Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin

Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin
Too Good at Good Bye


__ADS_3

"Aku harap cluster terbaru ini akan bisa diterima oleh masyarakat sekitar" Mike berkata saat sedang berada di peluncuran beberapa cluster terbaru di perumahan kota satelit.


"Tentu saja, konsep rumah cerdas ini akan membawa banyak keuntungan baik bagi konsumen dan juga bagi kita" jawab Surya dengan optimis.


"Dengan harga yang terjangkau dan kualitas unggulan, pasti masyarakat akan berbondong-bondong mengejar ini semua" Ron yang selalu komitmen menjual produk unggulannya dengan harga merakyat juga percaya bahwa mereka bisa menembus pasar.


"Sampai detik ini sudah ada seratus dua puluh unit yang terbooking dari total dua puluh ribu" George yang terus memantau perkembangannya memberi laporan.


"Tidak perlu menunggu waktu lama, bahkan ketika produk baru akan diluncurkan saja animo masyarakat sudah sangat tinggi" Adhi berkata.


"Dan yang lebih mengesankan adalah banyak dari mereka yang memang sengaja ke sini hanya untuk melihat pameran produknya" Hendro menambahkan.


Setelah beberapa hari berlalu, kini baik keluarga Anderson maupun Putra Angkasa sudah mulai bisa menerima keadaan dengan lebih lapang dada. Mike dan Surya bersepakat bahwa meskipun anak-anak mereka berpisah, namun jalinan kekeluargaan diantara keduanya harus tetap berjalan seperti biasanya. Bahkan mereka pun berkomitmen untuk tidak mencampuri urusan pribadi dalam bisnis mereka.


Mike yang selama ini selalu memantau pergerakan Raf sangat sadar bahwa selama ini sang putra telah banyak menyakiti Menta dengan kehadiran Paula ditengah mereka. Ia menganggap bahwa sikap Menta yang lebih memilih untuk mundur adalah sesuatu yang wajar, terlebih setelah ia mendapatkan laporan dari para sekertaris CEO yang menceritakan bahwa Menta memergoki Raf sedang bermesraan dengan Paula di ruang kerjanya.


Begitu pula dengan Surya, ia menyadari bahwa usia sang putri yang masih sangat muda membuat pola pikirnya masih belum matang dan cenderung labil. Memaksanya bertahan dalam sebuah pernikahan tanpa cinta seperti itu pasti akan tidak baik baginya dan juga sang suami. Oleh sebab itulah kedua pria itu menyerahkan segala keputusannya kepada anak-anak mereka.


"Selamat siang semua, apa kabar?" Sapa sang MC setelah lantunan lagu-lagu hiburan di bawakan oleh band lokal.


"Ya seperti yang kita ketahui bersama, saat ini kita semua sedang berada di acara peluncuran produk cluster-cluster terbaru dari kota satelit besutan Anderson dan juga Putra Angkasa. Sebelum kita melanjutkan acaranya, mari kita dengarkan kata sambutan dari Tuan Mike Anderson dan Tuan Surya Putra Angkasa selaku perwakilan dari tim pengembang" sang MC memberikan waktu dan tempatnya.


"Selamat siang semua, terima kasih karena sudah hadir di acara ini, tidak banyak yang ingin saya sampaikan, hanya saja harapan kami anda bisa puas dengan segala pelayanan yang kami berikan, karena kepuasan anda adalah kepuasan kami juga, terima kasih" kata Mike to the point.


"Selamat siang, terima kasih saya ucapkan kepada semua pelanggan setia yang sampai detik ini selalu mempercayakan seluruh kebutuhan hidup kepada produk-produk kami. Seperti yang tadi tuan Mike sampaikan, bagi kami kepuasan anda semua adalah kebahagiaan untuk kami, oleh sebab itu kami harap anda semua bisa menikmati pelayanan kami dengan penuh kepuasan, terima kasih" Surya juga tidak kalah to the pointnya.


Tidak butuh waktu lama untuk kedua penguasa tersebut berkata-kata, karena bagi mereka produklah yang akan berbicara langsung kepada konsumen.


"Baik, terima kasih untuk kata sambutannya. Nah sekarang kita akan melanjutkan acaranya dengan kembali mendengarkan lagu-lagu hiburan. Adakah dari para tamu undangan yang bersedia menyumbangkan suaranya?" sang MC bertanya kepada para hadirin.


"Mentaaaaa" tiba-tiba Runi berteriak.


"Runi apa-apaan sih!?" yang diteriaki protes.


"Wah nona Menta ya? baik silahkan nona naik ke atas panggung" kata sang MC.


