Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin

Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin
Raguel dan Raziel Punya Om Baru


__ADS_3

"Jadi kapan kalian akan meresmikan hubungannya ketingkat yang lebih lanjut?" tanya Surya kepada Tia dan Noah didepan semua anggota keluarga yang sedang berkumpul di rumah Menta dan Raf.


"Aku sih inginnya segera om, kalau bisa hari ini juga, ya hari ini juga, tapi sepertinya masih ada yang belum siap sih" jawab Noah sambil melirik ke arah sang pujaan hati.


"Segala sesuatu yang baik itu jangan ditunda-tunda, segerakan saja!" kata Tata menasehati keponakannya.


"Kalau misalkan papa dan mamaku datang ke rumah om Surya dan tante Tata setelah acara pernikahan Nora bulan depan boleh tidak?" pria itu kemudian mengutarakan keinginannya.


"Tentu saja boleh, dengan senang hati" angguk Surya.


"Terima kasih om" sang dokter muda sangat bahagia.


"Sama-sama, oya apa sebelumnya kau sudah pernah memperkenalkan Tia kepada kedua orang tuamu?" selidik Surya.


"Kalau secara langsung belum pernah om, karena kan Tia selama ini selalu standby di rumah sakit, tapi kalau melalui video call sudah pernah beberapa kali" jawab Noah.


"Apa kau sudah menceritakan latar belakang Tia yang sesungguhnya?" Surya seperti seorang polisi yang sedang mengintrogasi seorang penjahat.

__ADS_1


"Sudah om, aku sudah menceritakan semua kisah hidup Tia kepada mereka" angguk pria tampan itu.


"Lalu bagaimana reaksi mereka?" sebagai seorang om yang akan menjadi pengganti orang tua bagi Tia saat gadis itu menikah, Surya merasa perlu memastikan respon calon besannya tersebut.


"Mereka tidak masalah om, bagi mama dan papa, yang terpenting kami saling mencintai, itu adalah pondasi yang paling utama dalam membangun sebuah rumah tangga" jelas kekasih Tia.


"Bagus!" sang CEO perusahaan Putra Angkasa merasa puas dengan jawaban Noah.


"Wahhhh sebentar lagi Raguel dan Raziel punya om baru dong ya? asikkkk" Menta berkata sambil menatap Tia dengan senyum penuh arti.


"Ihhhhh papa gak peka banget sih, masa om baru nya malah diajak main bola? kasihan tantenya dong nanti dianggurin sama si om!" Menta pura-pura menepuk lengan suaminya.


"Eh iya juga ya, kasihan nanti tantenya jadi gak bisa sayang-sayangan sama si om hehehe" lagi-lagi terkekeh geli.


"Ishhhh apa sih kalian berdua" wajah Tia merah merona karena digoda oleh sepasang suami istri itu.


"Gapapa, nanti kan main bolanya sama Raguel dan Raziel siang hari, nah malam harinya baru deh main sama tante sampai gawangnya bobol hehehehe" Noah pun ikut menimpali.

__ADS_1


"Kakkkkkk" Tia yang mendengarkan perkataan Noah semakin malu.


"Ciyeeeee ada yang malu-malu nih kayaknya" Runi menggoda Tia.


"Sekarang sih masih malu-malu, tapi nanti kalau udah tau rasanya pasti jadinya mau-mau hihihi" Gaby terkekeh geli.


"Tenang saja, enak kok rasanya, pasti bikin pengen nambah hehehe" Sera mengerlingkan mata.


"Iya, dijamin bikin ketagihan deh pokoknya hahaha" Rach menimpali.


"Udah dong ganti topik" Tia seperti ingin masuk ke lubang semut saja saking malunya digoda oleh seluruh keluarga besar.


"Gapapa sayang jangan malu, kita kan memang harus belajar dari mereka semua, biar nanti bisa langsung praktek dan gollll" pria itu meyakinkan kekasihnya.


"Uhuyyyyy udah ada yang manggilnya sayang-sayangan nih, trus abis itu bakal berubah jadi mama papa deh" Rich tidak mau kalah menggoda.


"Hahahahahaha" sontak suara gelak tawa riuh pun terdengar membahana. Mereka semua berharap Tia dan Noah segera meresmikan hubungannya ke jenjang yang lebih serius lagi. Meskipun Tia baru bergabung menjadi bagian dari keluarga besar itu, namun kehadirannya sangat disambut baik dan diterima dengan tangan terbuka.

__ADS_1


__ADS_2