
"Ayo pa kita jalan" kata Menta kepada suaminya saat mereka hendak memeriksakan kandungan ke dokter untuk yang terakhir kalinya sebelum hari lahir sang buah hati tiba.
"Mama sudah siap?" tanya Raf saat sang istri sudah berdiri dengan anggun mengenakan dress bunga-bunga bermotif cantik dengan warna yang lembut di depannya.
"Iya" angguknya.
"Oke yuk" kemudian Raf menggandeng sang istri dengan mesra menuju mobil mereka.
"Mama kenapa semakin hari semakin bikin papa tergoda sih?" Raf membuka obrolan mereka setelah mobil mewah yang ditumpanginya meluncur ke arah jalan bebas hambatan.
"Dih papa pagi-pagi udah gombal aja!" ibu hamil itu menepuk bahu sang suami.
"Serius ma, setiap kali mama dandan cantik gini tuh rasanya papa gak tahan banget. Kalo gak inget sebentar lagi mama mau lahiran, pasti udah papa lahap sampai habis deh!" Meskipun usia kehamilan Menta sudah tinggal menghitung hari sebelum kelahiran, namun dimata pria itu aura dan daya tariknya tetaplah menggoda.
"Papa pasti bakal kangen banget deh nanti kalau pas mama lagi nifas!" belum terjadi saja Raf sudah ngeri duluan.
"Yang sabar ya paaaa, kan demi anak papa juga hehehe" sang ibu hamil hanya bisa terkekeh geli melihat bagaimana ekspresi sang suami yang begitu putus asa.
"Hufffff" ia menghela nafasnya dengan berat.
Sepanjang jalan mereka berdua pun kemudian mengobrol seputar hasrat Raf yang terpendam dan bagaimana nanti kedepannya saat ia harus berjuang melawan rasanya tersebut ketika sang istri sedang berada difase nifas.
..........
"Bagaimana dok kondisi anak kami?" Raf sangat antusias.
"Semuanya baik, mudah-mudahan akan aman sampai nanti lahir ya tuan" sang dokter menjawab sambil menatap layar monitor yang menunjukkan wujud bayi yang sudah sangat sempurna itu.
"Apakah ada pantangan tertentu?" tanya Raf lagi.
"Tidak ada, hanya saja diharapkan nyonya jangan terlalu lelah ya, olah raga ringan saja untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat" jelasnya.
"Baik dokter" pria itu seperti sangat tidak sabar untuk bertemu dengan bayi yang masih tersembunyi dibalik perut istrinya tersebut.
"Kalau nyonya sendiri, apakah sejauh ini ada keluhan?" tanya sang dokter.
__ADS_1
"Tidak dok, saya tidak pernah memiliki keluhan apapun" kata Menta.
"Bagus" senyum sang dokter kandungan dengan senang karena melihat pasiennya baik-baik saja.
"Kalau begitu saya resepkan dulu ya vitaminnya untuk nyonya" kemudian dokter kandungan itu menulis beberapa resep multivitamin untuk menambah nutrisi sang ibu hamil menjelang masa kelahiran buah hatinya.
"Terima kasih ya dokter, mohon bantuannya nanti saat istri saya sudah mendekati masa melahirkan" kata Raf sebelum mereka keluar dari ruang praktek tersebut untuk menuju ke apotik.
"Sama-sama tuan, pasti saya akan bantu dengan senang hati dan semakasimal yang saya bisa" jawab sang dokter dengan ramah sambil membukakan pintu dan mengiringi kepergian pasangan itu menuju apotek yang letaknya tidak jauh dari ruang prakteknya.
Meskipun rumah sakit tempat Menta memeriksakan kandungan adalah milik keluarga Anderson, namun baik Menta maupun Raf tidak ada yang pernah meminta pelayanan khusus, mereka selalu memposisikan diri layaknya pasien biasa pada umumnya yang ikut mengantri dalam urutan pasien yang hadir. Bahkan mereka rela berlama-lama mengantri di apotik untuk mendapat vitamin yang sudah diresepkan.
