berkumpul bersama keluarga besarnya.


"Oke, kalau begitu biar aku ambilkan sound systemnya dulu ya" Raf pun kemudian bergegas mengambil perlengkapan karaoke dari ruang keluarga menuju halaman belakang rumahnya.


"Sini aku bantu" Gamal langsung menyambungkan kabelnya ke stop kontak.


"Dimana mic nya?" Gide bertanya kepada Raf.


"Ini sama aku mic-nya" jawab Dimas sambil membawa dua box microphone.


"Ini kabelnya ada yang belum dipasang" Rich pun ikut membantu.


"Grandma mau dong ikutan, sudah lama sekali rasanya Grandma tidak pernah karaoke-an" Grandma Merlyn bersemangat seperti layaknya anak muda.


"Iya benar grandma juga, entah kapan terakhir aku berkaraoke ria" kata Grandma Ruth.


"Ya sudah sebagai pembukaan bagaimana kalau Duo Grandma duet maut?" Ayu memberi dukungan kepada kedua ibu mertuanya.


"Duo grandma mau nyanyi apa?" tanya Ananda untuk membantu mencarikan liriknya.


"Dancing queen mungkin? bukankah duo grandma sangat suka nyanyi lagu itu?" Maya yang sudah mengabdi kepada keluarga Anderson dan menjadi bagian keluarga itu sejak puluhan tahun silam sangat hafal dengan kesukaan duo grandma.


"Ya benar" grandma Ruth mengangguk.


"Ah Maya, kau memang anakku yang pintar" grandma Merlyn memuji.


You are the dancing queen


Young and sweet


Only seventeen


Dancing queen


Feel the beat from the tambourine, oh yeah


You can dance


You can jive


Having the time of your life


Ooh, see that girl


Watch that scene


Digging the dancing queen


Suasana heboh pun terjadi seketika saat dua wanita sepuh yang masih sangat energik itu bernyanyi dengan gembira.


"Sekarang giliran para besan Anderson ya" grandma Merlyn menyodorkan mic kepada Ajeng dan Doni orangtua dari Dimas yang kini juga sudah tinggal menetap di komplek mereka, tepatnya di rumah milik Gaby dan Dimas.


"Benar, ini untuk kalian" grandma Ruth juga menyerahkan kepada Tata dan Surya.


"Maya dan Georga juga ya" kemudian duo grandma mendorong pasangan itu untuk bernyanyi bersama.


Ketiga pasang suami istri yang tidak lain adalah besan dari keluarga Anderson itu pun bernyanyi dengan penuh penghayatan seolah momen bahagia seperti ini ingin terus dirasakan seumur hidup mereka.


Kemesraan ini


Janganlah cepat berlalu


Kemesraan ini

__ADS_1


Inginku kenang selalu


Hatiku damai


Jiwaku tentram di samping mu


Hatiku damai


Jiwa ku tentram


Bersamamu


Kemesraan ini


Janganlah cepat berlalu


Kemesraan ini


Inginku kenang selalu


Hatiku damai


Jiwaku tentram di samping mu


Hatiku damai


Jiwa ku tentram


Bersamamu


"Nah sekarang giliran aku dan Menta" Raf sudah memilih lagu yang dia anggap mewakili dirinya dan juga sang istri.


"Mau nyanyi apa?" Menta yang tidak punya persiapan lagu kebingungan.


"Ini sayang, kita duet nyanyi ini" Raf menunjukkan liriknya.


"Endless love?" ibu hamil itu membaca judulnya.


"He em" angguk sang suami sambil menyerahkan mic kepada istri tercinta dan mulai memutar musiknya.


The only thing that's right


My first love


You're every breath that I take


You're every step I make


And I, I want to share


All my love with you


No one else will do


And your eyes, your eyes, your eyes


They tell me how much you care


Ooh, yes


You will always be


My endless love


Two hearts


Two hearts that beat as one


Our lives have just begun


Forever (oh)


I'll hold you close in my arms

__ADS_1


I can't resist your charms


And love, oh love


I'll be a fool for you I'm sure


You know I don't mind (oh)


You know I don't mind


'Cause you


You mean the world to me (oh)


I know, I know


I've found, I've found in you


My endless love


Ohh


Boom, boom


Boom, boom, boom boom, boom, boom


Boom, boom, boom boom, boom


Oh, and love oh, love


I'll be that fool for you I'm sure


You know I don't mind


Oh, you know I don't mind


And, yes


You'll be the only one


'Cause no one can deny


This love I have inside


And I'll give it all to you


My love, my love, my love


My endless love


Suara merdu Menta dan Raf yang begitu menghayati setiap liriknya membuat semua terhanyut dalam suasana yang sangat romantis. Mereka terlihat bernyanyi dengan hati dan meresapinya seolah bernyanyi untuk pasangannya.


"Wahhhh bikin baper aja" Sekar terharu.


"Iya, seperti sedang nonton theater kisah cinta abadi" Dini hiperbola.


"Semoga lirik lagunya menjadi doa buat kalian berdua ya" Tata berdoa untuk anak dan menantunya, serta untuk calon cucu yang masih ada di dalam perut.


"Amin, pasti Tuhan mengabulkan" kata Ajeng.


"Sepertinya kita harus sering-sering mengadakan acara seperti ini" Surya yang melihat betapa bahagianya setiap orang berkata.


"Ya, kau benar, sekarang kita semua adalah satu keluarga besar" Mike mendeklarasikan kekerabatan mereka semua.


"Luar biasa, ternyata tidak hanya dalam bisnis saja kita bersahabat, bahkan kita pun sekarang sudah menjadi satu keluarga besar yang tak bisa terpisahkan lagi!" Ron berdecak kagum.


"Kau benar Ron, apalagi sebentar lagi putra mahkotanya akan lahir, pasti akan membawa sebuah anugrah tersendiri bagi keluarga besar ini" George yang sudah lebih dulu berbesan dengan keluarga besar Anderson pun menyetujui perkataan sahabatnya itu.


"Aku pun merasa sangat senang bisa menjadi bagian dari keluarga besar ini" Doni yang awalnya tinggal di luar kota hanya berdua dengan sang istri pun merasa sangat diterima dengan baik.


"Baik Anderson maupun Putra Angkasa, selalu saja mengutamakan kekeluargaan dan persahabatan" kata Hendro.


"Dan yang pasti kesetiaan adalah harga mati!" Adhi menunjukkan loyalitasnya.

__ADS_1


Suasana hangat terpancar sepanjang malam. Selain keluarga dan sahabat yang sudah bertahun-tahun bersama, Menta dan Raf juga tidak lupa mengajak dua pasang sahabat baru mereka yang tidak lain adalah Karina-Burhan serta Rini-Haris dalam acara tersebut. Bagi mereka, kedua suami istri itu kini sudah layaknya keluarga baru yang patut dilibatkan pada setiap acara mereka, seperti halnya Maya-George untuk keluarga Anderson atau Adhi-Sekar dan Hendro-Dini untuk keluarga Putra Angkasa.


__ADS_2