Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin

Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin
The End


__ADS_3

Waktu berjalan begitu cepat, kini usia Raguel sudah beranjak lima tahun dan Raziel empat tahun. Namun demikian, cinta Menta maupun Raf tidak pernah berubah sama sekali, bahkan hubungan keduanya semakin bertambah erat dengan bertambahnya usia pernikahan mereka.


"Ma, kok papa belum pulang juga sih?" tanya Raguel saat waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam.


"Iya, biasanya kalau malam begini kan papa sudah di rumah main sama kita berdua" Raziel menganggukan kepala tanda setuju dengan ucapan kakaknya.


"Mungkin papa sedang sibuk di kantor atau meeting di luar sama papa Rich" jawab Menta menenangkan anak-anaknya, meskipun ia sendiri juga tidak tau dimana keberadaan sang suami.


"Telpon papa dong maaaa" Raguel yang sangat dekat dengan sang papa merasa rindu.


"Iya ma, video call donggg" Raziel selalu mengamini semua ucapan kakaknya.


"Ya sudah sebentar ya" kemudian Menta mengeluarkan ponselnya dan berniat menelpon sang suami.


"Tidak diangkat sayang" wanita itu berkata kepada kedua putranya setelah beberapa kali mencoba menelpon sang suami.


"Papa kemana sih?" gerutu Raguel.


"Iya, padahal kan kita mau main bersama ya kak" kata Raziel.


"Sabar ya, sebentar lagi juga pasti pulang kok" berusaha menenangkan putranya.


Kringggggg...


Ditengah kegelisahan Menta, ponselnya pun kemudian berdering menunjukkan panggilan masuk dari grup cucu cucu perempuan Anderson.


"Halo" Menta menjawab.


"Kau dimana sekarang?" tanya Rach.


"Aku di rumah sama anak-anak" jawabnya.


"Apa suamimu sudah pulang?" tanya Sera.


"Belum" jawab Menta lagi.


"Apa kau tau dimana dia sekarang?" Gaby ikut bertanya.


"Tidak, dari tadi ponselnya kak Raf tidak diangkat" mulai cemas.


"Tuh kan, sudah kuduga!" Runi nyeletuk.

__ADS_1


"Ada apa sebenaranya?" Menta yang dihubungi oleh semua iparnya menjadi khawatir.


"Menta, kau harus tenang ya" Rach sok misterius.


"Ada apa sih?" semakin tidak sabar.


"Begini, tadi Runi melihat kak Raf,," Sera menjeda ucapannya.


"Lalu?!" seperti ingin berteriak saking penasarannya.


"Dia sedang berduaan dengan seorang wanita cantik" Gaby melanjutkan.


"Wanita cantik?" seperti ada bom yang meledak di dadanya.


"Mereka berdua menuju ke sebuah hotel" Runi melengkapi informasinya.


"Hotel?" air mata tidak dapat terbendung lagi dari wanita cantik itu.


"Begini, kau bersiap-siaplah, kita temui mereka sekarang juga" kata Rach.


"Benar, kita lihat apa yang sedang mereka lakukan disana" Sera bersemangat.


"Kami akan menjemputmu segera setelah ini" Runi menutup percakapan mereka.


Tanpa menunggu lama, Menta kemudian melakukan apa yang diperintahkan oleh semua saudara iparnya. Ia segera bersiap-siap dan mengajak kedua putranya untuk melihat apa yang dilakukan Raf di hotel bersama wanita yang tadi diceritakan.


..........


"Ayo cepat kita masuk" Rach memimpin mereka masuk ke dalam loby hotel.


"Maaf apakah kak Raf ada di sini?" tanya Sera kepada resepsionis.


"Oh iya benar nyonya Sera, tadi tuan Raf bersama seorang wanita berjalan menuju ke restoran" Karena hotelnya adalah milik keluarga besar Anderson, maka sang resepsionis langsung spontan menjawab sambil menunjuk ke arah restoran yang dimaksud.


