Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin

Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin
Pulang Ke Ibukota


__ADS_3

"Junior sayang, ini mama datang nak" Menta bersimpuh dipusara putra sulungnya yang berada di ibu kota.


"Lihat ada siapa? kau pasti senang kan papa bisa datang menjengukmu? akhirnya kita bisa berkumpul sayang!" air mata sedih dan bahagia bercampur menjadi satu.


"Sini kak" Menta menarik suaminya mendekat dan bersimpuh di dekat anak mereka.


"Hiks hiks hiks" hanya suara isak tangis yang terdengar dari pria itu. Perasaan campur aduk yang ia rasakan membuatnya seperti tidak memiliki kekuatan untuk berbicara. Setelah mendengar cerita tentang putranya yang meninggal tidak lama setelah lahir prematur di luar negeri dan kemudian dimakamkan di dekat komplek rumah mereka, Raf pun meminta Menta mengantarkannya untuk berziarah.


"Papa sudah mendengar semua cerita tentang kita sayang, ternyata papa sangat menyayangimu nak, kau senang kan mendengarnya!?" kata Menta sambil menggenggam jemari sang suami yang terus saja menangis terisak.


"Lihatlah papamu, sangat tampan ya, kau mirip sekali dengan papamu nak" wanita itu mengelus foto putranya yang ada di batu nisan.


"Nak, kalau kau bertemu dengan Tuhan di surga, titip salam terima kasih ya karena sudah mempertemukan kami kembali" Menta menatap wajah sang suami yang dibanjiri air mata.


"Hiks hiks hiks" Raf yang tidak bisa menahan kesedihannya, hanya bisa terisak dihadapan pusara sang putra yang tidak pernah ia ketahui sebelumnya.


"Kakkkkkk" Menta yang melihat sang suami begitu terpukul kemudian memeluknya dengan erat untuk menguatkan.


"Maaf hiks hiks" Raf hanya mampu mengucapkan permohonan maafnya.


"Kak sudah ya, jangan bersedih lagi, kita kan sudah janji akan membuka lembaran baru, Junior juga sudah bahagia bersama dengan Tuhan di surga" ia menghapus air mata sang suami.


"Maafkan papa Junior, papa janji akan menebus segala dosa-dosa papa kepadamu dan juga mama, i love you baby hiks hiks hiks" akhirnya Raf bisa mengungkapkan perasaan hatinya kepada sang buah hati.


"We love you too papa" Menta mengecup pipi Raf sebagai perwakilan Junior putra mereka.


Setelah menaburkan bunga dan berdoa, mereka kemudian bergegas pergi ke rumah utama Anderson untuk membahas acara resepsi pernikahan mereka yang belum sempat digelar lima tahun lalu karena saat itu kondisinya memang sangat tidak memungkinkan.


..........

__ADS_1


"Selamat datang sayang, bagaimana kabarmu? bunda sangat rindu!" Ananda memeluk menantunya dengan perasaan yang sangat bahagia.


"Kabar baik bun, aku juga sangat rindu pada bunda" Menta membalas pelukan sang ibu mertua.


"Sayang" kini giliran Tata yang memeluk sang putri dengan perasaan haru.


"Maaaa" Menta yang juga merindukan sang mama memeluknya erat.


"Ayo masuk, kita ngobrol di dalam" Ayu mengajak Raf dan Menta masuk setelah acara peluk-pelukan melepas rindu mereka selesai.


"Sini biar tasnya tante bawakan" Sekar mengambil koper kecil berisi baju Menta dan Raf.


"Kalian pasti lelah ya?" Dini menggandeng tangan Menta.


"Tante sudah masak buat kalian, ayo kita makan dulu, baru habis itu kita ngobrol" Maya yang sudah menganggap Raf seperti putranya sendiri sangat heboh menyiapkan makanan kesukaan Raf dan Menta ketika pasangan itu memberi kabar akan pulang ke ibukota.


"Iya yah sudah" angguk Raf.


"Papa senang akhirnya kalian bisa bersama kembali" Surya tersenyum kepada sang menantu.


"Terima kasih pa karena sudah memberi kesempatan sekali lagi padaku" Raf sangat bersyukur mempunyai mertua yang sangat pengertian seperti Surya dan Tata.


"Jadi kapan rencana kalian melangsungkan resepsi pernikahannya?" Ron bertanya kepada sang keponakan.


"Secepatnya dad" Raf sudah tidak sabaran.


"Om akan minta pihak WO untuk mempersiapkan semuanya" George memang selalu cekatan untuk urusan yang berhubungan dengan teknis pelaksanaan sebuah acara.


"Aku rasa ini akan jadi acara pesta pernikahan termewah sepanjang masa, sangat fantastis!" Adhi berkata.

__ADS_1


"Tentu saja, bagaimana tidak, ini bukan hanya sekedar pernikahan antara dua orang yang saling mencintai saja, melainkan juga pernikahan antara dua kerajaan bisnis dunia!" Hendro berbinar-binar.


"Grandma berharap ini bisa menjadi awal kebahagiaan kalian berdua ya" grandma Merlyn yang sudah sepuh memberikan doanya.


"Benar, cepatlah beri kami cucu lagi sebelum kami pergi" grandma Ruth juga memberi pesan.


"Grandma, terima kasih ya untuk doa restunya" Menta memeluk duo grandma yang dia anggap sebagai pengganti grandma Ami yang sudah tiada karena ulah paman Tyo.


"Akhirnya tuan muda dingin kini sudah mulai menghangat ya" Dimas menggoda Raf.


"Bukan hanya hangat, tapi sudah sangat hot, setiap malam saja selalu berisik!" Rich ikut menimpali.


"Benarkah? memang kau bisa dengar?" Gide bertanya kepada adik iparnya.


"Aku jadi penasaran se-hot apa sih tuan muda dingin ini?" Gamal tersenyum jahil.


"Ngomong-ngomong berarti sekarang tinggal Rich saja yang belum menikah ya dari semua cucu Anderson?" Gaby berseloroh.


"Iya benar, sama Runi juga!" Sera mengangguk.


"Kalau begitu kita comblangin saja mereka!" Menta menggoda Runi.


"Apa sih Menta, ngaco deh!" Runi melotot ke arah sang sahabat.


"Mana mau Runi dengan playboy cap kampret begitu, kasihanlah dia dapet bekas!" Rach membela Runi.


"Brisik kau!" Rich memiting kepala saudara kembarnya dan pergulatan mereka pun mengundang gelak tawa.


Meskipun mereka semua sudah dewasa, namun rasa kasih sayang diantara semuanya masih sama seperti saat mereka kecil dulu. Hari itu suasana rumah utama menjadi sangat ceria. Dua keluarga besar berkumpul untuk mempersiapkan perhelatan mewah yang akan dilangsungkan dalam waktu dekat.

__ADS_1


__ADS_2