Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin

Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin
Pagi Yang Panas


__ADS_3

"Kak lepaskan, aku mau bangun" Menta mencoba melepaskan diri dari pelukan sang suami.


"Emhhhh sebentar lagi sayanggggg" namun pria itu malah memeluknya makin erat.


"Ini sudah pagi, nanti kita terlambat" Menta masih berusaha.


"Sayanggggg aku kangennnnnnn" masih memeluk erat sambil menenggelamkan wajahnya ke leher sang istri.


"Kakak kan harus balik ke ibukota, ayo kak bangun" tetap mencoba membujuk.


"Aku mau bolos saja ahhhhh" rajuk pria tampan itu.


"Loh kok bolos sih? nanti kalau ayah Mike marah gimana?" Menta terkejut dengan jawaban suaminya.


"Tapi aku kan masih kangen, bolos sehari boleh ya?" Raf merengek layaknya anak kecil yang minta jajan coklat.


"Tapi aku kan tetap harus ke puskesmas kak, percuma juga kan kalau kakak bolos" Menta menjelaskan.


"Tidak apa-apa, aku akan ikut ke puskesmas dan menunggumu sampai selesai praktek" jawabnya sambil meremas ujung benda kenyal milik sang istri.


"Kak kau kenapa jadi manja sekali seperti ini sih?" sang istri tidak habis pikir kalau Raf bisa seperti ini.


"Karena aku sangat merindukanmu" kini bibirnya langsung melahap dengan rakus salah satu ujung benda kenyal itu dan bermain-main disana, sementara bagian yang satunya lagi diremas gemas.


"Ck, dasar manja" namun Menta pun juga menikmati momen tersebut dengan mengelus rambut suaminya lembut seperti seorang ibu yang sedang menyusui anaknya.


Cukup lama Raf bermain-main dengan dua gundukan itu hingga sang istri mengeluarkan suara pekikan lirih yang menggodanya.

__ADS_1


"Sayang boleh tidak sekali lagi?" Raf seperti singa kelaparan yang siap menerkam mangsanya.


"Tapi ini kan sudah siang, sudah mau berangkat kerja loh" Menta mengingatkan lagi.


"Sebentar saja, aku janji tidak lama kok" sambil menindih tubuh sang istri yang masih sama polos dengan dirinya akibat sisa pertempuran semalam.


"Ihhhh dasar" katanya dengan pasrah karena tidak dapat menolak semua kemauan sang suami.


"Ahhhhhh kakkkkkk" dengan sekali hentakan yang keras Raf menerobos masuk. Meskipun belum lancar sepenuhnya, namun kini perjuangan Raf sudah tidak seberat hari-hari sebelumnya.


"Kakkkkk emmmpppphhhh" lenguhan demi lenguhan terdengar dari bibir Menta membuat pria yang menindihnya semakin berkabut.


"Awwwwwwhhhh aaaahhhhhh" pompaan demi pompaan dilakukan Raf untuk dapat menaklukan sang istri tercinta.


"Ayo sayang kita bersama" kini Raf mempercepat ritme gerakan pinggangnya, membuat sang istri kalang kabut.


"Kakkkk sudahhh cukupppp akuuuu ahhhhhhh tidakkkk tahannn ahhhhhhh" getaran hebat terjadi saat ledakan dari dalam tubuh Menta mencuat begitu saja.


"I love you baby" hujan ciuman kembali memenuhi wajah cantik Menta.


"Sudah yuk kak, aku nanti kesiangan" Menta yang sudah menunaikan tugasnya sebagai sang istri pun kini beranjak dari tempat tidur untuk bersiap kerja.


"Mandi bersama ya" meskipun reaksi Menta masih sama datarnya seperti sebelumnya saat Raf menyatakan cintanya, namun pria itu tidak menyerah begitu saja, ia berjanji akan terus berjuang hingga sang istri menerima cintanya dengan tulus serta membalasnya seperti yang diharapkan.


"Kakkk turunkan aku" pekik Menta yang khawatir terjatuh.


"Tidak mau" senyum jahil merekah di wajah Raf. Bukannya melepaskan sang istri, dia malah membawanya masuk ke dalam kamar mandi serta menyalakan shower serta menyabuni sang istri dengan telaten.

__ADS_1


"Ih kak sudah ah aku bisa mandi sendiri kok" Menta malu karena Raf melayaninya seperti seorang pelayan terhadap tuan putri.


"Diamlah, sini mendekat biar aku bersihkan bagian belakangmu" lalu Raf menyabuni bagian belakang tubuh Menta sambil memeluknya.


"Ihhhh kakak bangun lagi ya?" gerakan demi gerakan yang dilakukan Raf saat menyabuni sang istri ternyata menstimulus tubuhnya kembali.


"Kau merasakannya ya?" bukannya fokus menyabuni, Raf malah semakin menempelkan bagian miliknya yang sudah semakin mengembang itu pada tubuh sang istri.


"Kak kauuuu emmmppphhhh" lagi-lagi Raf menyerang sang istri.


"Ahhhh kakkkkk kauuuu ahhhhhh" Menta yang tidak bisa melakukan perlawanan akhirnya hanya bisa menyerah saja.


"Sayangggg kauuuu sangatttttt seksiiiii ahhhhhhhh" Raf benar-benar menikmati setiap pergerakannya. Baginya tubuh sang istri layaknya zat memabukkan yang membuatnya menjadi kecanduan.


"Ayo sayangggg lepaskannnn" Raf memimpin kembali permainan singkat mereka dengan menghujam sang istri secara brutal.


"Kakkkkkk aaaahhhhhhh" Menta bergetar hingga lemas dan hampir saja terjatuh jika Raf tidak menahannya.


"Aaarrrggghhhh" Raf pun sama halnya, ia melepaskan pelurunya dengan getaran yang dahsyat.


Beberapa saat mereka diam sambil berpelukan agar tidak terjatuh karena sama-sama merasa lemas tak berdaya.


"Ayo bilas tubuhmu dan segera berpakaian supaya tidak sakit" Raf pada akhirnya menyelesaikan pekerjaannya memandikan sang istri sambil ia juga membersihkan dirinya sendiri.


Pagi itu menjadi pagi yang panas bagi keduanya karena mereka terus saja mengulangi aktivitas cintanya tanpa rasa lelah dan bosan.


................

__ADS_1


Holaaaaa yuhuuuuuu selamat senin pagi... yukkk yang merasa hot hot pop cepetan kasih dukungan melalui like, komen, share, hadiah, favorit dan vote mumpung hari senin nih biar Rosi semakin semangat nulisnya..


Happy reading ya...


__ADS_2