
Setelah kondisi Tata dan Surya benar-benar pulih dan diperbolehkan pulang ke rumah, semua keluarga besar Putra Angkasa dan Anderson pun akhirnya berkumpul di kediaman Surya.
"Kenapa sih paman Tyo jahat sekali sama keluarga kita?" Menta terisak saat mendengarkan penjelasan Surya tentang kronologis penculikan yang menimpanya.
"Sayang" Raf menggenggam erat tangan Menta untuk menenangkannya.
"Jadi kalian saat itu dihadang di jalan sepi, lalu dibawa ke gudang bawah tanah yang biasa dipakai untuk menyekap korban perdagangan manusia?" Mike memicingkan matanya, meskipun sudah mendengar kronologisnya secara lengkap dari pihak kepolisian, namun pria itu masih saja tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh Tyo.
"Benar, ternyata selama ini Tyo bekerja sebagai kaki tangan seorang mafia kelas kakap yang memperjual-belikan organ manusia secara ilegal. Makanya ia bisa membuat skenario hebat yang menunjukkan seolah-olah kami ini meninggal karena kecelakaan tunggal dengan kondisi luka parah dan tidak bisa dikenali lagi" angguk Surya.
"Mereka benar-benar gila, ini diluar nalar pikiranku!" Ron tidak habis pikir.
"Sindikat mereka sangat besar, bahkan ada oknum-oknum tertentu yang sudah menyusup di instansi berwenang dengan jabatan yang cukup berpengaruh, sehingga mereka bisa dengan leluasa memalsukan hasil visum et repertum para korban" George geleng-geleng kepala.
"Bodohnya aku, kenapa saat itu tidak memastikan kembali apakah benar itu jasad tuan atau bukan!" Adhi merasa kecolongan dengan tragedi ini.
"Benar, seharusnya saat itu kita cek lagi jasad yang ada di dalam peti!" Hendro juga merasa sangat bodoh.
__ADS_1
"Kalian pasti tidak akan menduga ini semua, mereka melakukannya begitu rapi, setiap korban dicari yang semirip mungkin dengan kami berempat, lalu pakaian kami ditukar dan kemudian mereka mendorong mobilku ke dasar jurang agar seolah-olah terlihat bahwa kami kecelakaan tunggal karena kelalaian supirku sendiri! aku saja tidak bisa habis pikir!" Surya menarik nafasnya dengan berat.
"Untungnya supir pribadiku saat itu begitu tangguh sehingga ia bisa bertahan melawan para penjahat itu saat hendak kabur dan akhirnya berhasil mecahkan kejahatan ini!" Surya sangat berterima kasih kepada anak buahnya itu.
"Tapi mama Ami tidak bertahan hiks hiks" Tata kembali merasa berduka menyaksikan bagaimana sang ibu mertua yang harus meninggal di tempat penyekapan mereka.
"Sayang tenanglah" Surya memeluk sang istri yang tidak pernah berhenti menangis jika mengenang sang ibu mertua.
"Kita harus kawal kasus ini sampai tuntas!" Ron mengepalkan tinjunya.
"Aku sudah meminta tim pengacara Anderson untuk mendampingi tim pengacara Putra Angkasa menangani kasus ini" George berkata.
"Terima kasih atas segala bantuannya" Surya sangat terharu dengan solidaritas yang ditunjukkan oleh keluarga besar besannya itu.
"Oya ma, pa, boleh ya malam ini Menta tidur bersama kalian?" Rasa rindu yang teramat sangat membuat Menta tidak ingin jauh-jauh dari kedua orang tuanya.
"Lalu bagaimana dengan suamimu?" Tata menatap wajah putrinya dengan lekat.
__ADS_1
"Kak boleh kan?" Menta memberi kode kepada Raf agar diijinkan.
"Tentu saja boleh" angguk pria tampan itu dengan senyum, meskipun sesungguhnya dia tidak ingin tidur sendirian lagi seperti saat masih bujangan, namun tidak mungkin juga ia bilang tidak di depan semu orang.
"Bas juga mau tidur bersama mama dan papa!" remaja itu pun tidak mau kalah.
"Baiklah, kalau begitu nanti malam kita tidur berempat!" Tata yang juga sangat merindukan anak-anaknya setuju.
"Aku sangat senang akhirnya Menta bisa tersenyum ceria lagi" Ananda ikut bahagia saat melihat raut ceria di wajah sang menantu.
"Sekarang Menta sudah bukan yatim piatu lagi deh" Ayu berkata dengan girang, ia yang sejak kecil sudah tidak punya orang tua sangat paham rasanya hidup sendiri saat menjadi yatim piatu.
"Semoga kedepannya semua akan baik-baik saja ya" Maya berdoa dengan tulus.
"Amin, pastinya jika Tyo sudah di penjara lagi semua akan aman dan baik-baik saja" Dini mengangguk.
"Benar, sejak dulu pria itu selalu saja jadi biang onar" Sekar sangat membenci Tyo.
__ADS_1
Hari itu suka cita yang amat besar memenuhi dua keluarga besar kerajaan bisnis itu. Mereka sangat bersyukur karena Surya dan Tata ternyata bisa lolos dari tindakan kriminal yang di lakukan oleh Tyo, meskipun pada akhirnya grandma Ami atau mama dari Surya tidak bisa selamat karena serangan jantung yang di deritanya saat mengalami tekanan mental di dalam gudang bawah tanah. Demi menguasai harta keluarga Putra Angkasa, Tyo rela membuat skenario licik yang mengorbankan keluaga sang adik.