Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin

Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin
Lembaran Baru


__ADS_3

"Sayang bangunlah" Raf terus meratapi sang istri yang sedang terkulai lemah tak berdaya.


"Raf sabar dulu, biarkan Karina dan Rini memeriksa kondisinya" Rich menarik sang kakak menjauh dari tubuh sang istri.


"Menta hanya syok, mungkin dia terlalu kaget jadi sampai pingsan" Karina yang memeriksa kondisinya menjelaskan kepada semua orang yang berada di dalam kamar.


"Benar, tekanan darah dan detak jantungnya juga normal, semoga saja Menta segera sadar" Rini merapikan tensimeter dan stetoskop yang baru saja digunakannya untuk mengecek keadaan Menta.


"Aku memang pria bodoh, betapa brengseknya aku sampai membuat wanita yang aku cintai menderita begitu dalam selama bertahun-tahun!?" Raf menarik kasar rambutnya sendiri dan menampar pipinya berulang-ulang hingga darah segar mengalir dari bibirnya.


"Kak Raf jangan begini" Runi berusaha mencegah Raf.


"Seharusnya waktu itu aku mencegahnya pergi, seharusnya aku menahannya disisiku dan tidak membiarkannya menderita sendirian ditempat asing!" raungan pedih Raf memenuhi ruangan.


"Rafael Anderson!" Rich menghardik kakaknya yang terus berbuat bodoh sambil menahan tangannya agar tidak melukai diri sendiri lagi.


"Lepaskan aku, aku harus menebus segala dosaku!" pria itu membenturkan kepalanya ke dinding.


"Kakkkkkk" suara lirih terdengar dari bibir Menta sesaat setelah ia siuman.


"Menta!?" semua yang mendengarnya langsung menoleh dan memanggil nama gadis itu.


"Sayang" Raf langsung berlari memeluk tubuh sang istri yang mulai mencoba untuk duduk.

__ADS_1


"Kak, kenapa kau melukai dirimu sendiri?" Menta meraba bibir Raf yang berdarah.


"Maaf" Raf merosot ke lantai dan bersimpuh di bawah tubuh sang istri.


"Kak bangunlah, jangan begini" Menta mencoba meraih tangan Raf agar suami itu mau bangkit.


"Aku memang suami yang bodoh dan tidak bertanggung jawab, gara-gara aku kau jadi mengalami semua penderitaan ini!" Raf menangis sejadi-jadinya.


"Kak sudahlah, aku tidak apa-apa, aku baik-baik saja, semua sudah berlalu" Menta memang sudah tidak ingin lagi mengingat luka masa lalunya itu.


"Tidak, aku adalah seorang pecundang, aku sangat jahat, aku sangat berdosa padamu dan anak kita!" Raf tak kuasa menahan emosi sedihnya.


"Kakkk" Menta memeluk Raf dengan erat.


"Sudah ya, jangan dibahas lagi, aku tidak mau mengingat-ingat semuanya, ayo kita buka lembaran baru" dokter cantik itu menangkup pipi suaminya.


"Sayangggg" Raf menatap mata Menta penuh penyesalan.


"I love you" Menta mengungkapkan perasaan cintanya sambil tersenyum sendu.


"Sayangggg" air mata tak kunjung henti membasahi wajah Raf. Ditengah rasa frustasinya, ia merasa hatinya berbunga-bunga mendengar ungkapan cinta dari sang istri.


"Sudah cukup semua penderitaan kita, sekarang waktunya kita berbahagia" Menta tersenyum manis untuk menghibur hati suaminya yang masih bersedih karena mendengar kenyataan pahit bahwa dirinya dulu pernah hamil dan melahirkan dalam kondisi kritis serta bayinya yang tidak bisa selamat.

__ADS_1


"Sayangggg" lagi-lagi Raf hanya mengulang kata-kata yang sama karena bibirnya begitu kelu.


"I love you Rafael Anderson" kini Menta mengecup lembut bibir Raf dengan penuh kasih sayang.


Setelah Menta mendengar semua cerita dari Rich beberapa hari lalu tentang kehidupan Raf yang tidak lebih baik darinya selama lima tahun mereka berpisah, ia merasa bahwa disini mereka berdua sama-sama menderita. Ia tidak mau menyalahkan Raf sepenuhnya atas tragedi kehamilannya, karena perpisahan mereka memang bermula dari Menta yang mengajukannya sehingga Raf tidak bisa menolak, terlebih waktu itu mereka berdua sama-sama belum menyadari bahwa sesungguhnya hati mereka sudah saling terpaut satu dengan yang lain. Keadaan yang tidak kondusif serta rasa gensi diantara keduanya membuat mereka sama-sama mempertahankan ego masing-masing.


"Ayo bangun, sini peluk aku" Menta merentangkan tangannya lebar-lebar dengan mode manja maksimal.


"Sayanggggg" Raf memeluk Menta dengan erat.


"Kakkkkkkk kau kenapa hanya terus memanggilku sayang, kenapa tidak membalas ungkapan cintaku!" Menta merajuk seperti anak kecil dengan memajukan bibirnya.


"Hahahahahahahahah" Raf yang melihat ekspresi Menta pun otomatis menjadi tergelak dan melupakan rasa sedihnya dalam waktu seketika.


"Kenapa malah tertawa!?" protes Menta masih dengan memajukan bibirnya manja.


"Kau ini kenapa jago sekali menjungkir balikkan hati dan hidupku sih!?" Raf kemudian mengecup wajah sang istri bertubi-tubi hingga yang dicium tergelak hebat.


"I love you Mentari Putri Angkasa Anderson" Kekuatan cinta diantara keduanya seolah-olah membuat tragedi besar yang baru saja terjadi menjadi ciut seketika diganti dengan kebahagiaan semata.


"Ayo kita keluar" Runi mengajak yang lainnya keluar kamar untuk memberikan Raf dan Menta ruang pribadi untuk bisa saling menyatakan perasaan mereka masing-masing.


"Iya" Karina, Rini dan Rich kemudian mengikuti Runi keluar dan menutup pintu kamar mereka dengan rapat.

__ADS_1


__ADS_2