Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin

Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin
Seperti Kepiting Rebus


__ADS_3

"Astaga kaget" Menta terperanjat saat tiba-tiba ada tangan yang meraih pinggangnya.


"Kak, kau membuatku terkejut saja" katanya.


"Kau sedang apa?" bertanya sambil endus-endus di leher jenjang wanita yang sudah membuatnya mabuk kepayang sepanjang malam tadi.


"Aku sedang mencari kemeja milik papa, sepertinya waktu mama dan papa menginap di sini ada yang tertinggal satu set, lumayan kan buat ganti baju kakak pagi ini" jawabnya sambil menyeleksi satu per satu susunan pakaiannya yang ada di bagian bawah lemari.


"Tapi aku sepertinya belum perlu baju sampai besok" celetuk pria itu sambil bergerilya ditubuh sang istri.


"Ihhhh apa sih, memangnya kakak mau begini terus sampai besok?" sambil menunjuk tubuh suaminya yang masih polos.


"He em, kalau perlu seminggu atau sebulan begini terus" tangannya semakin sibuk mencari gundukan kenyal milik sang istri.


"Ishhh kak kau itu mesum sekali sih! memangnya belum puas apa semalaman suntuk begitu?" protesnya kepada sang suami.


"Enggak, aku gak akan pernah puas kalau sama istriku tercinta ini!" jawabnya dengan manja.


"Astaga kau ini ya, aku saja pinggangnya sudah hampir copot!" gerutu Menta sambil geleng-geleng kepala.


"Siapa suruh kau bikin aku ketagihan? kan jadinya aku mau terus-terusan!" mulai memanas kembali.


"Kaakkkk ini kan sudah pagi, aku mau masak dulu buat sarapan kita!" ia berusaha mencegah Raf agar tidak mengulangi percintaan mereka seperti semalam.


"Sebentar saja, plisssss" lagi-lagi Raf menunjukkan wajah memelasnya seperti semalam yang membuat sang istri sama sekali tidak bisa menolaknya.


"Janji hanya sebentar ya?" Menta menatap tajam.

__ADS_1


"He em" sambil melepaskan pakaian dari tubuh sang istri.


"Ahhhhh kakkkkk" suara lirih terdengar dari bibir Menta.


"Baby ahhhhh yessss" Raf memompa dengan penuh cinta.


"Kakkkk aku sudah ahhhhhhh" gejolak hebat meletup begitu saja dari dalam tubuh Menta, membuat wanita itu bergetar luar biasa.


"Ayo sayang kita bersama" Raf memimpin permainan mereka.


Hujaman demi hujaman terus saja dilakukan pria tampan nan rupawan itu, membuat yang ada dibawahnya benar-benar merasa kewalahan akibat serangan bertubi-tubi darinya.


"Ahhhhhhhh" lengungan terdengar secara bersamaan dari keduanya saat mereka berada di puncak cintanya.


"Terima kasih sayang, aku sangat mencintaimu istriku" hujan kecupan mendarat di wajah sang istri, membuat wanita itu tergelak karena sensasi rasa geli dari brewok yang tumbuh subur di wajah suaminya itu.


"Baiklah tuan putri" kemudian Raf bangkit dari atas tubuh sang istri.


"Kakak mau sarapan apa? nasi goreng atau roti panggang?" tanya Menta sambil memakai bajunya lagi.


"Aku sudah kenyang, kan barusan habis melahap istriku bulat-bulat" senyum jahil tersungging di bibir Raf.


"Ihhhh dasar mesum!" ia menepuk lengan sang suami sebelum akhirnya meninggalkan pria itu di dalam kamar dengan gelak tawa riangnya karena berhasil membuat sang istri tersipu malu.


..........


"Duhhhhh yang habis sayang-sayangan, seru banget nih kayaknya" Karina menggoda Menta.

__ADS_1


"Apa sih, sok tau deh kamu!" Menta berpura-pura cuek.


"Siapa yang sok tau? kita emang tau kok, kan suara kalian berisik semalaman suntuk! Iya kan Karin?" Rini menggoda rekan kerjanya itu. Padahal pada kenyataannya mereka tidak mendengar apapun karena Menta memang berusaha tidak membuat suara gaduh sepanjang kegiatannya berlangsung.


"Ihhhh kalian nguping ya!?" Menta berkacak pinggang.


"Tuhhh kan berarti benar semalem kalian memang ehem ehem" Karina tersenyum jahil.


"Enggak tuh!" masih mengelak.


"Moso? tapi kok itu leher merah semua gitu?" Rini menunjuk jejak cinta yang ditorehkan Raf ditubuhnya.


"Kak Raf ihhh sebellll!" Menta kini kesal dengan ulah suaminya yang telah membuat tubuhnya merah semua.


"Habis berapa ronde?" lagi-lagi Karina menggoda.


"Untungnya hari ini masih libur, coba kalau sudah mulai masuk kerja, pasti kamu ditanya-tanyain tuh sama pasien di puskesmas hihihi" Rini berseloroh sambil cekikikan.


"Kalian ini bisa diam tidak sih? udah deh fokus masak aja!" Menta benar-benar dibuat malu oleh kedua rekan kerjanya itu.


Sepanjang hari Menta pun jadi bulan-bulanan oleh kedua teman barunya itu. Raf yang menyaksikan bagaimana keduanya menggoda sang istri pun hanya bisa tersenyum geli karena sang istri jadi salah tingkah dan wajahnya merah merona seperti kepiting rebus.


............


Holaaaaa, gimana nih update nya hari ini? seru-serukan??? buat yang request dobel up, udah Rosi kabulkan ya... Nahhhh sekarang boleh dong Rosi minta dukungannya biar semakin semangat nulisnya??? yukkkk buruan like, komen, vote, hadiah, share dan favorite biar Rosi semakin getol nulisnya..


Happy reading ya...

__ADS_1


Luv Luv...


__ADS_2