
"Halo semua" Raf menyapa keluarga besarnya saat mereka sudah tiba di rumah utama dengan senyum mengembang di wajahnya.
"Sayang kau sudah pulang?" Ananda menyambut Raf.
"Iya bun" kemudian memeluk erat dan mengecup pipi sang bunda.
"Bagaimana perjalanannya?" Ayu bertanya.
"Sangat menyenangkan mom" kini giliran Ayu yang di peluk dan di cium.
"Sudah makan belum? kalau belum biar tante siapkan" Maya memang selalu memperhatikan makanan untuk pria yang sudah ia anggap seperti anaknya sendiri itu.
"Sudah tanteku sayang, terima kasih ya" pria itu tak lupa memeluk dan mencium Maya juga.
"Uncle Raf!" 3D atau Dive, Dicto dan Dros yang baru muncul dari taman belakang langsung berhamburan kearah pria tampan itu.
"Holaaa jagoan-jagoan uncle!" pria itu pun memeluk mereka bertiga langsung secara bersamaan.
"Uncle Rich mana uncle?" Dive bertanya.
"Masih memarkirkan mobil" jawab Raf.
"Uncle lelah ya?" tanya Dros.
"Tentu saja, kan perjalanannya empat jam lebih" jawabnya sambil mengangguk.
"Kalau begitu uncle istirahat saja dulu" Dicto sok menasehati.
"Oke, kalau begitu uncle ke kamar dulu ya buat mandi dan ganti pakaian" setelah mengelus-elus kepala tiga keponakannya, ia pun berjalan menuju kamarnya.
"Dudududu,, lalalalala.." senandung riang terdengar dari mulut Raf sepanjang jalan menuju kamar.
"Tumben sekali dia terlihat bahagia" Gaby yang biasanya melihat Raf selalu murung sangat heran.
"Jangan-jangan dia kesambet setan dari desa lagi!" seloroh Sera.
"Atau disantet dukun desa?" Rach menimpali.
"Tetottttt kalian berdua salah!" Rich yang melihat semua orang heran dengan perubahan sikap Raf langsung ikut nimbrung.
"Lalu dia kenapa?" Ayu yang penasaran bertanya kepada putranya.
"Dia bertemu pawangnya di sana mom!" jawab pria itu.
"Pawang!?" semua spontan berseru.
"Sebenarnya ada apa Rich?" Ananda meminta penjelasan.
__ADS_1
"Dia bertemu pujaan hatinya disana, makanya dia begitu bun!" Rich masih memainkan teka-tekinya.
"Pujaan hatinya? maksudnya dia bertemu gadis baru yang bisa memikat hatinya?" Maya memperjelas.
"Jadi dia sudah melupakan Menta?" Gaby masih belum paham.
"Tidak mungkinlah dia bersama gadis baru dan lupa sama Menta!" Rich tersenyum jahil karena merasa seru melihat keluarga besarnya penasaran.
"Lalu dia kenapa?" Sera bingung.
"Kau ini kalau bicara yang jelas kenapa sih! sudah kelakuan tidak jelas, ngomong juga tidak jelas!" Rach mengomeli kembarannya.
"Jadi gini, saat kami tiba disana, Raf mengalami sedikit luka dibagian tangannya, lalu kami pergi ke puskesmas terdekat, ternyata sampai sana yang menjadi dokter prakteknya adalah Menta!" akhirnya Rich menjelaskan secara detail.
"Menta!?" semua terperanga.
"Iya, Menta!" angguknya.
"Jadi Raf dan Menta sudah kembali bertemu!?" Ananda berkaca-kaca.
"Iya bun, nah sejak saat itulah Raf berubah kembali menjadi lebih ceria!" angguk Raf.
"Lalu dimana dia sekarang?" tanya Ayu penasaran.
"Menta ya masih di desa itu lah mom!" jawab Rich dengan santai.
"Kenapa tidak diajak kesini!?" Maya geregetan.
"Kalau begitu antarkan bunda sekarang kesana, bunda ingin bertemu Menta!" Ananda seperti menemukan oase ditengah gurun pasir yang membuatnya dehidrasi selama bertahun-tahun.
"Bunda mau kemana? lalu kenapa ayah seperti mendengar nama Menta disebut-sebut?" Mike yang baru saja selesai meeting dengan Ron dan George di ruang kerja bertanya.
"Ayah, barusan Rich bilang kalau Raf sudah bertemu dengan Menta di desa, dan tadi pas pulang Raf terlihat sangat ceria!" Ananda bercerita kepada suaminya.
"Lalu?" Mike memicingkan mata.
"Kok lalu, ya bunda mau ke desa jemput Menta yah, bunda mau bawa dia pulang ke rumah kita!" katanya dengan semangat.
"Bun, dengarkan ayah ya, kita jangan lagi ikut campur urusan hati mereka, sudah cukup kita menjadi penonton saja, toh mereka sudah dewasa, biar waktu yang menjawab!" Mike berusaha bijak.
"Tapi yah!?" Ananda masih belum terima.
