Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin

Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin
Rini-Haris


__ADS_3

Sama halnya dengan Karina dan Burhan, sore menjelang Malam setelah acara pernikahan dadakan dilangsungkan, Rini dan Haris pun langsung memanfaatkan momen tersebut untuk melangsungkan malam pengantinnya.


"Lohhhh kakak mau ngapain?" Rini terkejut ketika tiba-tiba Haris bersikap agresif dengan melepaskan gaun Rini tanpa aba-aba.


"Masa kau tidak tau sih sayang, kita kan pengantin baru" Haris mengendusi leher jenjang perawat puskesmas itu.


"Ihhhh kakkk geliiii" brewok Haris yang menyapu kulit wanita itu membuatnya bergidik kegelian.


"Tapi kau suka kan?" kerlingan mata sang suami membuat jantung Rini berdegup tidak karuan.


"Ahhhh kakkkkk" Rini terus saja melenguh saat Haris melucuti dalaman yang sudah terpampang saat gaunnya terhempas kelantai.


"Kita mandi dulu yuk" secara perlahan Haris menuntun istrinya ke dalam kamar mandi sambil tetap berpagutan dengan mesra.


"Kakkkkkk" Rini memekik merasakan sapuan tangan suaminya yang penuh dengan busa sabun di bagian punggungnya.


"Kau sangat cantik sayang, kulitmu juga sangat putih dan halus" puji pria itu kepada sang istri sambil terus mengeskplor bagian yang selama ini selalu tersembunyi dengan rapi karena perawat itu memang tidak pernah memakai pakaian yang terbuka.


"Ahhhh kakkkkkk" sensasi sentuhan tangan Haris membuatnya melayang.

__ADS_1


Cukup lama keduanya bermain air sambil saling mengeksplor satu sama lain. Rini yang benar-benar lugu belajar banyak hal baru dari suaminya. Pengalaman sering diajak nonton film oleh teman-temannya saat masih remaja dulu ternyata cukup membantu Haris dalam mempraktekkan aktivitas malam pertama mereka dengan lancar.


"Awwwwwwww" lenguhan terdengar dari bibir Rini saat sang suami menggendong dan meletaknnyannya di atas tempat tidur setelah tubuh mereka berdua bersih dan kering.


"Sudah lama aku menantikan saat ini" Haris seperti singa jantan yang kelaparan dan siap menerkam mangsanya hidup-hidup.


"Emmmmmpppphhhhhhh" tubuh polos Rini bergelinjang saat lidah suaminya bermain dengan lincah dibagian yang paling sensitif.


"Kakkkk aku ahhhhhhhh" suara Rini seperti tertahan.


"Apa kau merasakan sesuatu?" Haris seperti melihat istrinya hampir mencapai puncak.


"Kau sangat menggoda sayang, membuatku sudah tidak tahan lagi" Haris memposisikan dirinya untuk bersiap menerobos masuk.


"Ahhhhhh" jari-jari Runi mencengkram tubuh atletis suami saat pria itu mulai berada di depan pintunya.


"Tahan sedikit ya sayang, mungkin akan sedikit sakit diawal, tapi aku jamin habis itu kau paati akan suka, bahkan ketagihan" katanya sambil membelai pipi Rini yang sudah merah merona menahan rasa malu, nikmat dan sakit yang bercampur menjadi satu.


"Aggghhhhh sayang sempit sekali" Perlahan tapi pasti Haris menerobos pertahanan sang istri yang selama ini belum pernah dijamah sama sekali oleh siapa pun.

__ADS_1


"Ehhhhhh ahhhhhhh kakkkkkk awwwwwww" nafas Rini seperti berkejar-kejaran dengan gerakan yang dilakukan oleh suaminya.


"Ahhhhhhh ahhhhhhhh ahhhhhhhh" lagi-lagi tubuhnya tak terkendali ketika ia mencapai puncak cintanya.


"Sayang ahhhhh" Haris juga hampir mencapai puncaknya.


"Aku percepat ya" pria itu kemudian memompa lebih cepat lagi. Hentakan demi hentakan terdengar dalam irama yang membuat keduanya terbuai.


"Kakkkkkk aku mau ahhhhhhhh" untuk kesekian kalinya Rini melepaskan luapan cintanya.


"Arghhhhhhhhhh sayangggggggg" sepersekian detik kemudian Haris pun mengikuti sang istri mencapai puncak surga cintanya.


"Hahhhhh gilaaaaa, ini benar-benar luar biasa, kau membuatku gila sayang" Haris menghadiahkan sang istri kecupan penuh cintanya secara bertubi-tubi diwajah sang istri.


"I love you Nyonya Haris" katanya sambil mengelap peluh yang membasahi dahi Rini setelah pertempuran panjang mereka.


"I love you too tuan Haris" Rini membalas suaminya. Meskipun ia masih malu-malu, namun setelah semua yang mereka lakukan baru saja nyalinya untuk menyatakan cinta kepada sang suami sudah semakin bertambah dari sebelaumnya.


Seperti halnya dua pasang suami istri di kamar yang lainnya, malam itu mereka berdua pun menghabiskan waktu di dalam kamar dengan pergumulan panjang yang menguras tenaga. Entah berapa ronde pertempuran dilangsungkan hingga Rini benar-benar merasa kelelahan.

__ADS_1


__ADS_2