..........
"Menta!!" suara seorang pria yang cukup dikenal memanggil ibu hamil tersebut saat mereka keluar dari lift setelah selesai mengantri vitamin di apotik.
"Kak Noah?" mama Raguel terkejut melihat sosok Noah.
"Apa kabar?" tanya pria itu sambil menyondorkan tangannya untuk dijabat.
"Hai kak Raf, apa kabar?" ia juga menyapa Raf yang berdiri di sebelah istrinya.
"Baik" Raf menjawab dengan datar.
"Oya, kalian sedang apa?" Noah bertanya seolah-olah sebelumnya tidak pernah terjadi apa pun diantara mereka.
"Eh ini, kami habis memeriksakan kandungan" dengan sedikit tergagap Menta menjawab.
"Wahhhh kau sedang hamil ya rupanya? selamat ya!" pria itu benar-benar bersikap seperti biasa saja.
"Makasih kak, Kakak sendiri sedang apa disini?" mama Raguel mencoba untuk menetralisir rasa terkejutnya.
"Ooohhhh aku sekarang bekerja disini, dibagian penyakit dalam hehehe" jawabnya sambil terkekeh.
"Ooooohhhhh" Menta hanya ber oh ria, sementara Raf hanya diam seribu bahasa menahan rasa cemburunya.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu aku kerja dulu ya, nanti kalau kau sudah lahiran berkabar, biar aku bisa jenguk keponakanku itu hehehehe" kata Noah dengan santai sambil menunjuk perut buncit Menta.
"Iya kak" angguk ibu hamil itu.
"Bye!" kemudian Noah berbalik dan jalan menjauh dari Menta dan Raf seperti tanpa beban. Hal ini sangat berbanding terbalik dengan kondisi saat dimana mereka sempat bertemu di desa waktu dulu. Saat itu Noah terlihat sangat emosi ketika mendengar Raf kembali rujuk dengan Menta.
..........
"Papaaaaa" Menta memanggil Raf dengan suara yang manja saat mereka sudah berada di dalam mobil menuju ke rumah.
"Hemmm" namun Raf hanya menjawab sekenanya saja.
"Papa marah ya?" Menta paham bahwa saat ini kondisi hati suaminya sedang kesal karena mereka tadi bertemu dengan Noah.
"Enggak" hanya menjawab singkat.
"Bohong! kalau papa gak marah kenapa dari tadi diam saja?" sang istri mendesaknya.
"Gapapa kok" masih menjawab singkat.
"Papa pasti cemburu ya sama kak Noah? ihhhh papa lucu dehhhh, mama jadi makin gemesssss" mencubit pipi suaminya.
"Ck" namun yang dicubit hanya berdecak saja.
"Pa, kan semalem mama udah bilang kalau mama itu sekarang hanya fokus sama keluarga kita aja. Lagian papa liat sendiri kan tadi kak Noah itu udah move on!" Menta mencoba untuk menjelaskan.
"Tetep aja papa kesel!" Raf merajuk.
"Uhhhhh tayanngggggg,, sini deh dicium dulu biar hilang keselnya" kemudian bergeser mendekat ke pipi suaminya yang sedang menyetir mobil.
"Jangan ngambek lagi ya suamiku yang ganteng bin tampan" sambil menggelitik dagu Raf.
"Mama ihhhhhhh hahahaha" meskipun hatinya masih kesal, namun Raf tidak akan pernah tahan bila mendapat godaan dari istrinya seperti ini. Seketika itu juga pertahanan hatinya luluh dan kembali seperti semula.
"Awas saja ya, sampai rumah papa habisin loh mama!" tatapan Raf sudah penuh arti.
__ADS_1
"Issshhh dasar mesum!" Menta yang paham hanya bisa mengerucutkan bibirnya dengan manja.