Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin

Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin
Adegan Romantis


__ADS_3

"Wahhhh buah mangga dari mana ini?" Raf yang melihat sekeranjang buah mangga di atas meja makan langsung tergiur.


"Tadi asisten kepala desa yang mengantar, katanya mereka sedang panen raya" jawab Burhan.


"Sepertinya sangat manis ya?" pria itu memang jadi suka makan buah semenjak menikah dengan Menta. Gaya hidup sang istri yang sangat sehat dan penuh gizi membuat pria itu pun ketularan sehat.


"Sangat manis tuan, tadi saya sudah coba duluan sama tuan Rich hehehehe" Haris yang baru selesai mencuci tangan setelah menghabiskan mangganya berkata.


"Kau harus mencobanya, ini legit sekali" Rich yang sudah mencoba juga bertestimoni.


"Jadi pengen icip-icip deh" Raf sudah menahan salivanya.


"Apa kak Raf mau? sini biar aku kupasin!" Clara yang mulai sok akrab sudah merubah panggilan formalnya dari tuan jadi kak.


"Eh tidak usah, nanti saja" Raf tidak mau membuka celah bagi Clara untuk mendekatinya.


"Tidak apa-apa kak, jangan sungkan, aku kupasin ya" kata gadis itu dengan sedikit memaksa.

__ADS_1


"Nanti saja Clara, terima kasih ya" Raf tetap menolak.


"Baiklah" jawabnya dengan kecewa.


"Sayang kau dari mana? aku mencarimu dari tadi!" sesaat waktu kemudian Raf yang melihat sang istri masuk ke dalam ruang makan langsung menyambut ibu hamil itu.


"Aku baru saja dari rumah dinas sama Runi untuk menemani Rini dan Karina mengambil alat medis untuk dipakai besok pagi" jawab Menta.


"Ohhhh" Raf ber oh ria sambil meraih pinggang sang istri yang semakin lebar akibat kehamilannya yang sudah berjalan enam bulan.


"Ini dari asisten kepala desa, mereka lagi panen" kata Raf meniru informasi dari Burhan.


"Sepertinya enak ya, aku mau coba ahhhh" Menta langsung mengambil dua buah.


"Aku juga mau dikupasin dong sayanggggg" Raf berkata dengan sangat manja kepada sang istri. Hal ini berbanding terbalik dengan beberapa menit sebelumnya saat jelas-jelas ia menolak Clara yang hendak mengupas buah mangga untuknya.


"Iya sayang, ini kan makanya aku ambil dua buat kita" Menta memang selalu berinisiatif terlebih dahulu, bahkan sebelum suaminya bilang ingin makan, dia selalu sudah menyiapkannya untuk Raf.

__ADS_1


"Uhhh istriku sayang, selalu paling terbaik deh, belum juga diminta sudah tau saja kalau suaminya pengen makan" Raf mendusel-dusel wajah sang istri dan memujinya di depan Clara, membuat gadis itu kesal.


"Ihhh sayang, jangan gitu dong, kasihan tuh mereka jadi mupeng ngeliat kita, nanti malam saja ya kalau kita sudah dikamar berduaan" bukannya langsung mengupas mangganya, Menta malah sengaja berlama-lama bergelayut manja dengan suaminya, membuat Clara semakin kesal.


"Duhhhh panasssss" Karina yang paham dengan drama pasangam suami istri ini pun ikut menimpali permainan mereka.


"Sudah masuk kamar sana gihhh, jangan bikin yang jomblo jadi iri deh!" Rini pun berkata sambil melirik ke arah Clara.


"Ayo sayang kalau begitu kita ke kamar saja sekarang" Raf langsung merespon perkataan Rini dengan spontan.


"Ihhhh sayang, ini kan masih sore, katanya mau makan mangga dulu?" Menta menepuk gemas lengan suaminya.


"Hehehehe abis istriku ini bikin gemes sihhhh" lagi-lagi sambil dusel-dusel manja.


"Ehem, kalau begitu aku permisi dulu ya" Clara yang tidak tahan dengan adegan romantis Raf dan Menta pun kemudian lebih memilih untuk pergi ke dalam kamarnya, meninggalkan semua orang dengan gelak tawa karena puas bisa melihat gadis itu kesal karena gagal mendekati dan mengambil hati Raf.


"Dasar pelakor!" Runi yang melihat Clara mencoba merayu suami sahabatnya menjadi geram.

__ADS_1


__ADS_2