
"Sayang kau sedang apa?" Raf duduk di samping sang istri saat ibu hamil itu menatap layar ponselnya dengan sangat fokus tanpa berkedip sekali pun.
"Aku ingin makan belut goreng" jawabnya sambil menyodorkan ponselnya ke arah sang suami. Saat itu dirinya kebetulan sedang menonton sebuah video blog tentang home industri yang memproduksi makanan tersebut.
"Belut goreng!?" pria itu otomatis langsung teringat pada kejadian bertahun-tahun silam saat Sera sang adik sedang mengandung Syeba.
"Iya, gara-gara kemarin aku dengar ceritanya Sera" angguk sang istri.
"Kalau begitu aku pesankan online ya, ada keripik belut enak loh disekitar sini" Raf mencari akal supaya sang istri tidak meminta yang aneh-aneh seperti kemarin.
"Tidak mau, aku maunya belut yang langsung ditangkap sendiri lalu kemudian baru digoreng, jadi masih hangat dan fresh" menggeleng dengan keras.
"Tapi dimana ada belut sayang?" benar saja dugaan pria itu, istrinya memang meminta yang aneh-aneh karena obrolannya dengan ketiga saudara perempuannya kemarin.
"Disini kan banyak sawah, pasti banyak belut disana!" Menta menjawab.
"Baiklah nanti aku minta tolong kepada Haris dan Burhan untuk mebayar warga yang bisa mencarikannya.
"Tidak mau, aku maunya kau yang mencari, ini kan anakmu, jadi kau yang harus menafkahinya!" Menta mulai mode ngambek.
"A aku!?" wajah Raf langsung pias seketika.
"Kenapa, tidak mau? ya sudah aku tidak mau makan saja kalau begitu!" ibu hamil itu langsung beranjak dari dalam kamar.
"Hey sayang jangan ngambek dong!" Raf mengejar sang istri.
"Awas ah jangan dekat-dekat!" Menta menepis tangan Raf yang menahannya.
__ADS_1
"Kalian kenapa?" Grandma Ruth yang sedang duduk di ruang TV dan melihat suami istri itu berdebat langsung bertanya.
"Menta ngambek grandma" kata Raf meminta pertolongan.
"Kenapa ngambek?" tanya Grandma Merlyn yang ada di sebelah grandma Ruth.
"Dia mau belut goreng" jawab Raf.
"Ya sudah belikanlah!" sang grandma berkata.
"Tapi maunya yang masih fresh habis dari sawah" kata pria itu lagi.
"Kalau begitu carilah!" sejak dahulu duo grandma memang selalu mendukung cucu-cucunya yang sedang hamil dan mengidam.
"Tapi aku kan tidak tau bagaimana caranya dan belum pernah mencari belut sebelumnya!" bukannya dibela Raf malah merasa semakin terpojok.
"Benar, lagian kan semakin banyak yang turun ke sawah akan semakin seru seperti kemarin!" grandma Ruth malah merasa ini akan menjadi hiburan seru.
Sementara pria pria yang sedang dibicarakan oleh duo grandma hanya bisa pasrah menerima nasib mereka. Meskipun dengan berat hati tapi pada akhirnya mereka lagi-lagi terjun langsung ke lapangan demi bibit unggul dua kerajaan bisnis itu. Dengan dibantu oleh warga yang biasa bekerja mencari belut di sawah, mereka semua pun akhirnya melakukan tugas mulia tersebut.
..........
"Hey kalau jalan lihat lihat dong, lumpurnya nyepret semua nih dicelanaku!" Mike mengomel kepada sang adik.
"Kan tidak sengaja, kau ini sok bersih sekali sih!" Ron yang diomeli berseloroh tidak peduli dan tetap berjalan dengan cipratan-cipratan lumpur yang mengenai celana kakaknya itu.
"Dasar menyebalkan!" Mike memaki.
__ADS_1
"Brisik!" jawab Ron dengan mode cueknya.
"Dimas masukan umpannya ke dalam lubang" George memberi instruksi, ia yang sudah tau kalau Mike dan Ron pasti akan ribut akhirnya lebih memilih untuk bekerja sama dengan Dimas saja demi mendapatkan hasil yang maksimal.
"Iya Om" jawab suami dari Gaby itu dengan patuh.
"Heyyy umpanku dimakan" Gamal melonjak girang.
"Ayo tarik yang kuat!" Gide membantu sang kakak menarik alat pancingnya.
"Woahhhhh besar sekali" kedua putra George mengangkat hasil pancingan mereka.
"Pegang yang benar dong, gimana sih kau ini, kan belutnya jadi kabur lagi!" Raf memarahi Rich yang membuat hasil tangkapan mereka lolos.
"Ya kan aku geli megangnya!" Rich merasa jijik dengan permukaan kulit belut yang licin.
"Wohoooo,,, Adhi, tolong, ini bagaimana!" Surya bergidik melihat wujud hewan itu.
"Sebentar tuan" Adhi sendiri pun ngeri-ngeri menyentuhnya.
"Heeyyyyy, hampir saja lepas!" Hendro menangkap belut dari tangan Adhi.
Kegaduhan lagi-lagi terjadi karena ngidamnya ibu hamil dari dua keluarga kerajaan bisnis itu. Demi sang bayi semua orang pun rela bersusah payah mencari belut di sawah dan menjadi tontonan warga seperti hari sebelumnya.
..........................
Holaaa,,,, terima kasih ya buat yang masih setia sama kisah Raf dan Menta.. Dan buat yang sudah kasih saran, Rosi tampung dulu ya, nanti next episode akan di mix and match dengan ceritanya...Jangan lupa buat dukung terus melalui like, komen, hadiah, vote, favorit, share dan follow semua kisah Rosi...
__ADS_1
Happy reading guyssss...