Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin

Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin
Alasan Raf


__ADS_3

"Kak" gadis itu kemudian membuka obrolan setelah aktivitas panas mereka berakhir.


"Hemmmm" jawabnya masih dengan tangan yang memeluk tubuh sang istri erat dan sesekali mengecup keningnya.


"Aku merasa sangat berdosa" Menta berkata dengan lirih.


"Kenapa? kita kan sudah sah, hubungan ini wajar dilakukan oleh pasangan suami istri!" Raf mengernyitkan dahinya.


"Maksudnya aku merasa sangat berdosa sama kak Paula, dengan melakukan ini kan berarti kita selingkuh dibelakangnya!" katanya menjelaskan.


"Ck, kau ini masih bisa-bisanya memikirkan orang lain, kenapa tidak memikirkan diri sendiri saja sih?" Raf menjitak gemas kepala sang istri.


"Awwwww, kakkk sakit!" protesnya.


"Lagian pikiranmu itu aneh, lebih baik sekarang pikirkan diri sendiri saja!" Raf menunjuk kening sang istri.


"Aku kenapa memangnya?" bertanya dengan penasaran.


"Coba kau pikirkan lagi, apakah yakin kau akan tetap bercerai denganku setelah ini? lihat saja sekarang kau sudah seperti ini, apa masih ada laki-laki yang mau denganmu kecuali seorang Rafael Anderson yang baik hati ini!?" Raf sengaja memancing Menta.


"Ihhhh kakak meremehkan aku ya? memangnya kakak tidak bisa lihat kalau aku ini tergolong gadis yang cantik? jangankan hanya seorang Rafael Anderson saja, seratus Rafael Anderson pun aku bisa mendapatkannya kak!" Menta menyombongkan diri.


"Cih sombongnya!" Raf mencubit hidung sang istri dengan gemas.


"Aku bukan sombong tapi itu fakta!" ia membela diri.

__ADS_1


"Jadi kau akan tetap berniat bercerai setelah kehilang harta berhargamu ini?" Raf menunggu jawaban sang istri.


"Tentu saja, kalau kita tidak cerai, bagaimana kakak nanti akan menikahi kak Paula? sekarang saja aku sudah merasa bersalah karena sudah melakukan ini bersamamu, apalagi sampai merebut posisinya coba?" meskipun dalam hati kecilnya ia sangat menginginkan bertahan di samping sang suami untuk selamanya, namun melihat kenyataan bahwa cinta Raf hanya untuk Paula, membuatnya tidak berani berharap lebih kepada sang suami.


"Lalu kenapa kau mau memberikan ini untukku?" Raf tidak habis pikir dengan sang istri. Ia kira dengan mereka sudah menyatukan diri, Menta akan melunak dan luluh.


"Apa kakak lupa ucapan ayah waktu itu? ayah kan bilang kalau aku memang wajib melayanimu karena kau adalah suamiku dan berhak mendapatkan semua ini selagi status kita masih suami istri!" jelas Menta.


"Jadi semua ini semata-mata kau lakukan hanya untuk menjalankan tugasmu sebagai istriku?" hati Raf sangat sedih mendengar jawaban Menta.


"Tentu saja, memang apa lagi?" angguknya menutupi kebohongan. Padahal hati kecilnya berkata bahwa ia sudah mulai mencintai sang suami. Perhatian-perhatian kecil yang dilakukan Raf selama ini membuat hati Menta menjadi luluh.


"Lalu bagaimana denganmu sendiri? apa kau tidak merasa dirugikan kedepannya?" tanya pria tampan itu.


"Entahlah, aku belum berfikir sejauh itu, bagiku saat ini yang penting aku bisa lulus kuliah dulu dan meneruskan perjuangan papa mengelola perusahaan Putra Angkasa, selebihnya untuk urusan cinta aku tidak terlalu ambil pusing!" gadis itu sekarang hanya ingin fokus ke bisnis papanya saja.


"Oya kak, aku boleh tanya sesuatu kah?" Menta menatap sang suami.


"Apa?" Raf yang melihat wajah sang istri di depan wajahnya tidak menyia-nyiakannya dengan langsung mengecup lembut bibir mungil Menta.


"Apa sih yang bikin kakak jatuh cinta sama kak Paula?" Menta yang sejak awal tau bahwa sang suami mencintai wanita lain sangat penasaran.


"Emmmm apa ya?" sesungguhnya Raf sendiri tidak begitu yakin apakah perasaannya terhadap Paula itu cinta atau obsesi.


"Kok bingung?" tatap sang istri dengan penasaran.

__ADS_1


"Apa kau tidak lihat kalau Paula itu sangat mirip dengan kak Gaby?" Raf balik bertanya.


"Wahhh iya benar, pantas saja aku merasa sangat familiar dengan wajahnya saat pertama bertemu!" Menta mulai paham.


"Sejak kecil aku sangat menyayangi kakakku, bagiku dia adalah standar kecantikan seorang wanita untuk aku jadikan seorang kekasih, lalu saat aku melihat Paula, aku merasa melihat kak Gaby!" pada akhirnya Raf berkata jujur.


"Apakah hanya itu saja?" Menta masih sangat penasaran.


"Iya" Raf tidak mungkin cerita kepada Menta kalau ia selama ini bisa bertahan karena Paula selalu melayaninya dengan baik di atas kasur.


"Lalu kenapa semua orang di keluarga Anderson menolak kak Paula menjadi istrimu kak?" pertanyaan Menta seperti seorang detektif.


"Ck, kau ini anak kecil tapi ceriwis sekali sih!" lagi-lagi Raf menghujani bibir Menta dengan kecupan.


"Isssshhhh siapa bilang aku anak kecil? aku kan sudah besar, buktinya sudah menikah dan bisa melakukan ini!" protes gadis itu dengan mengerucutkan bibirnya, membuat Raf tergelak hebat.


"Apa kak alasannya?" tetap penasaran.


"Entahlah, aku juga tidak tau, kau tanya saja sendiri sama mereka!" pria itu mengangkat bahunya. Meskipun sesungguhnya Raf sudah tau sejak lama jika Paula adalah gadis dengan pergaulan bebas yang sering bermain dengan banyak pria di atas ranjang, namun karena obsesinya terhadap kecantikan Gaby membuatnya buta akan hal itu.


"Hemmmmm, kakak lebih baik pikirkan ulang, aku yakin bunda, ayah dan yang lainnya ingin yang terbaik buat kakak, mungkin di luar sana masih banyak gadis lain yang wajahnya mirip kak Gaby dan bisa diterima oleh keluarga Anderson ketimbang kak Paula!" nasehat Menta terdengar sok tua. Sesungguhnya ia ingin mencoba peruntungannya juga, meskipun dengan kriteria yang diberikan oleh Raf tersebut dirinya pasti sudah tidak akan masuk dalam hitungan, karena dari segi wajah Menta sangat tidak mirip dengan Gaby.


"Kau sedang menasehati aku ya? hemmm!" Raf kemudian mulai menyerang sang istri kembali.


"Awwww kak sudah cukup hahahahaha geli kakkkk hahahahahaha" Menta kegelian mendapatkan serangan mendadak dari sang suami.

__ADS_1


Meskipun sampai saat ini keduanya belum menyatakan saling cinta, namun dalam situasai yang nyaman seperti itu, membuat mereka bisa sama-sama saling menikmati kehadiran masing-masing. Pergulatan panas pun kembali terjadi diantara Raf dan Menta hingga entah berapa lama saking membaranya.


__ADS_2