
"Sayang, apa kau baik-baik saja?" Ananda yang melihat Menta memakai syal dan baju yang sangat tertutup di bagian leher bertanya.
"Iya bun, aku baik-baik saja" Menta hanya tersenyum kikuk.
"Tapi kenapa pakaianmu seperti orang yang sedang sakit?" Ananda penasaran.
"Em itu, semalam sepertinya ada serangga yang menggigitku waktu aku tidur, jadi badanku merah dan gatal semua saat bangun tadi" sambil melirik ke arah sang suami dengan tatapan kesal.
"Serangga? merah dan gatal?" Ananda yang selalu menerapkan protokol kesehatan dengan standar yang sangat tinggi di rumahnya merasa heran.
"Coba bunda lihat, kalau memang itu tidak nyaman lebih baik diperiksakan saja ke dokter!" Ananda spontan membuka syal sang menantu.
"Tidak usah bun tidak apa-apa" Menta yang kalah cepat dengan gerakan mertuanya terpaksa pasrah ketika Ananda sudah melihat bekas merah yang ada di lehernya.
"Astaga, ayah lihatlah!" Ananda terkejut melihat leher Menta penuh jejak yang ditinggalkan oleh Raf putranya.
__ADS_1
"Pasti serangganya sangat besar ya? ini sih kau harus pindah kamar sayang, kalau kau tetap di kamar itu setiap malam, maka setiap pagi tubuhmu pasti akan merah seperti ini terus!" Mike paham bahwa itu adalah tanda yang ditinggalkan oleh Raf.
"Apa boleh aku pindah kamar? kalau boleh pindah di kamar tamu juga tidak apa-apa kok" Menta bersemangat.
"Tentu saja" Mike mengangguk penuh arti sambil menunggu reaksi sang putra.
"Kalau begitu nanti malam aku pindah kamar ya bun?" Menta meminta dukungan ibu mertuanya.
"TIDAK!" Raf menolak keras.
"Kenapa?" Menta menatap Raf yang menolak keinginannya.
"Memangnya siapa yang minta kakak pindah kamar? aku kan mau pindah sendiri!" Menta menjawab dengan ketus.
"Kau mau pindah sendiri? apa kau lupa kalau kita sudah menikah? yang namanya pasangan suami-istri itu tidak ada yang pisah kamar!" Raf membawa-bawa status pernikahannya.
__ADS_1
"Tapi aku tidak mau seperti ini setiap hari, kakak selalu melakukan semua semaunya sendiri tanpa izin dariku, bahkan ini kakak lakukan saat aku tidur pulas!" Menta keceplosan saking kesalnya.
"Jadi ini sebenarnya ulah Raf? bukan serangga?" Mike mengulum senyum saat tau bahwa Raf sudah mulai ada kemajuan.
"Iya yah" karena sudah ketahuan, maka akhirnya Menta mengaku juga.
"Ayah itu aku,," Raf yang ketahuan mencuri kesempatan saat Menta tertidur jadi merasa malu.
"Kenapa kau harus melakukannya diam-diam saat Menta tidur dan tanpa ijin?" pancing pria paruh baya yang masih gagah itu.
"Emmm itu aku,," Raf tidak punya jawaban.
"Kalau kau memang mau, bukankah kau bisa minta baik-baik pada istrimu?" kata Mike kepada Raf.
"Dan Menta, jika suamimu memintanya, alangkah baiknya jika kau memberikan apa yang menjadi hak suamimu nak, kalian kan sudah sah, jadi itu wajar saja" Mike juga menasehati sang menantu.
__ADS_1
"Baik yah" karena situasainya sudah terlanjur basah, maka Menta pun sudah pasrah saja mendengar semua nasehat sang mertua.
Sementara itu Ananda yang melihat bahwa Raf sudah mulai menerima kehadiran Menta, berharap bahwa hubungan mereka bisa langgeng hingga maut memisahkan.