
"Sayang" Raf mengendusi leher sang istri yang kini jarang ia sentuh karena merasa kasihan jika ibu hamil itu sampai kelelahan setelah mereka bergulat.
"Emmmmm" jawab Menta sambil merapikan kemeja Raf seperti biasa bila ingin berangkat bekerja.
"Kangennnn" pria itu merajuk seperti anak kecil.
"Sudah siang sayang" Menta yang melihat gelagat suaminya kemudian memberikan peringatan.
"Sebentar saja yuk, kangen banget nihhhh" Raf membujuk.
"Tapi jangan lama-lama ya?" ibu hamil itu sesungguhnya sangat kasihan pada suaminya yang memang selalu berusaha menahan diri agar tidak terlalu sering melakukan hubungan demi dirinya agar tidak kelelahan.
"Iya janji" angguknya dengan penuh semangat.
"Ahhhhh sayangggg" Menta bergetar saat puncak pertama yang membuat dirinya terbang melayang.
"Ayo kita bersama" Raf pun memompa dengan ritme yang sedang namun cukup membuat sang istri meremang karena merasakan gerakan keluar masuknya.
"Emmmmhhhhh ahhhhhhh" lenguhan demi lenguhan pun keluar dari mulut sang ibu hamil, meskipun kehamilannya menjadikan Menta mudah lelah, namun ia tetap bisa mengimbangi permainan sang suami dengan cukup baik.
"Awwww sayang aku ahhhhhh emmmhhhhh" Menta lagi-lagi bergetar dengan hebatnya.
"Sayang aku arrrgggghhhhh" Raf pun ikut bergetar memuntahkan isinya sesaat setelah sang istri sampai di puncak cintanya.
__ADS_1
"Terima kasih mama sayang, i love you" Raf mengecup bibir sang istri dengan lembut. Meskipun hanya permainan singkat, namun terlihata bahwa Raf sangat menikmatinya dan merasa bahagia oleh pelayanan yang diberikan oleh istrinya.
"I love you too papa sayang" Menta membalas kecupan suaminya.
..........
"Kalian habis ngapain sih? kenapa lama sekali baru keluar kamar?" tanya Runi yang sejak tadi menunggu sahabatnya keluar dari kamar.
"Biasalah" Raf menjawab dengan senyum penuh misteri.
"Kalian pasti habis itu ya?" Rich yang sudah berpengalaman langsung paham dengan jawaban kakak sepupunya.
"Ohhhh kalian abis ***-*** rupanya?" Karina yang ceplas-cleplos langsung berkata tanpa dipikir ulang.
"Kalau begitu biar tidak tercemar, yuk kita nyusul mereka, pasti habis itu jadi jernih deh heheheh" Haris malah mencari celah untuk merayu Rini.
"Bisa aja kau Haris, bikin aku jadi ingin ikutan juga nih kayak tuan Raf" Burhan menimpali sambil melirik Karina.
"Apa sih kalian semua berisik banget, udah deh sarapan saja mendingan!" Menta jadi malu sendiri.
"Biasalah ma, mama kayak gak tau aja, kalo kaum-kaum jomblo kan memang begitu, sukanya pada iri dan mupeng sama papa" Raf berkata kepada sang istri.
"Ciye ciye yang panggilannya udah mama papa, makin hot dong ya hehehehe" Rich terkekeh geli mendengar sang kakak memanggil istrinya.
__ADS_1
"Ya iyalah, kan kami memang sudah jadi mama dan papa sejak lama, memang ada yang salah?" Raf menjawab dengan santai.
"Iya juga sih benar, kalian kan memang mama dan papanya Junior ya, sekarang malah sudah mau punya anak lagi" Rich manggut-manggut.
"Nah itu tau!" kata Raf sambil mengelus perut sang istri yang sudah buncit dengan penuh kasih sayang, membuat Clara yang sejak tadi duduk makan bersama dan mendengarkan percakapan mereka menjadi sangat cemburu.
"Kira-kira aku kapan ya bisa seperti kalian? aku kan juga pengen dipanggil papa sama wanita yang menjadi mama dari anak-anakku!" Rich kini melirik Runi.
"Ehem, sudah siang nih, yuk kita berangkat!" Runi yang malas mendengar kode dari Rich segera berdiri dari kursinya.
"Sayang eh mama mau kemana?" Rich mengejar Runi yang melenggang pergi kearah pintu depan begitu saja, membuat semua orang kecuali Clara tergelak melihatnya.
"Ya sudah ayo ma kita jalan, papa antar mama sampai puskesmas ya" Raf kemudian menggandeng sang istri.
"Ayo" mereka semua pun kemudian berjalan kaki bersama-sama, karena letak puskesmas dan proyek memang tidak begitu jauh dan bisa ditempuh dengan jalan kaki.
....................
Halo semua, jangan lupa ya untuk like, komen, vote, hadiah, share, favorit dan follow akun Rosi Lombe sebagai bentuk dukungan bagi karya-karya Rosi.
Happy reading all..
Luv Luv...
__ADS_1