"Apa bunda tidak percaya sama strategi ayah dan tuan Surya?" Mike mengangkat alisnya sambil merangkul pinggang sang istri dengan mesra.
"Maksud ayah?" Ananda bingung.
"Memangnya bunda pikir kebetulan macam apa yang bisa mempertemukan mereka disana hemmm?" Mike menarik dagu Ananda.
__ADS_1
"Jadi ini semua ayah yang mengatur?" sang istri terkejut.
"Tentu saja, ayah kan tidak mau keturunan ayah menjadi orang gila, makanya ayah bekerja sama dengan tuan Surya membuat 'kebetulan' ini!" jelas Mike.
"Tapi kok bisa?!" tanya nya dengan penuh penasaran.
"Memangnya bunda lupa siapa suamimu ini hemmm? ditambah lagi besan kita sekelas tuan Surya, hal seperti ini sih kami hanya tinggal menjentikkan jari saja sudah pasti beres!" Mike sedikit jumawa.
"Cepat ceritakan apa yang sebenarnya terjadi yah!?" Ananda dibuat penasaran sekali.
"Jadi selama ini ayah dan tuan Surya sesungguhnya tidak pernah mengurus surat perceraian Raf dan Menta, ditambah Menta yang sudah sibuk kuliah, dan Raf yang frustasi, maka status mereka pun sampai detik ini masih menggantung begitu saja!" Mike mulai menjelaskan.
"Jadi mereka sesungguhnya belum resmi bercerai?" Ananda kembali dibuat terkejut. Selama ia menikah dengan Mike, pria itu memang selalu memperlakukan sang istri layaknya ratu yang tidak pernah dibebankan urusan surat menyurat yang bisa dikerjakan oleh tim pengacara Anderson.
"Yapppp" angguk Mike.
"Tuan Surya pernah bercerita bahwa dulu ia dan Tata nyaris saja bercerai karena kesalahpahaman, namun tuan Surya yang masih tidak rela kehilangan sang istri akhirnya menggantungkan status mereka begitu saja tanpa bercerai, kemudian saat tau bahwa ternyata Tata mengandung anaknya yang tidak lain adalah Menta, maka tuan Surya pun mengajak sang istri kembali rujuk!" Mike membagi ceritanya.
"Lalu!?" Ananda menuntut cerita.
"Lalu kami pun akhirnya sepakat untuk menggantungkan status mereka, toh selagi mereka sama-sama belum memiliki pasangan baru, artinya peluang untuk rujuk bisa terbuka sangat lebar kan?" Mike mengecup pipi Ananda.
"Ayahhhh aku semakin mencintaimu" Ananda memeluk suaminya dengan erat.
"Berarti nanti malam kasih bonus ya?" goda Mike sambil mengerlingkan matanya.
"Ihhhh lupa umur ya? tidak malu dilihat cucu-cucumu!?" Ananda menepuk dada sang suami, sementara yang ditepuk hanya terkekeh geli.
"Eh tapi tunggu, lalu bagaimana bisa ayah mengatur Raf dan Menta bertemu di desa?" tanya sang istri lagi.
"Setelah menempuh kuliah kedokteran, Menta kan memang berniat untuk mengabdikan dirinya di pelosok desa, nah lalu tuan Surya pun mulai mengatur strategi agar seolah-olah Menta dan Raf saling bertemu secara tidak sengaja. Kami meminta orang dalam untuk menempatkan Menta di lokasi yang nantinya memang akan menjadi proyek baru kita bun!" Mike lagi-lagi mengecup pipi sang istri.
"Ohhhhhhh" Ananda yang kagum akan ide cemerlang Mike dan Surya hanya bisa mengangguk-anggukan kepalanya.
"Nahhhh yang sebenarnya kebetulan itu adalah saat Raf jatuh terluka lalu dibawa ke puskesmas dan bertemu Menta disana, karena sesungguhnya jika sesuai dengan Rencana kami, Mereka itu baru akan bertemu saat nanti peresmian pembangunan dilakukan!" Mike juga sempat terkejut ketika mendapatkan laporan dari anak buahnya jika Raf dan Menta sudah bertemu lebih dulu dari rencana aslinya.
"Wahhhh kalau jodoh ternyata memang akan bertemu kembali ya" Ananda sangat bahagia.
"Makanya sekarang bunda tenang ya, biarkan mereka berproses secara alami, kita kan sudah berusaha semaksimal yang kita bisa, sisanya serahkan sama Raf, biar dia yang berjuang mengejar cintanya itu!" Mike mengelus rambut Ananda.
"Baiklah" angguk sang nyonya besar itu bahagia.
Suasana heboh pun kemudian terjadi di kelaurga besar itu setelah Mike menceritakan rencananya bersama Surya sang besan.
.............
Halo, terima kasih ya sahabat sudah tetap setia menunggu updatean Menta dan Surya.. Jangan lupa dukung terus melalui Like, komen, hadiah, favorit, share dan vote (mumpung hari senin nih dapet vote baru heheheheh)
__ADS_1
Hapyy reading all...
Luv Luv...