
Sudah satu minggu berlalu sejak pernikahan Menta dan Raf digelar. Kini mereka sudah menetap di kediaman Mike Anderson yang jaraknya hanya beberapa blok dari kediaman Surya. Menta yang sibuk sekolah dan Raf yang juga sibuk bekerja di kantor pusat Anderson jarang sekali berinteraksi. Mereka hanya melakukan komunikasi saat bertemu dipagi dan malam hari, yaitu sebelum berangkat dan sesudah pulang sekolah dan kerja.
"Bunda, hari ini Menta ijin pulang agak terlambat ya, karena mau lihat pameran universitas dulu di mall" kata sang menantu kepada Ananda.
"Perginya sama siapa sayang?" Ananda yang sudah menganggap Menta seperti putrinya sendiri penasaran.
"Sama Runi dan beberapa teman sekolah bun" jawab Menta.
"Baiklah, kalau begitu hati-hati ya, kalau ada apa-apa langsung kabari bunda ya sayang" ijin dari sang mertua pun sudah dikantongi.
"Terima kasih bunda" Menta memang lebih senang mengatakan sesuatu yang penting kepada Ananda dibandingkan kepada Raf suaminya sendiri.
"Kalau begitu Menta berangkat dulu ya bunda, ayah" katanya sambil mencium tangan kedua mertuanya yang sudah ia anggap seperti kedua orang tuanya sendiri.
"Hati-hati di jalan ya" Mike berpesan.
"Siap ayah" jawabnya sambil kemudian berjalan keluar dari rumah mewah itu, sementara Raf masih berada di dalam kamar.
..........
"Siapa saja yang jadi ikut?" Menta bertanya kepada teman-temannya saat mereka sedang bersiap-siap berangkat dari sekolah.
"Kau, aku, Nora dan Ray" kata Runi.
"Ohh" gadis itu hanya ber oh ria sambil manggut-manggut.
"Ayo jalan" Nora, gadis yang berperawakan agak tambun mengajak mereka berangkat.
"Kita pakai mobil masing-masing kan?" Ray bertanya.
__ADS_1
"Iya dong, kan biar nanti pulangnya tidak susah!" Nora mengangguk.
Kemudian mereka berempat pun berjalan beriringan dengan menggunakan empat mobil.
"Woahhh keren" mata Menta langsung berkilau saat melihat banyaknya banner universitas ternama yang menawarkan program yang sejak kecil ia impikan.
"Menta jurusan bisnis ada di sini" Runi yang melihat Menta goyah mengingatkannya untuk fokus melihat jurusan yang harua dia ambil setelah lulus SMA.
"Eh iya" sesaat kemudian Menta pun tersadar jika ia harus mengambil kuliah bisnis.
Cukup lama mereka berkeliling dari satu booth ke booth yang lain untuk memilih kampus yang sesuai dengan harapan Surya.
"Uhhh kaki ku pegal dan haus juga" keluh Nora yang memang jarang bergerak.
"Kita mampir ke cafe dulu saja yuk" Menta pun mengajak teman-temannya ke tempat favoritnya.
"Yuk" jawab mereka serentak.
"Aku ke toilet dulu ya" Nora ingin buang air kecil.
"Eh aku ikut" Runi kemudian berdiri menyusulnya, meninggalkan Menta dan Ray yang masih asik mengobrol sambil tertawa cekikikan.
"Menta?" Raf yang terkejut melihat sang istri duduk di cafe berdua dengan seorang pria menegurnya.
"Kak Raf?" Menta juga tidak kalah terkejutnya saat melihat Raf menggandeng seorang wanita cantik yang ia duga sebagai kekasih suaminya itu.
"Kau sedang apa?" Raf menyelidik, ia menatap Ray dari ujung rambut hingga ujung kaki.
"Seperti yang kakak lihat, aku sedang makan bersama temanku" sambil menunjuk Ray.
__ADS_1
"Kakak sendiri sedang apa?" sambil menatap wanita cantik di sebelah Raf.
"Aku sedang jalan-jalan" Raf berusaha tidak menyebutkan nama Paula.
"Oya kakak cantik ini pasti pacarnya kak Raf ya?" Menta berusaha tersenyum semanis yang ia bisa.
"Iya, aku Paula pacarnya Raf" Paula memperkenalkan diri dengan ramah.
"Halo kak Paula, aku Menta adiknya kak Raf" gadis itu memperkenalkan diri dengan merahasiakan status mereka yang sesungguhnya, membuat Raf merasa tertohok.
"Hai Menta, senang berkenalan denganmu. Tapi ngomong-ngomong aku baru tau kalau Raf punya adik bernama Menta, bukannya hanya Sera dan Rach?" Paula memang cukup familiar dengan silsilah keluarga Anderson.
"Oh aku baru diadopsi minggu lalu sama Ayah Mike dan Bunda Ananda, setelah papa dan mamaku meninggal satu minggu sebelumnya" jelas Menta lagi, membuat Raf semakin tertampar.
"Kak Raf sedang apa?" kini Runi yang terkejut saat dirinya mendapati Raf menggandeng Paula.
"Runi kau disini juga?" Raf panik karena terpergok sedang menggandeng Paula.
"Kalau ini siapa?" Paula yang melihat Runi juga cukup akrab dengan Raf bertanya.
"Ini Runi, sahabatku, dia juga sudah dianggap anak oleh bunda dan ayah, iya kan kak?" Menta sangat menikmati wajah panik Raf.
"Oya Runi, ini kak Paula, pacarnya kak Raf" dengan santainya Menta memperkenalkan Paula.
"Ohhh pacar kak Raf?" tatapan Runi seperti ingin menguliti Raf hidup-hidup, membuat yang ditatap menciut.
"Kalau begitu kami pulang duluan ya kak" Menta yang sudah melihat Nora kembali dari toilet langsung berpamitan.
"Hati-hati di jalan ya" Paula melambaikan tangan.
__ADS_1
"Ayo Ray" Menta kemudian menggandeng Ray di depan mata Raf yang kebetulan berdiri di sebelahnya, membuat pria itu gusar.