
Satu minggu telah berlalu, kini Menta dan Runi sudah menetap bersama Raf dan Rich serta dua karyawan dari perusahaan Putra Angkasa di paviliun desa yang sengaja disewa untuk kepentingan proyek pembangunan fasilitas hiburan dan villa yang akan dibangun oleh perusahaan Anderson dan Putra Angkasa.
"Selamat pagi" Raf menyapa sang istri dan Runi yang sedang sibuk memasak di dapur saat akhir pekan tiba.
"Selamat pagi" jawab keduanya serentak.
"Kalian sedang masak apa?" tanya pria tampan itu sambil mengendusi leher Menta dan merangkul pinggang istrinya dengan sangat romantis.
"Soto" jawab Runi sambil meracik bumbunya.
"Wah pasti enak sekali" meskipun kedua wanita itu terlahir dari keluarga berada, namun mereka terbiasa membantu sang mama memasak dari kecil, sehingga kemampuan memasaknya sudah terasah dan tidak diragukan lagi.
"Kak lepaskan dulu" Menta yang terus saja dipeluk oleh suaminya protes.
"Tapi aku kan masih kangen" lima tahun berpisah memang membuat pria itu seperti merasa haus kasih sayang dari sang istri.
"Tapikan ada Runi, tidak malu apa?" masih berusaha melepaskan diri.
"Iya iya, baiklah" pada akhirnya mengalah dan melepaskan pelukannya.
Sementara Runi yang melihat interaksi keduanya hanya bisa tertawa karena mereka begit romantis. Meskipun Menta belum mengatakan perasaan cintanya kepada Raf, namun dari bahasa tubuhnya Menta sudah terlihat sangat nyaman dengan keberadaan pria itu.
..........
"Permisi" suara dari halaman depan terdengar saat penghuni rumah sedang berada di ruang TV setelah mereka semua makan bersama.
"Iya sebentar" Menta berjalan menuju halaman depan untuk melihat siapa yang datang.
"Hai Menta" suara seorang pria menyapa saat melihat Menta berjalan mendekatinya.
"Kak Noah!?" Menta terkejut saat melihat pria yang menyapanya adalah Noah.
"Apa kabar? aku sangat merindukanmu Menta!" Noah langsung memeluk Menta tanpa permisi.
"Kabar baik kak" yang dipeluk menjadi kikuk dan berusaha segera melepaskan diri, ia khawatir jika sampai Raf melihatnya dan menjadi salah paham.
__ADS_1
"Sayang siap yang datang?" sepersekian detik setelah Menta lepas dari pelukan Noah, Raf pun memghampiri mereka di halaman depan.
"Kak Raf" Menta langsung terserang panik melihat Raf tiba-tiba muncul.
"Ada siapa sayang, kenapa tidak disuruh masuk?" Raf kemudian meraih pinggang Menta sambil mencoba mengingat-ingat wajah tamunya.
"Ini kak Noah, kakaknya Nora" Menta mencoba menetralisir rasa paniknya.
"Ohhhh, ya aku ingat, dia yang waktu Nora ulang tahun mau mengantarmu pulang ya?" Raf mulai mengingatnya.
"Iya" angguk Menta ketika melihat ekspresi Raf yang biasa saja.
"Menta, kenapa dia ada disini!?" Noah tidak bisa menutupi rasa bencinya terhadap Raf.
"Maaf, memangnya ada yang salah jika aku disini?" Raf yang sudah tau jika Noah mengincar Menta sejak dulu mencoba mengendalikan diri agar tidak terserang cemburu buta.
"Kau!?" Noah seperti singa yang melihat mangsanya.
"Menta jelaskan padaku ada apa ini sebenarnya!?" pria yang berprofesi seorang dokter itu menunggu penjelasan dari wanita yang disukainya.
"Aku ini suaminya, jadi wajar saja kalau aku tinggal disini bersama istriku!" Raf berkata dengan tenang sambil mempererat pelukannya di pinggang sang istri sebagai tanda kepemilikan.
"Kami rujuk kembali kak, aku dan kak Raf mencoba untuk kembali memperbaiki hubungan kami" pada akhirnya Menta mengakui bahwa dirinya memang mau mencoba bersama Raf kembali.
"Tidak mungkin!" katanya sambil menggelengkan kepala.
"Apanya yang tidak mungkin? kami tidak pernah bercerai, baik secara agama maupun negara kami masih sah sebagai pasangan suami istri!" Raf sangat senang karena Menta lebih memilihnya ketimbang Noah.
"Menta apa kau lupa dengan segala perbuatannya kepadamu dimasa lalu? apa kau tidak ingat dia lebih memilih wanita lain dan mencampakkanmu!?" Noah menunjuk wajah Raf.
"Kak Noah,," Menta memasang badan untuk Raf.
"Menta ada apa?" Runi dan Rich yang mendengar keributan langsung keluar rumah.
"Apa kau lupa kalau dia telah membuatmu berjuang seorang diri melalui masa-masa sulit kehamilanmu dulu!? dimana dia saat kau kritis karena melahirkan diusia muda dan harus kehilangan anakmu!?" pria itu seperti kesetanan.
__ADS_1
"Sayang!?" Raf seperti tersambar petir saat mendengar perkataan Noah.
"Cukup kak Noah!" Menta juga ikut histeris saat Noah mengungkit masa lalunya yang sudah ingin ia lupakan.
"Kak Noah cukup!" Runi mencoba menghentikan Noah.
"Sadarlah Menta, dia itu brengsek, dia pria bajingan yang tidak berhak mendapatkan kesempatan kedua!" intonasi suara Noah sangat tinggi.
"Cukupppppp!!!" dokter cantik itu berteriak sekuatnya sebelum akhirnya jatuh terkulai.
"Sayangggg" Raf yang masih mencerna semuanya menjadi semakin terkejut ketika melihat Menta pingsan.
"Menta" Runi sama terkejutnya dengan Raf.
"Menta" Noah mendekati Menta.
"Jangan sentuh istriku!" Raf langsung menggendong Menta dan masuk ke dalam kamar.
"Menta!" Noah hendak mengikuti langkah Raf namun Runi mencegahnya.
"Cukup kak, aku mohon pulanglah, jangan memperkeruh keadaan!" Runi menasehati Noah.
"Tapi Menta!?" masih belum bisa menerima keadaan.
"Mereka sudah bahagia, Kak Raf sudah berubah, Menta pun sudah bahagia. Menyerahlah kak, selama ini Menta hanya menganggapmu seorang kakak saja, tidak lebih. Kak Noah juga tau itukan!?" Runi menatap tajam pria tampan dihadapannya.
"Aku,," Noah sesungguhnya menyadari itu semua, bahwa selama ini Menta tidak pernah menaruh hati padanya. Meskipun tidak pernah bilang, namun hati Menta hanyalah milik Raf seorang.
"Aku mohon" Runi menangkupkan kedua telapak tangannya di dada, sementara Rich yang berdiri di sebelah gadis itu bersiap jika sampai Noah berbuat nekad.
"Hufffffff" dengan berat hati Noah pun akhirnya pergi dan menyerah tanpa perlawanan.
.........................
Holaaaaa,, yuhuuuu...
__ADS_1
Siapa yang penasaran dengan masa lalu Menta selama di luar negeri? yuk yang kepo mari merapat... Jangan lupa buat support terus melalui like, komen, vote, favorite, hadiah dan share biar Rosi semakin semangat heheheh...
Happy reading guyssss...