
"Paaaaa, kita punya satu anak perempuan boleh gak? satu aja paaaa, plissss" Menta tetap bersikeras untuk memiliki anak perempuan dan terus membujuk suaminya.
"Ma, kan papa udah bilang, tiga anak laki-laki dari rahim mama sudah cukup buat papa bahagia, tugas kita sekarang tinggal membesarkan mereka ma" namun Raf juga tetap bersikeras menolaknya.
"Papa kenapa sih, kayaknya gak sayang banget sama mama, mama kan pengen punya temen anak perempuan di rumah" jawab Menta.
"Justru karena papa sayang sama mama, makanya papa gak mau mama kenapa kenapa!" jawab Raf sambil memeluk istrinya yang merajuk dan memunggungi dirinya saat mereka sudah sama-sama berbaring ditempat tidur.
"Sana ah, jangan sentuh-sentuh mama!" mode ngambek.
"Kenapa memangnya gak boleh sentuh mama?" tapi sang suami mencoba untuk tetap bersikap tenang.
"Ihhhhh sono deh, gak usah sok akrab!" menepis pelukan suaminya dari belakang.
__ADS_1
"Kita kan memang akrab, pake banget malah hehehehe" dengan seribu satu gombalan mencoba membujuk istrinya.
"Ck, ngaku-ngaku, mama minta anak perempuan aja gak dikasih!" berdecak dengan kesal.
"Gini aja deh, bagaimana kalau nanti kita adopsi aja anak perempuan yang ada di panti asuhannya grandma? jadi mama bisa punya banyak anak perempuan tanpa harus melahirkan lagi!" mencoba berbagai cara.
"Tapi mama maunya yang mama lahirkan sendiri paaaaa, darah daging mama sendiri!" merasa masih sanggup melahirkan.
"Atau kalau nanti anaknya Runi dan Rich kembar perempuan, kita patenkan langsung saja mereka jadi calon menantu kita sejak lahir, satu untuk Raguel, satu untuk Raziel, nah mama tinggal membesarkan mereka aja deh bareng calon besan kita!" usulan nyeleneh terlontar dari mulut sang suami.
"Memangnya kenapa? kan mereka sepupu yang ketiga kali!" jawabnya dengan santai.
"Ya tetap saja aneh lah, masa sama-sama bernama belakang Anderson!" Menta masih tidak habis pikir.
__ADS_1
"Loh kak Gamal dan Sera, lalu kak Gide dan Rach juga sama-sama bernama Anderson kok, cuma bedanya mereka sepupu angkat saja, karena om George adalah anak angkat keluarga Anderson! lagian kalau anak kita nikah sama anaknya Runi dan Rich, artinya kan harta Anderson dan Putra Angkasa jadi muter aja gak akan kemana-mana ma hehehehe" sanggah Raf sambil terkekeh.
"Atau kita sewa rahim saja? nanti papa carikan surrogate mother deh buat gantiin mama hamil dan melahirkan!" usul paling nyeleneh kembali terlontar.
"Ya tapi tetap saja bedalah paaaa, mama tuh inginnya punya anak perempuan sendiri, hamil sendiri, melahirkan sendiri, bukan anak dari rahim orang lain!" jelas Menta.
"Sekarang papa tanya, kalau misalnya mama hamil lagi, trus ternyata anaknya laki-laki lagi bagaimana?" sang suami menguji reaksi istrinya.
"Ya gapapa, nanti kita coba lagi sampai dapat anak perempuan!" menjawab tanpa beban, seolah hamil dan melahirkan seperti bermain lotre yang bisa dicoba kembali jika gagal.
"Mama bener-bener mau bikin papa gila kali ya? sekali nungguin mama kritis gak sadarkan diri selama dua hari aja papa rasanya kayak mau mati maaa, apa lagi kalau berulang kali coba? aduhhhh mendingan mama bunuh papa sekalian aja deh!" kali ini Raf sudah tidak mau bernegosiasi lagi.
"Tapi paaaa" Menta lagi-lagi harus menahan dirinya saat melihat reaksi suaminya sudah serius.
__ADS_1
"Pokoknya buat papa itu sekarang yang penting mama dan anak-anak sehat selalu dan bahagia, kalau memang mama ingin punya anak lagi ya kita cari jalan lain, titik!" sang suami sudah tidak bisa terbantahkan lagi.
"Hufffff" akhirnya Menta pun menyerah. Namun demikian ia tidak mau menyerah begitu saja dan akan tetap mencoba dengan berbagai cara agar bisa hamil lagi untuk mendapatkan anak perempuan sesuai harapannya.