
Untuk mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran buah hati mereka yang ketiga, Raf dan Menta kemudian memutuskan untuk membuat acara syukuran sederhana yang hanya dihadiri oleh keluarga besar dari kedua belah pihak saja.
"Wah senangnya cicit grandma bertambah lagi" grandma Merlyn berkata sambil mengelus perut Menta yang masih rata.
"Raguel mau punya adik ya?" grandma Ruth yang sedang menggendong bayi mungil itu pun bertanya.
"Iya grandma" Menta membantu Raguel menjawab.
"Apa kau memiliki keluhan tertentu selama kehamilanmu ini sayang?" Ananda bertanya kepada satu-satunya menantu perempuannya.
"Hanya sedikit morning sickness saja bun, tapi tidak apa-apa kok" meskipun pada kenyataannya Menta sangat kewalahan jika sedang mengalaminya di pagi hari, namun ia tidak mau membuat semua orang menjadi khawatir.
"Lalu bagaimana dengan Raguel? apa kau masih kuat merawatnya seorang sendiri?" Maya ikut bertanya.
"Terkadang sih agak kerepotan juga kalau aku sedang mual muntah dan kemudian Raguel ingin minum susu atau buang air dalam waktu yang bersamaan" mama dari Raguel itu menjelaskan.
"Apa Raf mau membantumu?" Ayu menatap wajah keponakannya yang terlihat agak sedikit pucat karena kehamilannya yang rewel.
"Kalau sedang di rumah sih dia selalu membantuku menjaga Raguel, tapi kalau lagi di kantor ya aku sendirian" angguk Menta.
"Mama rasa lebih baik kau cari pengasuh saja sayang" Tata sang mama memberi saran.
__ADS_1
"Tapi aku tidak mau menyerahkan anakku kepada pengasuh ma" Menta memang sudah berkomitmen untuk mengasuh putranya seorang diri.
"Kau tidak perlu menyerahkannya seratus persen, mungkin hanya saat kau benar-benar sedang tidak kuat saja" Dini mendukung usul Tata.
"Hemmm begitu ya tante?" Menta mulai berfikir ulang.
"Benar sayang, kalau kau sedang sehat, maka kau bisa mengasuh Raguel sendiri, sementara pengasuhnya bisa mengurusi keperluan Raguel yang lain" Sekar juga setuju dengan usul Tata.
"Baiklah, nanti aku coba deh kalau begitu" akhirnya Menta pun menyetujui usul ketiga ibunya itu.
"Ngomong-ngomong apa kau ada ngidam sesuatu?" Gaby sang ketua geng cucu perempuan keluarga Anderson sangat penasaran.
"Kau benar-benar tidak ingin sesuatu gitu?" Rach menatap heran.
"Tidak" geleng Menta dengan cepat.
"Yahhhh tidak seru ahhhh kalau begitu!" Sera merasa kecewa karena tidak bisa melihat para pria di keluarga Anderson kelabakan akibat permintaan ibu hamil yang sedang ngidam.
"Heyyyy kalian sedang apa? jangan jadi setan yang membisikkan sesuatu hal buruk kepada istriku ya!" Raf menatap ketiga saudara perempuannya dengan tatapan tajam.
"Apa sih kak, orang kami hanya ngobrol biasa saja!" Sera berkilah.
__ADS_1
"Tau, kakak seperti anak perawan yang sedang datang bulan saja, sangat sensitif!" Rach menimpali.
"Yang namanya ibu hamil sedang mengandung dan berbagi kisah dengan saudara iparnya itu wajar Raf, supaya pengetahuannya semakin bertambah!" Gaby sok bijaksana.
"Bagaimana aku tidak sensitif kalau obrolan dan acara berbagi kisahnya kalian bertiga selalu berdampak negatif pada istriku!" pria itu tidak ingin kisah pengalaman ngidam saudara-saudaranya yang parah itu kembali memberikan sang istri inspirasi buruk seperti saat hamil Raguel.
"Papa jangan gitu dong, kan mereka bertiga itu hanya ingin sharing saja!" Menta membela ketiganya.
"Tuh liat kan, gara-gara kalian bertiga, istriku jadi mulai ikut-ikutan!" kata pria itu sambil berkacak pinggang.
"Runi, tolong bawa Menta jauh-jauh dari mereka!" Raf meminta sahabat istrinya itu untuk mengajak sang istri menjauh dari ketiga cucu perempuan Anderson.
"Apa sih Raf, jangan lebay banget deh, Runi kan juga mau ngobrol di sini sama kita! iya kan Runi?" Gaby memberi kode kepada gadis cantik itu.
"Eh apa? iya kak!" Runi terpaksa mengangguk setelah melihat kode dari Gaby.
"Tau, dasar bapak-bapak sensi!" Rach mengangguk.
"Sudah sana pergi gih, kalau di sini cuma ganggu saja, hussss hussss!" Sera mendorong kakak laki-lakinya itu menjauh dari mereka berlima.
Dengan terpaksa Raf pun akhirnya pergi dari mereka. Namun demikian ia seperti masih tidak Rela, karena berdasarkan pengalamannya yang lalu, setelah Menta berkumpul dengan ketiga saudara perempuannya itu, ngidamnya jadi aneh-aneh.
__ADS_1