"Sudah sana naik, suara bagus jangan dianggurin aja" Sera mendorong gadis itu.


"Menta, Menta, Menta, Menta" suara-suara semakin riuh saat Menta tidak kunjung naik ke atas panggung.


"Ditungguin tuh" Rachel pun ikut mendorong ke arah panggung.


"Ayo aunty Menta pasti bisa" Gaby menyemangati.


Dengan terpaksa akhirnya Menta naik juga ke atas panggung.


"Oke, nona Menta mau nyanyi apa?" sang MC bertanya.


"Apa ya? sejujurnya tidak tau karena tidak ada persiapan" katanya dengan kikuk.


"Oke, kita punya kumpulan lirik lagu, boleh dipilih kok" kata sang MC.


"Ini sepertinya tidak apa-apa" Menta menunjuk lirik lagu Sam Smith yang berjudul Too good at goodbyes.


"Oke, kalau begitu, mari kita dengarkan lagu dari Sam Smith Too good at goodbyes oleh nona Mentari Putri Angkasa, beri tepuk tangan yang meriah" kata sang MC.


You must think that I'm stupid

__ADS_1


You must think that I'm a fool


You must think that I'm new to this


But I have seen this all before


I'm never gonna let you close to me


Even though you mean the most to me


'Cause every time I open up, it hurts


So I'm never gonna get too close to you


Even when I mean the most to you


In case you go and leave me in the dirt


But every time you hurt me, the less that I cry


And every time you leave me, the quicker these tears dry


And every time you walk out, the less I love you


Baby, we don't stand a chance, it's sad but it's true


I'm way too good at goodbyes


(I'm way too good at goodbyes)


I'm way too good at goodbyes


(I'm way too good at goodbyes)


I know you're thinkin' I'm cold


I'm just protectin' my innocence


I'm just protectin' my soul


I'm never gonna let you close to me


Even though you mean the most to me


'Cause every time I open up, it hurts


So I'm never gonna get too close to you


Even when I mean the most to you


In case you go and leave me in the dirt


But every time you hurt me, the less that I cry


And every time you leave me, the quicker these tears dry


And every time you walk out, the less I love you

__ADS_1


Baby, we don't stand a chance, it's sad but it's true


I'm way too good at goodbyes


(I'm way too good at goodbyes)


I'm way too good at goodbyes


(I'm way too good at goodbyes)


No way that you'll see me cry


(No way that you'll see me cry)


I'm way too good at goodbyes


(I'm way too good at goodbyes)


No


No, no, no, no, no (I'm way too good at goodbyes)


No, no, no, no


No, no, no (I'm way too good at goodbyes)


(No way that you'll see me cry)


Ah-ah-ah (I'm way too good at goodbyes)


'Cause every time you hurt me, the less that I cry


And every time you leave me, the quicker these tears dry


And every time you walk out, the less I love you


Baby, we don't stand a chance, it's sad but it's true


I'm way too good at goodbyes


Suara merdu Menta seolah menghipnotis semua pengunjung yang hadir. Ketika lagu berakhir suara riuh pun terdengar memenuhi area panggung untuk mengapresiasi suara Menta. Gadis itu memang memiliki bakat suara merdu dari sang mama.


"Woahhhh tidak menyangka ya suara nona Menta begitu merdu" kata sang MC.


"Terima kasih" Menta malu-malu.


"Oya ini tadi nyanyinya seperti dari hati sekali loh, apakah ini berdasarkan pengalaman hidup nona?" Sang MC yang melihat kesedihan di wajah Menta saat menyanyi kemudian bertanya.


"Ah tidak kok hahaha" jawab gadis itu.


"Jadi bukan karena pengalaman pribadi ya?" MC mengorek lagi.


"Tidak tidak, saya masih sendiri" karena pernikahannya dengan Raf memang disembunyikan dari publik, maka orang-orang percaya bahwa Menta masih single.


"Berarti masih ada peluang dong buat para pria mengejar nona Menta?" seloroh sang MC.


"Hahahahaha" Menta hanya tertawa.

__ADS_1


"Ya waktu dan tempat dipersilahkan bagi para jomblo yang merasa tampan dan berkompeten untuk mendekati nona Menta hehehehe" canda sang MC lagi yang disambut riuh oleh para pria di depan panggung.


Sementara itu Raf yang berdiri di ujung area acara hanya bisa menatap dengan hati yang sangat sedih. Ia merasa bahwa setiap lirik yang Menta nyanyikan seolah-olah ditujukan kepadanya yang berselingkuh dengan Paula saat mereka sudah menikah.


__ADS_2