Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin

Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin
Ide Nora


__ADS_3

Hari-hari berjalan begitu cepat, kini Menta, Runi dan Tia sedang disibukkan dengan persiapan pernikahan Nora. Sebagai sahabat masa SMA, Menta dan Runi serta Ray memang didaulat sebagai bridesmaid sang calon pengantin, sehingga mereka cukup sibuk dengan acara bridal shower untuk sahabatnya itu. Sementara Tia sang calon kakak ipar juga disibukan karena selalu diminta untuk mendampingi Noah dalam segala urusan keluarganya.


"Kenapa ini terbuka sekali sih, aku jadi malu" Tia yang sedang mencoba gaun pestanya menjadi salah tingkah.


"Ihhhh kakak ipar, apanya yang terbuka sih, ini tuh namanya model sabrina, memang begini potongannya" Nora menjelaskan kepada Tia.


"Tapi apa tidak terlalu vulgar?" kata gadis itu, padahal bajunya cukup sopan dan tidak terbuka sama sekali.


"Ini tidak vulgar kok, kalau kau hadir ke pesta di gedung-gedung mewah, ini tergolong sangat tertutup" Sera yang menjadi designernya meyakinkan gadis itu.


"Mulai sekarang kau harus terbiasa dengan semua ini, nanti kalau kau menikah dengan kak Noah, kau pasti akan sering mengenakan gaun-gaun begini untuk pesta" Menta paham jika Tia belum terbiasa dengan gaya hidup glamor dikalangan konglomerat.


"Atau kau mau tukeran sama punyaku?" Runi yang memakain gaun dengan model one shoulder menggodanya.


"Itu malah lebih terbuka lagi" kata Tia kemudian.


"Nah ya sudah, kalau begitu mendingan yang itu kan?" kata Runi kemudian sambil menatap gaunnya sendiri didepan cermin.


"Atau mending kakak ipar pakai yang ini saja bagaimana? jadi kita besok hari H kembaran?" Nora menyodorkan gaun pengantin yang ada di dekatnya.


"Sayang kau setuju tidak kalau kita menikah bareng sama kak Noah dan kak Tia?" Nora menatap calon suaminya yang sejak tadi mendengarkan interaksi para wanita di dalam butik milik Sera tersebut dalam diam.


"Why not?!" jawab pria itu dengan santai.

__ADS_1


"Nah ya sudah, kalau begitu sekalian saja kau dan Nora menikah bersama!" Sera berseloroh.


"Ahhhhh aku setuju, begitu lebih baik, ya sudah kau pakai yang ini saja, cepat di coba!" Menta langsung mengambil gaun pengantin dari tangan Nora dan menyodorkannya kepada sang sepupu.


"Apaan sih? kalian kenapa aneh-aneh saja idenya!" Tia menolak.


"Halo kak, kau sedang dimana?" tiba-tiba Nora melakukan panggilan video kepada Noah.


"Aku sedang di rumah sakit, ada apa?" jawab Noah.


"Kak, kalau nanti kita menikah bareng, kau setuju tidak?" sang adik langsung saja nyeletuk.


"Nora!" Tia yang terkejut langsung menutup mulut calon adik iparnya dengan telapak tangan.


"Kak jadi bagaimana? kau setuju tidak kalau kita menikah pada hari yang sama?" tanya Nora lagi kepada Noah.


"Aku sih mau-mau saja, tapi Tia mau tidak?" Noah takut calon istrinya tidak setuju.


"Kau tenang saja kak, kami pastikan Tia akan setuju" Runi tiba-tiba muncul didepan layar.


"Lihatlah, ini gaun pengantinnya, nanti kak Sera yang akan membantu Tia untuk persiapannya lebih lanjut" kata Menta sambil menunjukkan gaun yang tadi ia rebut dari Nora.


"Wahhh cantik sekali, pasti kalau Tia yang pakai akan sangat cantik!" Noah memuji gaunnya.

__ADS_1


"Nah berarti kau sudah setuju ya kita menikah bareng?!" Nora sangat bersemangat.


"Tentu saja!" angguk Noah dengan yakin.


"Eh tapi calon suamimu memangnya setuju?" tanya Noah lagi.


"Aku setuju kak!" teriak calon suami Nora.


"Ohhh oke, kalau begitu!" Noah jadi bersemangat.


"Oke kalau begitu, nanti malam kita diskusikan lebih lanjut ya kak, bye!" tanpa menunggu persetujuan Tia, Nora langsung saja memutuskan.


"Sudah deal ya kakak iparku sayang!" Nora tersenyum penuh kemenangan.


"Noraaaaa!" Tia yang tidak punya daya hanya bisa pasrah.


"Tenang saja, nanti aku akan bantu bilang sama mama dan papa, mereka pasti senang kok!" Menta menepuk bahu gadis lugu itu.


"Iya, keluarga besar kita pasti dukung semua kok!" Runi pun mencoba meyakinkan Tia.


"Sudah sana cepat dicoba gaunnya, biar aku bisa bantu rapikan kalau masih ada yang kurang bagus" Sera kemudian membantu Tia mencoba gaun putih berbetuk petikut yang tadi dipilih oleh Nora untuk kakak iparnya itu.


Pada akhirnya Tia yang tidak punya kuasa apapun hanya bisa pasrah dan mengikuti kemauan mereka semua. Hanya satu hal yang dia yakin yaitu niat mereka semua adalah yang terbaik bagi dirinya dan juga Noah.

__ADS_1


__ADS_2