Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin

Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin
To The Point


__ADS_3

"Bagaimana keadaanmu hari ini?" tanya Rach sambil menatap saudara iparnya yang masih terlihat lemah.


"Aku sudah baikan" jawab Menta.


"Tapi lebih baik kau jangan banyak gerak dulu ya supaya aman" Sera menasehati.


"Iya, dokter juga bilang begitu" angguknya.


"Makanmu harus banyak agar cepat pulih dan bisa pulang" Gaby memang sangat concern dengan kebutuhan gizi orang-orang yang ia sayangi.


"Kata dokter mungkin besok aku sudah bisa pulang kak" Menta bersemangat kembali ke rumahnya.


"Kalau besok aku tidak bisa menemanimu pulang tidak apa-apa kan? aku ada pekerjaan ke luar kota!" Runi merasa tidak enak hati.


"Tidak apa-apa, kan ada Tia yang membantuku!" jawab Menta sambil tersenyum kepada sahabat sekaligus saudara angkatnya itu.


"Iya, biar besok Menta pulang sama aku saja" angguk Tia.


Tok Tok Tok...


Ditengah obrolan mereka, tiba-tiba Noah datang.


"Halo semua" sapa Noah dengan ramah.

__ADS_1


"Halo" jawab semuanya serentak.


"Bagaimana kondisimu Menta?" Noah menatap wajah Menta.


"Aku sudah jauh lebih baik kak" kata wanita yang baru melahirkan itu.


"Syukurlah kalau begitu" Noah merasa lega.


"Kakak masih jam kerja ya?" tanya Menta sambil menatap seragam putih yang dipakai oleh Noah.


"Iya, aku sedang istirahat makan siang dan mau mengajak Tia ke kantin sebentar untuk menemaniku makan hehehehe" jawabnya to the point sambil melirik ke arah gadis lugu itu.


"Eh aku!?" yang disebut namanya sangat terkejut.


"Ciyeeeee,, kayaknya ada yang lagi pedekate nih" Runi yang juga teman baik Noah seperti halnya Menta kemudian menggoda.


"Wahhhh, kalau berhasil berarti kita dapat pajak jadian dong?" Sera ikut menggoda.


"Asikkkk ditraktir makan nih kita sebentar lagi hihihihi" Rach tidak kalah usilnya.


"Ya intinya kalau sampai jadi bener, aku sih pokoknya mau minta seragam!" Gaby mengulum senyumnya.


"Kalau begitu mohon doanya ya supaya perjuanganku berhasil" Noah yang sudah mendapat lampu hijau dari para wanita Anderson dan Putra Angkasa merasa senang.

__ADS_1


"Ihhh apa sih kalian semua" wajah Tia berubah merah seperti kepiting rebus.


"Sudah sana buruan temenin ke kantin dulu, kasihan tuh ada yang udah kelaparan" Menta yang berada di dekat Tia kemudian mendorong gadis itu ke arah Noah.


"Ayo" Noah pun kemudian menggandeng tangan Tia tanpa malu-malu sedikit pun.


"Kak lepaskan!" Tia yang diperlakukan sangat romantis didepan orang banyak jadi benar-benar salah tingkat.


"Bye semua!" tanpa menghiraukan protes dari Tia, Noah kemudian membawa gadis itu berjalan menuju kantin, meninggalkan kehebohan di ruang rawat Menta.


"Bye" semua melambaikan tangan.


"Jadi Noah benar-benar sudah move on darimu ya?" Rach penasaran.


"Sepertinya sih dia sudah melupakan Menta sama sekali" Sera melihat tatapan Noah kepada Tia begitu tulus.


"Dia itu pria yang baik, dia pantas mendapatkan gadis baik-baik pula seperti Tia" Gaby mendukung mereka.


"Apa karena Tia mirip denganmu ya?" karena Tia dan Menta begitu mirip baik secara fisik maupun sikap, Runi kemudian berasumsi mungkin saja Noah mendapatkan sosok Menta pada diri Tia dan akhirnya ia jatuh cinta pada gadis lugu itu.


"Tapi aku berharap kak Noah mencintai Tia dengan tulus dari hatinya dan tidak melihatnya sebagai pelarian karena ia tidak mendapatkan aku!" kata Menta dengan sungguh-sungguh.


"Amin" semua mengamini harapan Menta.

__ADS_1


__ADS_2