"Kak Raf benar-benar bersama dengan seorang wanita?" hati Menta hancur berkeping-keping mendapati kenyataan bahwa suaminya berada di hotel bersama wanita lain.


"Menta, ayo cepat kita ke sana sekarang" Gaby menarik tangan adik iparnya.


"Ayo Raguel dan Raziel sama mama Runi" kata istri Rich itu sambil menggandeng tangan kedua keponakannya.


"SURPRISEEEEEEE" Setibanya di restoran, Menta dikejutkan dengan banyaknya orang yang menyambutnya dengan senyum dan tepuk tangan.

__ADS_1


"Selamat ulang tahun istriku tercinta" Raf berjalan menghampiri sang istri dengan membawa karangan bunga di tangannya.


"Papaaaaa hiks hiks hiks" wanita itu tidak bisa lagi menahan tangisnya. Perasaan campur aduk muncul dibenaknya begitu saja.


"Mama jangan nangis dong" Raf yang melihat sang istri menangis kemudian mengelap pipinya dengan lembut.


"Papa jahat ihhhh, mama dikerjain hiks hiks" masih terisak.


"Maaf ya maaa, habis kalau gak gitu kan mama gak akan ke sini hehehehe" suaminya malah terkekeh.


"Sudah jangan sedih lagi, kan selingkuhnya cuma pura-pura" kata Ananda sambil tersenyum.


"Ini tiup lilinnya dulu, lalu potong kuenya" Tata pun menyodorkan kue ulang tahun kepada putrinya.


"Bunda dan mama jahat ihhhh ikutan ngerjain aku juga" menggerutu dengan manja kepada kedua ibunya.


"Ayo sayang tiup lilinnya" kata Raf kemudian.


"Yeeeyyyyyy" tepuk tangan kembali bergema saat Menta sudah menyelesaikan ritual tiup lilin dan potong kue.


"Nah sekarang papa mau kasih hadiah buat mama" Raf menuntun sang istri ke depan sebuah layar besar.


"Ya Tuhan" ia menutup mulutnya saat video dokumentasi sebuah proyek pembangunan rumah sakit ibu dan anak yang dibangun oleh Raf untuk hadiah ulang tahunnya sedang berputar.


"Hanya ini yang bisa papa berikan kepada mama. Terima kasih karena selama ini mama sudah mau mengorbankan cita-cita mama untuk menjadi seorang dokter hanya demi merawat papa dan juga anak-anak kita di rumah. Sekarang sudah saatnya bagi mama untuk kembali meraih semua harapan mama yang sempat tertunda lama. Ini adalah rumah sakit ibu dan anak yang papa bangun sebagai hadiah ulang tahun untuk mama. Nanti Karina dan Rini yang akan membantu mama mengelolanya. Semoga mama mau menerimanya ya" Raf menyerahkan sebuah serifikat bangunan dan legalitas pendirian yayasan atas nama sang istri.


"Papaaaa,," tidak ada kata-kata yang dapat diucapkan oleh Menta.


"I love you Mentari Putri Angkasa Anderson" Raf memeluk sang istri dan mengecup bibirnya dengan lembut.


"I love you too Rafael Anderson" balas Menta dengan hati yang sangat berbunga-bunga.


"Selamat ulang tahun mama" Raguel dan Raziel pun mendekati mama mereka.


"Terima kasih sayang" mereka berempat kemudian berpelukan erat.


Acara ulang tahun Menta malam itu berlangsung begitu meriah. Keluarga besar dari kedua belah pihak serta tamu undangan yang hadir pun merasa ikut bersuka cita.


"Terima kasih Tuhan atas segala berkat berlimpah yang kau berikan kepadaku dan juga keluargaku" Menta bersyukur di dalam hatinya sambil menatap seluruh keluarga yang ada disekitarnya.


...THE END...

__ADS_1


__ADS_2