
Satu bulan sudah berlalu sejak Menta melahirkan Raziel. Kehidupan keluarga kecil itu berjalan sangat baik dan bahagia.
Happy birthday Raguel
Happy birthday Raguel
Happy birthday
Happy birthday
Happy birthday Raguel
Lagu ulang tahun membahana di seluruh sudut ruang tamu kediaman Raf dan Menta saat putra mereka genap berusia satu tahun.
"Tiup lilinnya" Surya berkata kepada Raguel.
"Huuuufffffff" bayi itu kemudian meniup lilin yang berbentuk angka satu itu dengan semangat.
"Sekarang potong kuenya" Mike ikut memberikan instruksi.
"Yeeeeeyyyyyyy" Raguel bertepuk tangan saat kuenya sudah terpotong dan disuapkan kedalam mulutnya.
"Wahhh anak papa Raf dan mama Menta sudah besar ya" kata Tata sambil mengecup pipi cucu kesayangannya itu.
__ADS_1
"Semakin sehat, pintar dan sayang sama semua keluarga ya" Ananda pun ikut mencium cucunya.
"Raguel mau kado dari mama Gaby tidak?" Gaby menunjukkan sebuah kado yang berwarna mencolok kepada sang keponakan.
"Iyahhhh" angguk bayi itu dengan semangat.
"Kalau dari mama Sera mau tidak Raguel?" kata Sera sambil ikut menunjukkan kadonya.
"Aauuuuuuu" sudah mulai semakin lancar berbicara.
"Nah kalau ini dari mama Rach" kemudian menyodorkan kado miliknya.
"Acihhhh" dengan gaya imutnya Raguel berterima kasih.
"Nonononono Uel" menggelengkan kepalanya sambil menunjuk diri sendiri. Kini ia sudah bisa mengakui benda kepemilikannya.
"Buat papa Rich aja deh" Rich ikutan menggodanya.
"Nonononononono" Gelak tawa pun membahana saat Raguel protes kepada Rich dengan gaya yang sangat menggemaskan.
"Ya sudah sekarang kadonya dibuka dong" kata Dimas.
"Sini duduk, kita buka bersama kadonya" Gamal kemudian mengajak Raguel duduk di lantai.
__ADS_1
"Wawww Raguel dapat mobil-mobilan" Gide bersorak saat kado pertama Raguel dibuka.
"Eh om Noah dan tante Tia kan belum kasih kado buat Raguel" kemudian Noah menyodorkan kotak besar kepada calon keponakannya.
"Yeyyyy Raguel dapet kado dari om baru" Raf bersorak.
"Selamat ulang tahun ya gantengnya tante Tia" berkata sambil mengecup pipi Raguel dengan gemas.
"Terima kasih tante Tia" Menta yang menjawab karena Raguel sudah sibuk membuka kadonya.
Meskipun Raguel adalah keturunan emas dari dua kerajaan bisnis, namun kedua orang tuanya tidak ingin merayakan ulang tahun putra mereka dengan acara yang mewah. Mereka lebih memilih ucapan syukur dengan membuat tumpeng dan mengundang seluruh keluarga besar dari kedua belah pihak sebagai simbol perayaan.
..........
"Mama lagi ngapain?" tanya Raf saat melihat sang istri yang menatap Raguel dengan sendu pada malam harinya setelah acara usai dan seluruh keluarga pulang ke rumah masing-masing.
"Mama lagi mengenang masa-masa satu tahun lalu pa, waktu Raguel baru lahir, dia tuh dulu persis banget sama Raziel waktu lahir kemarin, kecil, mungil, merah, eh sekarang sudah sebesar ini aja" senyum bahagia terkembang dari Menta melihat betapa gembulnya Raguel saat ini.
"Iya ma, papa juga gak nyangka, anak kita sudah semakin besar ya" Raf pun merasa terharu. Bisa memiliki anak dan membesarkannya bersama sang istri seperti saat ini adalah suatu hal yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya dalam hidup.
"Mama merasa sangat terberkati pa, sepertinya hidup mama saat ini tuh sudah sangat lengkap, bahagia lahir batin" memiliki suami, anak, orang tua dan keluarga besar yang menyayanginya adalah sebuah anugerah luar biasa bagi wanita cantik ini. Terlebih lagi dengan bonus harta yang berlimpah dan pendidikan yang tinggi, sepertinya dunia sudah ada didalam genggaman Menta.
"Semoga Tuhan selalu memberikan limpahan berkat dan kebahagiaan bagi keluarga kecil kita ya ma" doa sang suami.
__ADS_1
"Amin, amin" angguknya mengamini doa suaminya.