Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin

Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin
Malam Pertama


__ADS_3

"Sayang" Noah yang sudah menantikan saat-saat bersama dengan sang pujaan hatinya kemudian memeluk wanita itu dengan sangat posesif.


"Kakkkkkk" sementara Tia terlihat malu-malu.


"Aku sangat mencintaimu" kecupan lembut mendarat dibibir manis istrinya, sementara ya dikecup hanya diam mematung, karena ini adalah kali pertama baginya diperlakukan seperti ini.


"Kenapa kau diam saja?" Noah menatap mata istrinya yang sayu.


"Aku malu" kemudian menundukkan kepalanya.


"Kenapa mesti malu hemmm??? kita kan sudah menikah, kita sudah resmi menjadi suami istri dan berhak melakukan ini!" Noah semakin merangkul dengan posesif.


"Tapi aku belum pernah melakukan ini sebelumnya" kata gadis lugu yang kini sudah menyandang status menjadi nyonya Noah.


"Wahhhh bagus dong, berarti aku adalah pria yang sangat beruntung karena mendapatkan yang original dan bersegel heheheh" bukannya menenangkan sang istri yang malu-malu, Noah malah semakin menggodanya.


"Ihhhh kakkkk, kenapa malah semakin membuatku malu" menepuk dada bidang suaminya.


"Hehehehehe, iya maaf maaf, abis kau sangat menggemaskan sih, jadinya aku semakin penasaran deh!" kini pria itu mulai melancarkan aksinya. Bibirnya mulai berselancar dari kening, hidung, bibir, leher hingga akhirnya satu persatu kain penutup terlepas dari tubuh istrinya.


"Ahhhhhh kakkkkkk" Tia melenguh karena mendapat perlakuan yang begitu lembut dari suaminya. Ia merasa melayang tinggi karena sensasi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


"Emmmmpppphhhhh" suara tertahan keluar dari bibir mungil Tia.


"Jangan ditahan sayang, lepaskan saja apa yang kau rasakan" Noah paham jika sang istri masih malu-malu.


"Kakkkkkk aaaahhhhh aku ahhhhhhh" Tia sudah sampai pada puncak pertamanya, bahkan sebelum Noah benar-benar melakukannya dan hanya pemanasan dibagian permukaannya saja.


"Kau sangat cantik jika seperti ini sayang" pria itu benar-benar menikmati momen dimana Tia terbang tinggi.

__ADS_1


"Aku masukan ya?" sang suami bersiap melakukan tugas utamanya, sementara sang istri hanya bisa pasrah menerima semua perlakuan itu.


"Ahhhhhh kaaakkkkk sakit" Tia menjerit kecil saat suaminya mencoba menerobos.


"Tahan sedikit ya sayang, hanya sakit sedikit" kata Noah sambil mengecup bibir istrinya dengan lembut agar lebih relax.


"Awwwwwww" dengan perjuangan yang cukup panjang agar sang istri tidak merasakan sakit, akhirnya Noah berhasil membobol pertahanannya.


"Ahhhhhhh kakkkkkk eeemmmmppppphhhhh" Tia hanya bisa menahan rasa yang benar benar memabukkannya.


"Kakkkkkk aku tidak tahan lagiiiii ahhhhh" Tia mulai menuju puncak.


"Ayo sayang kita bersama" Noah mempercepat ritmenya mengejar puncaknya juga.


"Ahhhhhhhh" tubuh Tia bergetar hebat saat ia melayang.


Cukup lama mereka saling berpelukan untuk menenangkan diri setelah pertempuran hebat itu.


"Terima kasih sayang, kau sungguh luar biasa" Noah mengecup wajah istrinya yang berpeluh dengan penuh kasih sayang. Mendapatkan istri yang masih belum terjamah oleh siapapun adalah hal terindah yang ia peroleh didalam hidupnya.


..........


Sementara itu ditempat lain,


"Mama lagi ngapain sih?" Raf sangat penasaran dengan istrinya yang senyum-senyum sendiri melihat layar ponselnya.


"Ini mama sama Runi lagi ngebayangin malam pertamanya Tia dan Nora, pasti mereka sok-sok malu deh didepan suaminya, apalagi Tia kan lugu banget hehehe" bercerita sambil terkekeh geli.


"Mama bener-bener mau tau bagaimana malam pengantinnya mereka? mau papa kasih tau?" Raf langsung memiliki ide gila.

__ADS_1


"Loh memangnya papa tau?" wanita itu bertanya dengan polos tanpa pikiran macam-macam.


"Tau donggggg" menjawab dengan yakin.


"Yang benar?" masih belum percaya.


"Tentu saja!" angguknya dengan percaya diri.


"Mama mau tau? sini papa kasih tau!" dengan cekatan Raf langsung menyergap istrinya.


"Ihhhhh papa dasar modus, tukang bohong!" mengetahui bahwa suaminya membohonginya, Menta pun langsung emosi.


"Kan tadi mama tanya gimana malam pertama mereka, ya papa reka ulang adengannya biar mama tau hehehehe" menjawab sambil terkekeh.


"Kalo itu sih mama gak usah dikasih tau juga udah faham banget!" kembali memukul dada bidang suaminya.


"Awww awwww iya ampun hehehehe" pria itu terkekeh geli karena istrinya masih saja lugu dan mudah dikerjai.


"Papa kangen ma, kan kita udah lama puasa, sejak Raziel lahir lohhh" kata pria itu.


"Lagian siapa suruh papa tahan-tahan setelah masa nifas mama selesai?" Menta mencebikkan bibirnya.


"Ya papa kan gak mau mama kenapa-kenapa, papa cuma mau memastikan aja kalau mama sudah benar-benar sehat, baru deh habis itu kita bisa main lagi dengan bebas" rasa trauma karena sang istri kritis akibat pendarahan setelah melahirkan memang membuat Raf bertahan untuk memperpanjang puasanya hingga beberapa waktu lagi.


"Sekarang kita mulai yuk ma malam pertama kita setelah puasa panjang kemarin" Raf kemudian langsung melucuti semuanya tanpa persetujuan sang istri.


"Ahhhh papaaaaaa" Menta yang juga sudah merindukan suaminya langsung menerima perlakuan pria itu tanpa ada penolakan sedikit pun.


Pertempuran pun akhirnya tidak terelakan kembali setelah sekian lama mereka menahan diri untuk tidak berhubungan.

__ADS_1


__ADS_2