Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin

Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin
Iri Sama Runi


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu sejak tragedi masak-memasak olahan jengkol. Meskipun tidak setiap hari Raf dibuat pusing oleh ngidamnya sang istri yang meminta makanan yang aneh-aneh, namun tetap saja ia harus sering-sering mengelus dadanya untuk menahan diri agar tidak terpancing emosi saat Menta berulah, seperti saat ini ketika keluarga besar mereka sedang berkumpul di rumah utama setelah acara resepsi pernikahan Rich dan Runi digelar.


"Dasar pengantin baru, bucinnya bukan main!" Gaby menatap layar ponselnya yang menampilkan gambar Rich dan Runi yang sedang menikmati bulan madu mereka melalui media sosial milik adik sepupunya itu.


"Namanya juga pengantin baru, kita kan dulu juga begitu ma" Dimas mengerlingkan matanya kepada Gaby, membuat ibu tiga anak itu memukul dada sang suami karena merasa malu.


"Runi sangat beruntung ya bisa melepas hartanya pada saat yang tepat" Setiap kali ada yang baru menikah dan melangsungkan bulan madu, istri dari Gide itu memang merasa dejavu. Ia seperti mengingat kembali tragedi malam pengantinnya dan sang suami yang terjadi secara tidak sengaja sebelum mereka resmi menikah akibat ulah jahil Raf dan Rich di malam pengantin Sera dan Gamal.


"Walaupun tidak pada saat yang tepat, yang pentingkan sama orang yang tepat ma" Gide mencoba membuat istrinya tidak galau.


"Benar, aku dulu juga gagal honeymoon karena sedang datang bulan, sudah gitu pake ada acara tragedi salah belah duren pula!" sama halnya dengan Rach, Sera pun merasa iri ketika melihat orang lain bisa menikmati bulan madu mereka tepat waktu tanpa terhalang siklus bulanan atau adanya tragedi salah malam pengantin yang membuat seluruh keluarga menjadi heboh.

__ADS_1


"Tapi kan setelah mama selesai datang bulan papa langsung menggempur mama habis-habisan!" Gamal juga tidak mau istrinya baper hanya karena masa lalu mereka berempat.


"Aku juga sangat iri sama Runi, dua kali aku menikah dua kali juga aku tidak pernah honeymoon!" tatapan Menta kepada suaminya seperti tatapan ingin menguliti hidup-hidup. Sejak hamil Menta memang seperti memiliki kepribadian yang sangat berbeda dari dirinya yang sebelumnya.


"Ma jangan gitu dong,," Raf hanya bisa menelan salivanya mendengar perkataan sang istri yang menohok. Ia memang tidak pernah memikirkan tentang bulan madu sebelumnya, mengingat diawal pernikahan mereka belum ada cinta sama sekali, sementara pernikahan kedua mereka berlangsung disaat keduanya sudah sering melakukan hubungan, jadi Raf menganggap bahwa bulan madu hanyalah sebuah formalitas saja.


"Jangan begitu gimana? kan memang begitu kenyataannya, mama tidak pernah diajak honeymoon sama papa!" gerutu Menta kesal.


"Memangnya mama mau honeymoon juga seperti Runi dan Rich?" akhirnya Raf memberanikan diri bertanya.


"Iya itu, maksud papa babymoon!" gelagapan menjawab perkataan sang istri.

__ADS_1


"Kau ini jadi suami tidak peka sekali sih Raf, seharusnya kau tidak perlu bertanya lagi, langsung eksekusi saja!" Gaby menepuk dengan kesal lengan adiknya yang tidak peka terhadap suara hati sang istri.


"Tau, kasihan sekali kakak iparku punya suami yang lemot begini!" Sera ikut-ikut penimpali perkataan Gaby.


"Cepat atur jadwal babymoon kalian, supaya kakak ipar jadi bahagia!" Rach juga mengompori.


"Baiklah, nanti papa akan atur semuanya, tapi mama janji jangan ngambek lagi ya!?" pria itu berusaha membujuk sang istri.


"Tergantung!" jawab Menta.


"Kok tergantung sih!?" kini Raf yg protes.

__ADS_1


"Ya tergantung papa bisa kasih kejutan yang bikin mama senang atau enggak!" jawab Menta sambil mengangkat bahunya dengan enteng.


"Baiklah, akan papa buktikan nanti!" Raf pun kemudian seperti tercambuk. Meskipun ia tidak yakin apakah kejutannya nanti akan membuat sang istri bisa bahagia atau tidak, namun ia akan berusaha sebaik yang ia bisa agar wanita yang ia cintai merasakan kebahagiaan hidup bersamanya secara lahir dan batin.


__ADS_2