
"Duh ini kenapa makeupnya heboh banget gini sih!?" Karina merasa tidak percaya diri.
"Iya, aku juga merasa seperti yang jadi pengantinnya!" Rini menatap dirinya di cermin.
"Udah jangan bawel, sekali-sekali dandan yang cantik, siapa tau nanti ada yang naksir!" seloroh Runi sambil mendandani keduanya.
"Iya, siapa tau nanti Burhan dan Haris berubah pikiran dan malah mau sama kalian lagi!" Menta memancing di air keruh.
"Ck, apa sih!" Karina yang sesungguhnya merasa sedih dengan perhelatan ini hanya bisa berdecak.
"Plis jangan sebut nama mereka lagi ya!?" Rini hampir menangis mengingat Haris yang tega meninggalkannya demi wanita lain.
"Makanya, hari ini kalian harus tampil luar biasa, buktikan sama mereka kalau kalian itu memang cantik dan buat mereka menyesal!" Runi memang paling pintar menprovokasi keadaan.
"Iya betul, kalian harus bisa move on, makanya sini aku tambahin make up nya" Menta mengambil kesempatan.
"Tapi jangan tebal-tebal ya" Rini bernegosiasi.
"Iya, sedikit saja" namun pada kenyataannya Menta mendandani gadis itu dengan full.
Cukup lama mereka berempat sibuk dengan segala peralatan make up dan gaun yang sengaja dipersiapkan untuk acara pertunangan, hingga Karina dan Rini tidak sadar jika keluarga mereka sudah datang dan berkumpul di halaman paviliun desa yang cukup luas.
"Ayo, acaranya sudah mau dimulai!" Raf memberi kode kepada sang istri.
"Oke, yuk!" Menta pun kemudian menggandeng Rini, sementara Karina dengan Runi.
"Loh kok!?" Rini terkejut melihat keluarganya berkumpul.
"Ibu, bapak!?" Karina pun sama terkejutnya.
"Selamat datang bagi seluruh tamu undangan yang sudah hadir di sini pada pagi hari ini, terima kasih atas segala perhatian yang sudah diberikan. Pada kesempatan kali ini kami ingin meminta doa restu kepada seluruh hadirin untuk kedua pasangan yang akan melangsungkan pertunangannya hari ini, silahkan bagi tuan Haris dan tuan Burhan untuk mengajak calonnya ke depan sini dan melakukan prosesi pertunangannya" MC terkondang di desa memberikan arahannya.
__ADS_1
"Kak Haris!?" Rini terkejut ketika Haris datang menghampirinya dan meraih tangan gadis itu.
"Ini sebenarnya ada apa?" Karina menatap Burhan dengan wajah bingung.
"Sudah sana maju dulu!" Raf memerintah keempatnya untuk ke depan panggung.
"Silahkan berdiri di sini untuk kedua pasangan. Nah kan pasti ini calon perempuannya pada bingung ya? oke, supaya tidak bingung, sekarang mari kita panggilkan tuan Rafael Anderson untuk memberikan kata sambutan sekaligus penjelasannya. Silahkan bagi tuan Raf, waktu dan tempatnya!" sang MC kemudian menyerahkan mic kepada sang tuan muda.
"Baik terima kasih atas kesempatannya. Jadi sebenarnya ini semua memang ide saya. Awalnya saya merasa kasihan kepada dua teman baik saya ini yang mengejar gadis pujaan mereka namun tidak kunjung diterima untuk menikah. Lalu saya bilang sama istri saya kalau saya mau bikin mereka bersatu, akhirnya saya buatlah acara ini" Raf menceritakan latar belakangnya.
"Karina, Rini, maaf ya sebelumnya kalau kak Raf bikin kalian kaget, ini semua sebenarnya untuk kalian. Jadi sebenarnya gadis yang mau kak Raf tunangkan dengan Burhan dan Haris itu adalah kalian sendiri hehehehe. Kak Raf tau kalian masih punya cita-cita menjadi seorang dokter, makanya kalian jadi menunda menikah demi mengejar beasiswa itu. Nah mulai sekarang kalian tidak usah khawatir, kak Raf akan support cita-cita kalian, tapi kak Raf juga mau kalian berbahagia dengan kisah cinta kalian. Ini, ini adalah hadiah dari kak Raf untuk pertunangan kalian berdua. Silahkan dibuka dan dibaca yang keras!" Raf menyodorkan sebuah amplop kepada masing-masing orang.
