Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin

Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin
Tidak Yakin


__ADS_3

"Kak, sudah pagi ayo bangun" Menta menggerakkan tubuh suaminya yang masih memeluknya dengan erat dalam keadaan masih sama-sama polos.


"Emmmhhhh nanti dulu sayang" bukannya melepaskan, Raf justru semakin mengeratkan tangannya yang kokoh di pinggang sang istri.


"Kak, nanti kita terlambat" gadis itu masih berusaha membangunkan.


"Hari ini kita di rumah saja ya" pertempuran hebat semalaman suntuk membuat pria itu benar-benar enggan beranjak dari tempat tidurnya sama sekali.


"Kau tidak mau ke kantor?" sang istri mengkonfirmasi sekali lagi.


"He em, kita di rumah saja ya" tangannya kemudian mulai bergerak menuju area terkenyal milik sang istri.


"Kak jangan mulai lagi, aku kan harus berangkat ke sekolah!" Menta protes.


"Kan ujianmu sudah selesai, buat apa lagi masuk ke sekolah?" Raf tidak berhenti meremas.


"Ya memang sudah selesai, tapi kan aku masih mau mengurus beberapa berkas untuk perkuliahan nanti" Menta menahan tangan Raf agar tidak turun ke bawah.


"Yahhhh, ya sudah deh" dengan ekspresi kecewa Raf melepaskan sang istri.


"Mau kakak dulu atau aku dulu yang mandi?" Menta kemudian bertanya.


"Bareng saja yuk" Raf kemudian langsung menggendong sang istri menuju kamar mandi.


"Awwwww" gadis itu menjerit saat tubuhnya melayang.

__ADS_1


"Ahhhh kakkkk jangan lagi" Menta yang takut kebablasan mencoba menahan.


"Kita main cepat plisssss" Raf yang sudah kembali tergugah memohon dengan memasang wajah imutnya.


"Ahhhh issshhhh kaakkkkk emmmpppphhhhh" gadis itu pada akhirnya hanya bisa pasrah menerima semua perlakuan sang suami.


..........


"Nanti mau aku jemput jam berapa?" Raf mengelus pipi Menta saat mereka sudah tiba di halaman sekolah.


"Aku pulang sama Runi saja, kakak jangan ijin kerja terus, nanti dimarahin ayah loh!" meskipun Raf adalah salah satu putra mahkota kerajaan bisnis Anderson, namun Menta tidak ingin menggunakan kekuasaanya untuk kepentingan pribadi mereka.


"Baiklah, kalau begitu sampai ketemu nanti sore saat aku pulang kerja ya" Raf mengecup kening istrinya dengan lembut.


"He em, aku masuk dulu ya kak" meskipun Menta tau bahwa cinta Raf hanya untuk Paula dan hubungan mereka ini hanya akan terjadi sementara waktu saja, namun ia tetap merasa bahagia saat Raf memperlakukannya dengan lembut seperti ini. Baginya bisa hidup berdampingan dengan Raf secara damai seperti ini saja sudah lebih dari cukup.


"Astaga kau ini bikin orang jantungan saja!" Menta terkejut.


"Apa kak Raf mengantarmu lagi?" Runi menatap ke arah mobil sport mewah milik Raf.


"He em" angguknya.


"Eh tunggu, cara jalanmu kok sedikit berbeda? apa kalian habis itu?" Runi menautkan kedua jari telunjuknya lagi seperti tempo hari.


"Sssshhhhh kau ini kenapa sih kalau bicara tidak bisa pelan!" Menta membekap mulut Runi.

__ADS_1


"Iya maaf, keceplosan heheheh" kekehnya.


"Eh tapi dugaanku tadi benar kan?" sang sahabat mengembalikan topik pembicaraan.


"Apa sihhhh" wajah Menta merah merona.


"Astaga jadi benar?" Runi terpekik.


"Berisik!" Menta benar-benar dibuat malu.


"Bagaimana rasanya? enak tidak? katanya sakit ya kalau baru pertama kali?" pertanyaan demi pertanyaan terus saja terlontar dari Runi.


"Sudah deh jangan bawel, ayo cepat masuk!" Menta menarik tangan Runi menuju ruang kelas mereka.


"Tapi aku ingin tau ceritamu!" gadis itu terus saja merengek agar Menta menceritakan pengalaman malam pertamanya bersama Raf. Akhirnya dengan malu-malu Menta pun menceritakan kegiatan panasnya bersama sang suami, membuat yang diceritakan berfantasi bebas.


"Apa ini artinya sekarang kalian sudah resmi seperti pasangan suami-istri pada umumnya?" Runi memicingkan matanya.


"Entahlah, aku tidak yakin" Menta mengangkat bahunya.


"Kenapa?" tanyanya penasaran.


"Kemarin setelah selesai melakukannya, kami mengobrol panjang lebar, dari sana aku jadi tau alasannya kenapa kak Raf sangat mencintai kak Paula, jadi aku tidak yakin bisa menyaingi kak Paula, karena apa yang dimilikinya sama sekali tidak ada di dalam diriku!" Menta terlihat sedih.


"Sayangku, jangan sedih ya, kalau jodoh pasti tidak akan kemana-mana kok!" Runi memeluk Menta.

__ADS_1


"Terima kasih ya, aku tidak sedih kok, setidaknya dengan kak Raf bisa bersikap baik padaku saja itu sudah lebih dari cukup. Kalau masalah hubungan seperti semalam sih aku anggap saja sebagai balas jasa karena dia sudah mau menolongku dari tekanan paman Tyo. Lagi pula dia kan memang berhak mendapatkannya, karena secara status kami memang sah. Pun kalau nanti akhirnya bercerai kan orang-orang pasti sudah akan melabel aku janda, jadi tidak akan masalahkan kalau aku sudah tidak suci lagi!" Meskipun sedih, namun Menta tetap berusah bersikap realistis.


__ADS_2