Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin

Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin
Hadiah Pernikahan


__ADS_3

Setelah pesta pernikahan berlangsung dan seluruh tamu undangan sudah pulang, semua keluarga besar Putra Angkasa sengaja berkumpul untuk memberikan hadiah kepada Tia dan Noah.


"Tia, Noah, selamat atas pernikahan kalian ya. Kami sebagai keluarga turut berbahagia melihat kalian bisa bersatu untuk membangun rumah tangga. Mulai saat ini dan sampai selamanya semoga kalian bisa terus hidup bahagia. Dan untuk Noah, selamat datang di keluarga Putra Angkasa, kini kau resmi menjadi bagian dari keluarga besar kami, seperti halnya Raf dan juga Rich" Surya membuka obrolan.


"Saya juga ingin berterima kasih om, karena keluarga besar Putra Angkasa sudah mau mendukung dan membantu segala persiapan pernikahan yang serba mendadak ini dan berlapang dada menerima saya yang bukan siapa-siapa menjadi menantu di keluarga Putra Angkasa" kata Noah.


"Sama-sama, oya ini ada beberapa titipan dari keluarga yang lain, khususnya keluarga besar Anderson yang selama ini sudah menjadi bagian keluarga kita juga. Mereka menitipkan ini sebagai hadiah pernikahan untuk kalian" Surya kemudian menyodorkan sebuah kartu debit dan buku tabungan dari bank Anderson atas nama Tia dan Noah dengan total nominal tabungan adalah 10M.


"Ini hadiah pernikahan untuk kami? tapi kenapa banyak sekali? ini terlalu berlebihan kami tidak pantas menerimanya!" Tia yang terbiasa hidup sederhana di kampung sungguh tidak paham jika uang sebanyak itu tidak terlalu besar untuk ukuran keluarga konglomerat.


"Jangan ditolak Tia, ini semua adalah bentuk ketulusan dari orang-orang yang menyayangimu, lagi pula ini tidak seberapa, jumlahnya jadi banyak karena mereka semua mengumpulkannya menjadi satu!" kata Menta.


"Benar, dibagian belakangnya ada detail mana orang-orang yang memberikannya, kalau kau menolaknya, artinya kau menolak mereka semua sebagai bagian dari keluargamu!" angguk Raf mewakili keluarga Anderson.

__ADS_1


"Lihatlah detailnya supaya kau bisa melihat betapa tulusnya mereka kepada kalian nak!" Tata menyodorkan daftar para pemberi hadiah. Mike dan Ron masing-masing memberi 2M, sementara George, Raf, Rich, Dimas, Gamal dan Gide masing-masing memberi 1M, sehingga total keseluruhan adalah 10M.


"Nah kalau ini adalah dari keluarga Putra Angkasa" kemudian Surya menyodorkan kartu debit dan buku tabungan atas nama kedua mempelai dari bank Putra Angkasa kepada sang keponakan.


"5M?" lagi-lagi Tia terkejut dengan nominalnya.


"Kalau ini dari om Surya, om Hendro, om Adhi, Raf dan Rich, masing-masing kami 1M" jelas Tata.


"Loh kan kak Raf dan kak Rich sudah tadi?" Tia kembali dibuat terkejut.


"Pokoknya kau harus terima ya, kalau tidak nanti kami ngambek loh!" Runi mengancam.


"Kemudian ini ada sertifikat Rumah, kunci mobil, dan juga tabungan dari om Surya dan tante Tata. Oya maaf ya namanya hanya pakai nama Tia saja, karena ini sesungguh sudah dipersiapkan sejak awal Tia datang saat belum bertemu dengan Noah, tapi waktu itu kan Tia menolaknya, jadi kami menunggu momen yang tepat untuk memberikannya lagi" Tata sang tante kemudian menyodorkan semua berkas dan kunci kepada keponakannya.

__ADS_1


"Nah ini yang terakhir, hadiah dari Raguel dan Raziel untuk tante Tia yang cantik kesayangan mereka, jangan ditolak lagi seperti kemarin ya, nanti keponakannya jadi sedih loh!" Menta menyodorkan berkas dan kunci tempat usaha restoran untuk Tia yang sudah ia persiapkan dari jauh-jauh hari sebelumnya.


"Hiks hiks hiks" Tia yang sangat terharu tidak bisa berkata-kata sama sekali, ia hanya bisa menangis melihat betapa baik keluarga besarnya itu.


"Sayang jangan menangis" Noah menenangkan istrinya.


"Aku malu, padahal dulu bapak sangat jahat pada semua keluarga, tapi sekarang malah dibalas dengan kebaikan, ini semua sangat berlebihan hiks hiks" Tia menangis tersedu-sedu.


"Sayang, jangan berfikir seperti itu, kau bukanlah bapakmu, jadi kalian berbeda. Kau adalah anak kami, kau punya om dan tante sebagai orang tuamu, jadi apapun yang terjadi padamu, kami pasti akan selalu ada disampingmu nak" Tata menghapus air mata Tia dan memeluknya dengan penuh kasih sayang.


"Kalau pun kemarin kau menolak warisan saham dari kami, setidaknya terimalah ini semua sebagai hadiah pernikahan kalian ya" Surya berkata sambil tersenyum dengan tulus.


"Terima kasih, terima kasih atas segala kebaikan yang sudah diberikan kepada Tia selama ini hiks hiks" masih dengan tangis haru.

__ADS_1


"Iya sayang, sama-sama" Tata mengelus punggung gadis yatim piatu itu.


Meskipun kedua orang tuanya telah tiada, namun Tia merasa sangat bahagia di hari pernikahannya, karena seluruh keluarga besarnya begitu menyayanginya, bahkan Surya dan Tata yang sudah diperlakukan sangat jahat oleh Tyo pun tetap menganggapnya sebagai anak sendiri layaknya Runi dan Adit yang diangkat anak juga.


__ADS_2