"Anda diterima sebagai mahasiswa jurusan kedokteran di Universitas Anderson dengan jalur prestasi pengabdian di masyarakat desa!? Rini terbelalak membaca lembar pertama.
"Anda diterima menjadi anggota tim medis di Rumah Sakit Internasional Anderson!?" Karina menutup mulutnya karena tidak percaya.
"Jadi setelah pengabdian di desa ini selesai, kalian bisa melanjutkan kuliah kedokteran sambil bekerja menjadi tim medis di RS" kata Raf memperjelas.
"Kak Raf, bagaimana kami harus membalas semua budi baik kakak?" Karina juga ikut menangis.
"Nah karena kalian sudah bisa meraih semua cita-cita kalian, jadi tidak ada alasan lagi kan untuk menolak Burhan dan Haris!?" Raf tersenyum puas.
"Terima kasih kak" kedua gadis itu hanya bisa terus mengucapkan terima kasih.
Bukan hal yang mudah untuk bisa mendapatkan beasiswa dan menjadi karyawan di perusahaan milik Anderson, karena sejak dulu memang perusahaan itu terkenal begitu selektif. Hanya orang-orang berkompeten saja yang sanggup mendapatkan hal tersebut. Oleh sebab itulah mereka merasa sangat bersyukur bisa menjadi salah satunya.
"Oke, jadi kalau begitu kalian mau kan menerima Haris dan Burhan?" tanya suami Menta yang dijawab dengan anggukan.
"Kenapa tidak sekalian dinikahkan saja tuan Raf? ini kan ada dinas terkait yang hadir jadi tamu undangan, jadi sekarang lebih baik pestanya langsung dibuat acara pernikahannya, toh sudah sangat meriah, nanti urusan surat-menyuratnya menyusul hari berikutnya, yang penting resmi dulu dan disaksikan banyak warga!" kata pak Kepala desa memberi usul.
"Wahhh ide yang bagus, bagaimana Burhan dan Haris?" Raf betanya kepada kedua pria itu.
__ADS_1
"Kalau saya sudah pasti yes tuan!" Haris mengangguk dengan yakin.
"Saya juga tuan, lebih cepat lebih baik!" Burhan bersemangat.
"Oke, bagaimana Karina dan Rini?" Raf menatap kedua gadis yang kemudian mengangguk dengan malu-malu.
"Bagaimana keluarga calon mempelai? apakah ada yang keberatan?" Raf tidak lupa bertanya kepada keluarga keempat calon pengantin itu.
"Sepertinya semua setuju tuan!" Kepala desa melihat semua orang menganggukan kepala dan tersenyum riang.
"Oke, kalau begitu kita langsung nikahkan saja!" kata Raf.
"Yeeeyyyyyy" Semua menyambut dengan gembira.
"Oya, sebelum saya lupa, ini saya juga ada hadiah untuk Burhan dan Haris, silahkan kalian buka email ya" Raf kemudian langsung mengirimkan email kepada keduanya melalui ponselnya.
"Satu unit rumah seharga 1M?" Haris terkejut.
"Dan satu buah mobil keluarga?" Burhan juga membaca.
"Awalnya ini saya siapkan untuk nanti hadiah pernikahan kalian makanya belum sempat di print, tapi karena acara menikahnya mendadak, ya sudah via email saja dulu ya heheheh" kekeh Raf.
"Terima kasih tuan" keduanya merasa ketiban durian runtuh.
Pada akhirnya acara yang seharusnya dilangsungkan untuk pertunangan, berubah menjadi pesta pernikahan. Mereka semua larut dalam sakralnya janji suci dalam ikatan pernikahan antara Karina-Burhan dan Rini-Haris.
"Terima kasih papa, kau memang suami yang luar biasa" Menta meraih lengan suaminya dan bergelayut manja kepada Raf.
"Terima kasih juga ya karena mama sudah mau mendukung rencana papa" Raf kemudian mengecup kening sang istri.
Mereka berdua pun ikut larut bahagia dalam acara pernikahan itu. Sebagai bonusnya, Menta kemudian memborong semua dagangan para pedagang keliling yang kebetulan lewat disana untuk dinikmati sebagai menu tambahan selain makanan yang sudah dia pesan dari pedagang di desa tersebut.
__ADS_1