Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin

Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin
Raguel Punya Adik


__ADS_3

"Huek, huekkkk" Menta tiba-tiba saja merasa mual saat ia terbangun dari tidurnya dipagi hari.


"Mama kenapa?" Raf yang melihat sang istri muntah-muntah langsung memijat tengkuk lehernya.


"Mama sudah beberapa hari ini mual dan muntah terus pa setiap pagi" kata Menta yang mencoba tetap berdiri tegak meskipun kakinya gemetaran dan lemas.


"Kita ke dokter ya?" Raf membujuk istrinya.


"Nanti dulu pa, mama tidak apa-apa kok" wanita yang berprofesi sebagai dokter umum itu menolak.


"Kenapa? nanti mama tambah parah loh!?" ia sangat takut jika istrinya kenapa-kenapa.


"Enggak pa, mama baik-baik saja kok, nanti agak siang juga akan reda sendiri. Ini sekarang mama malah curiga sesuatu pa!" Menta menatap suaminya setelah mereka kembali ke atas tempat tidur.


"Curiga apa?" Raf menatap istrinya untuk meminta penjelasan.


"Sepertinya mama hamil lagi deh" kata Menta menduga-duga.


"Hah? yang benar saja? kan mama baru melahirkan dua bulan!" Raf terperanjat mendengar dugaan sang istri.


"Iya, tapi papa kan nyerang mama terus setiap malam setelah masa nifas, dikeluarkan di dalam semua lagi, memangnya papa lupa!?" Menta mengingatkan suaminya.


"Iya juga sih" pria itu manggut-manggut sambil tersenyum penuh arti mengingat ulahnya yang tidak pernah bisa tahan jika berdekatan dengan sang istri di atas tempat tidur.


"Memang kapan mama terakhir datang bulan?" papa Raguel bertanya untuk memastikan sejak kapan sang istri mulai hamil.


"Mama belum datang bulan lagi sejak hamil Raguel sampai sekarang" geleng wanita cantik itu.

__ADS_1


"Kok bisa gitu?" pria itu keheranan.


"Biasanya sih kalau wanita yang habis melahirkan dan sedang menyusui itu memang hormonnya belum normal, sehingga menekan masa suburnya untuk bereproduksi lagi, bahkan bisa dibilang menyusui anak itu adalah cara KB alami, makanya jadi tidak datang bulan!" sang istri menjelaskan.


"Trus kenapa mama bisa hamil?" Raf buta dengan ilmu kewanitaan.


"Ya mama juga nggak tau pa, itukan sudah ketentuan Tuhan, lagian ini kan baru dugaan mama saja, yang jelas memang pada kasus-kasus tertentu kemungkinan hamil dalam waktu dekat setelah melahirkan dan pada masa menyusui itu akan tetap ada!" jelasnya lagi kepada suaminya.


"Lalu supaya kita bisa yakin mama hamil atau enggak bagaimana caranya?" perasaan campur aduk meliputi Raf. Rasa bahagia karena akan punya anak lagi, rasa takut karena kondisi istrinya yang baru melahirkan dan mungkin belum siap hamil kembali, serta anak mereka yang masih terlalu kecil untuk memiliki adik lagi, bercampur menjadi satu.


"Kita tes pakai alat tes kehamilan lah" jawab Menta dengan enteng.


"Loh memang kalau mama tidak menstruasi bisa tetep terdeteksi?" sangat penasaran.


"Ya bisa lah pa, kan yang diambil sample nya urin, bukan darah!" Menta geli melihat reaksi sang suami yang super kepo.


"Ohhhhh" hanya ber oh ria.


"Mau tes pake apa pa? harus beli dulu dong pa alatnya!" ibu muda itu tidak habis pikir dengan semangat suaminya


"Loh memang mama gak punya?" mengernyitkan dahi.


"Enggak" gelengnya dengan enteng.


"Kan mama dokter!?" bertanya lagi.


"Ya kan mama lagi gak praktek, lagian kan mama dokter umum, bukan dokter kandungan, jadi mama gak stok begituan di rumah!" menjelaskan.

__ADS_1


"Hemmm gitu toh? ya sudah kalau begitu kita beli saja deh yuk!" masih dengan penuh semangat.


"Memang papa tau belinya dimana?" mencoba mengetes.


"Enggak sih, dimana memangnya ma?" sesungguhnya Raf tidak pernah tau menau soal alat tersebut.


"Ishhh dasar papa ini!" geleng-geleng melihat ulah suaminya.


"Hehehehehe" sementara sang suami hanya terkekeh sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Setelah obrolan keduanya selesai, kemudian Menta dan Raf meminta asisten rumah tangganya membelikan alat tes yang dimaksud di apotek terdekat dari rumah mereka.


..........


"Bagaimana ma?" Raf yang sangat penasaran bahkan rela untuk tidak masuk kerja demi mendengarkan hasilnya secara langsung.


"Positif pa, Raguel punya adik" Menta menunjukkan alat test yang bergaris dua kepada suaminya setelah ia keluar dari dalam toilet.


"Astaga" senyum terkembang dari bibir Raf dibarengi dengan tetesan air mata bahagia.


"Tapi tunggu dulu, apa ini aman untuk mama? lalu bagaimana dengan Raguel?" perasaan campur aduk kembali menyergapnya. Meskipun ia bahagia mendengar kabar tentang kehadiran anaknya ini, namun ia juga tidak memungkiri jika rasa khawatir akan kondisi kesehatan sang istri dan perhatian untuk sang putra menjadi masalah dikemudian hari.


"Mudah-mudahan tidak apa-apa pa" jawab Menta yang paham akan ketakutan sang suami.


"Benar!?" Raf kembali memastikan.


"He em" angguk Menta dengan yakin. Meskipun rasa sakit saat melahirkan Raguel masih belum lepas dari bayangannya, namun ia tetap optimis jika semua akan baik-baik saja.

__ADS_1


"I love you so much maaaa" Raf mengecup bibir sang istri.


"I love you so much too papa" Menta membalas kecupan suaminya.


__ADS_2