Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin

Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin
Segerakan


__ADS_3

"Paaa, mama mau lihat anak kita" rengek Menta untuk kesekian kalinya setelah ia selesai menyusui Raguel.


"Iya ma, sebentar ya, papa telpon bunda dulu" kata Raf sambil melakukan panggilan telpon.


Tidak perlu menunggu lama, Ananda dan Tata yang sedang menemani cucunya di ruang perawatan bayi kemudian langsung mendatangi ruangan Menta.


"Sayang kau sudah sadar?" Tata langsung memeluk putrinya dengan penuh sukacita.


"Iya ma" angguk Menta.


"Ini bayimu sayang" Ananda kemudian menyerahkan bayi yang baru lahir tersebut kepangkuang sang mama.


"Anak mama sayang" Menta tidak bisa membendung air matanya melihat putra ketiganya yang masih merah tersebut. Spontan ia langsung menyuguhkan ASInya kepada bayi mungil itu.


"Dedededek" Raguel yang sedang digendong oleh sang papa dan melihat adiknya langsung menunjuk.


"Iya itu dedeknya Raguel" Raf mendekatkan diri ke arah tempat tidur sang istri.


"Sayang dedeknya" Menta berkata kepada putranya.


"Muahhhh muahhhh" tanpa ragu Raguel mencium pipi adiknya.


"Raguel pintar ya, sayang sama dedek" Menta mengelus pipi sang putra.


"Dedek mimik" ia menunjuk bayi mungil yang baru pertama kali merasakan ASI mamanya itu.


"Iya, dedek haus, sama seperti kakak Raguel tadi ya?" Menta tersenyum melihat Raguel yang tidak merasa cemburu dengan adiknya.


"Iyahhh" angguknya dengan wajah lucu.


"Raguel sama siapa kesininya?" Tata bertanya kepada sang cucu.


"Tadi tante Tia yang antar grandma" jawab Raf mewakili sang putra.


"Astaga!!!" sepersekian detik kemudian Raf tersadar sesuatu.


"Ada apa?" semua bertanya serentak.


"Aku lupa, dari tadi Tia dan Noah menunggu diluar karena Raguel rewel inging minum ASI!!" ia spontan berjalan ke luar ruangan untuk memanggil keduanya.

__ADS_1


"Mana mereka?" Menta bertanya saat Raf kembali hanya dengan menggendong Raguel saja.


"Mereka tidak ada" Raf jadi tidak enak hati dengan kedua orang itu karena seolah mengabaikannya.


"Mungkin Tia sudah pulang dan kak Noah bekerja kembali" Menta menduga-duga.


"Tidak mungkin ma, tas Tia masih ada dan Noah juga baru lepas tugas tadi saat datang ke sini" jawab Raf sambil menunjuk tas kecil milik gadis itu yang berada di sudut ruangan.


"Lalu kemana mereka?" Tata menjadi cemas, ia khawatir Tia pulang kampung tanpa ijin.


"Kita tunggu saja, mungkin sedang cari makan sebentar" jawab Ananda.


Tok Tok Tok...


"Kak Raf, apa Raguel sudah selesai minum?" belum juga selesai, yang dibahas sudah muncul.


"Nah itu dia orangnya datang, sini sayang masuklah" Tata tersenyum lega melihat Tia.


"Kalian dari mana?" Raf yang melihat Tia dan Noah langsung bertanya secara to the point.


"Ini, kami beli makan untuk kak Raf" Tia menyodorkan sebungkus nasi campur kepada suami sepupunya.


"Oh terima kasih ya" Raf menerima sambil tersenyum.


"Tante berdua sudah makan belum? Tia belikan juga ya?" sebelumnya gadis itu tidak ingat kalau Tata dan Ananda juga ada di rumah sakit.


"Tidak usah, tante sebentar lagi mau pulang kok" Ananda menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"Iya, kami sudah mau pulang, nanti biar gantian sama Bas dan Adit yang jaga di sini menemani Raf" angguk Tata juga.


"Ohhhhhh" Tia ber oh Ria.


"Ngomong-ngomong kau sudah sadar?" Noah menatap ke arah Menta.


"Iya kak, tadi Raguel yang membangunkan aku" kata Menta.


"Woahhh jagoan om Noah hebat sekali, ayo toss dulu!" Noah mengulurkan telapak tangannya ke arah Raguel dan disambut dengan senang hati oleh bayi itu.


"Pintar" kata Noah lagi sambil mengacak-acak rambut pirang Raguel.

__ADS_1


"Ehehehehehe" Yang diacak acak rambutnya malah terkekeh geli.


"Apa kau ingin sesuatu?" Tia mendekat ke arah Menta.


"Tidak, terima kasih" geleng wanita yang baru melahirkan itu.


"Kalau begitu aku pamit pulang ya semua" Noah berpamitan kepada semua orang yang ada di dalam ruangan.


"Terima kasih Noah" Tata dan Ananda berkata serentak.


"Sama-sama tante" jawab dokter muda itu.


"Terima kasih ya Noah untuk semua bantuanmu" Raf mengulurkan tangannya dengan tulus.


"Sama-sama kak, kalau butuh sesuatu jangan sungkan ya" Noah tidak kalah tulusnya.


"Iya pasti" angguk suami Menta.


"Menta, cepat sembuh ya" Noah tersenyum kearah wanita yang dulu pernah mengisi hatinya itu.


"Terima kasih banyak ya kak, kau sudah selalu ada untuk menolongku" Menta merasa berhutang budi pada Noah.


"Jangan sungkan" jawabnya santai dengan mengacungkan ibu jarinya.


"Tia, aku pulang dulu ya, nanti aku chat kalau sudah sampai rumah" kata pria itu dengan lembut seperti sedang berbicara kepada kekasihnya sendiri.


"Iya kak, hati-hati dijalan ya" Tia pun tersenyum dengan manis.


"Bye" Noah seperti berat untuk berpisah.


"Bye" lambaian tangan gadis itu mengiringi kepergian Noah.


"Ehemmmmmmmm, kayaknya ada yang lagi berbunga-bunga nih" Menta berdeham penuh makna.


"Wahhhhhh sebentar lagi kita dapet pajak jadian nih kayaknya ma" Raf ikut menggoda.


"Kalau sudah cocok, segerakan saja" Ananda menasehati.


"Iya, cepat suruh Noah datang kerumah kita bersama keluarganya" Tata pun memberi restu.

__ADS_1


"Apa sihhhh, orang kami tadi cuma ngobrol biasa saja kok, baru juga ketemu sekali" Tia yang digoda malu-malu.


__ADS_2