
"Runi beruntung sekali ya pa, sekalinya hamil langsung kembar, mama pengen deh hamil anak kembar kayak Runi, apalagi kalau anaknya perempuan dua-duanya, pasti bahagai banget rasanya karena jadi lengkap dua laki-laki dan dua perempuan" Menta berceloteh sepanjang perjalanan pulang setelah menjenguk Runi yang dirawat di rumah sakit karena kehamilannya.
"Tapi saat ini papa sudah sangat bahagia kok ma dengan kehadiran Raguel dan Raziel ditengah-tengah kita" jawab Raf.
"Memangnya papa gak mau punya anak lagi?" Menta menatap suaminya.
"Enggak, papa sudah cukup punya tiga anak dari mama" gelengnya dengan yakin.
"Tapi kita kan belum punya anak perempuan paaa" entah mengapa Menta sangat terobsesi dengan anak perempuan.
"Laki-laki atau perempuan sama saja ma, gak ada bedanya kok" kata Raf dengan tenang.
"Ya bedalah pa, kalau anak perempuan kan lucu, rambutnya bisa dikuncir, bisa dipakaikan baju-baju yang cantik seperti princess, kalau anak laki-laki kan monoton banget gitu-gitu aja modelnya" gerutu ibu tiga anak tersebut.
"Tapi nanti kalau kita punya anak perempuan, mama jadi punya saingan loh, jadi gak cuma mama aja deh yang paling cantik di rumah, karena anak perempuan kita juga cantik seperti mamanya, kalau sekarang kan mama the one and only yang paling cantik!" canda sang suami.
__ADS_1
"Ya gapapa lah, emangnya kenapa kalau ada yang lebih cantik dari mama? malah bagus dong, bikin mama makin bangga karena anaknya cantik!" Menta tetap bersikeras ingin punya anak perempuan.
"Tapi papa pengennya mama aja yang paling cantik di rumah kita" Raf tetap pada pendiriannya tidak ingin punya anak lagi baik laki-laki ataupun perempuan.
"Papa kenapa sih? kayaknya gak suka banget kalau mama pengen punya anak perempuan!" Menta mulai kesal karena sejak tadi suaminya selalu membantah setiap ucapannya.
"Bukannya papa gak suka ma, cuma bagi papa punya Junior, Raguel dan Raziel itu sudah lebih dari cukup" jawab papa tiga anak ini.
"Papa udah gak sayang sama mama lagi ya? atau jangan-jangan papa pengen punya anak dari wanita lain yang lebih cantik dan lebih muda dari mama!?" mulai berfikir yang macam-macam.
"Kalau bukan begitu lalu apa!?" nadanya meninggi.
"Papa hanya tidak mau kalau mama harus menderita lagi saat mengandung dan melahirkan. Melihat kemarin saat hamil Raguel dan Raziel mama muntah-muntah terus dan tidak doyan makan, lalu saat melahirkan mama kesakitan dan mempertaruhkan nyawa, itu bikin papa merasa sedih, papa gak mau mama begitu lagi ma!" jelas Raf panjang lebar.
"Tapi mama senang kok, mama gak masalah kalau hanya merasakan morning sickness dan sakitnya melahirkan, karena itu kan memang sudah kodratnya wanita!" jawab Menta dengan nada yang meyakinkan.
__ADS_1
"Papa paham, tapi papa yang masalah dengan semua itu, papa yang gila saat melihat mama menderita, apalagi waktu kemarin melihat mama mengalami pendarahan dan tidak sadar berhari-hari setelah melahirkan Raziel, rasanya separuh nyawa papa ikut keluar dari badan ma!" Raf menghentikan laju mobilnya di tempat yang sepi.
"Mama itu harta yang paling berharga buat papa saat ini, gak ada yang bisa menggantikan mama dihidup papa, jadi papa gak mau mama kenapa-kenapa, sudah cukup tiga kali mama mempertaruhkan nyawa saat melahirkan anak untuk papa!" tatapan tajam penuh cinta ditunjukkan oleh Raf kepada Menta.
"Tapi paaaa,," Menta masih ingin menjawab namun ia urungkan saat sang suami menatapnya dengan tatapan serius yang tidak terbaca dan belum pernah ditunjukkan sebelumnya.
"Papa sudah sangat bahagia ma, saat ini yang perlu kita lakukan adalah membesarkan anak-anak kita saja!" Raf kembali melajukan mobilnya.
Meskipun masih ada yang mengganjal di hati, namun melihat betapa suaminya teguh dalam pendiriannya dengan alasan tidak ingin melihatnya menderita lagi serta takut kehilangan dirinya, akhirnya membuat Menta tidak melanjutkan perdebatan mereka.
...............
Halo semuaaaa, terima kasih untuk kesetiaannya membaca kisah Menta dan Raf sampai bab ini. Mohon dukungannya terus ya agar Rosi tetap semangat menulis dipenghujung novel ini.. Jangan lupa untuk memberikan like, komen, hadiah, vote, favorit, dan juga share kepada pembaca lain, serta follow Rosi juga..
Happy reading all.. Luv Luv...
__ADS_1