Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin

Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin
Konflik Yang Belum Tuntas


__ADS_3

"Sayang, kau sedang apa sih?" Raf yang melihat sang istri berkutat di depan lemari pakaian langsung memeluk pinggangnya dari belakang.


"Merapikan pakaian kakak" jawabnya sambil terus melanjutkan kegiatannya.


"Pakaianmu tidak sekalian disimpan di sini?" Raf baru ingat jika tadi mereka hanya membawa koper berisi pakaiannya saja, sementara Menta tidak membawa apapun dari rumah dinas.


"Nanti saja dicicil" Menta masih ingin memberikan dirinya sendiri waktu untuk berfikir tentang hubungan mereka ke depannya.


"Apa kau masih meragukan cintaku?" Raf memutar tubuh Menta agar menghadap kearahnya, ia seperti bisa membaca pikiran sang istri.


"Kita pelan-pelan ya?" meskipun rasa cinta di hati Menta sudah mulai berbunga, namun Menta masih belum yakin sepenuhnya.


"Baiklah" Raf tidak mau memaksa Menta untuk menerimanya dengan segera.


"Terima kasih ya kak" senyumnya kepada sang suami yang seketika dibalas dengan pagutan.


"Kak ahhhhhhh" lenguhan lolos begitu saja dari bibir sang istri saat tangan Raf sudah bergerak ke arah bagian terkenyalnya.


"Awwwww" jeritan kecil terdengar saat Raf menggedong Menta dan mengarahkannya ke atas tempat tidur.


"Emmppphhhhh" Raf yang sibuk bermain dibagian bawah membuat sang istri tidak bisa mengontrol dirinya lagi.


"Ahhhhh kakkkkk aaahhhhhhhhhh" sesuatu seperti meledak di dalam sana, membuat sang dokter cantik bergetar sangat hebat.


"I love you baby" sambil mengucap kata cinta, Raf pun menyatukan diri mereka berdua. Pompaan demi pompaan dilakukan pria itu dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, membuat yang berada di bawah kungkungannya terbang melayang tinggi.


"Kakkkkkk sudahhhhh berrrrrrhennnnnttiiiiii aahhhhhh" Menta terbang melayang dengan getaran cintanya yang luar biasa.


"Babyyyyy arrrrggggghhhhh" setelah ia membuat sang istri melayang beberapa kali, kini giliran dirinya yang memacu gerakannya dengan lebih cepat untuk mengejar puncaknya sendiri.


"Kakkkkkk awwwwwwww" mereka berdua bergetar secara bersamaan saat sama-sama mencapai puncak asmaranya.


Raf kemudian menjatuhkan diri kesamping Menta dan memeluk tubuh sang istri dengan erat setelah permainan mereka selesai. Kini tangannya kembali sibuk memilin ujung dari benda kenyal berwarna coklat yang sudah menjadi candu baginya setiap malam hingga akhirnya bisa terlelap.


..........


"Selamat pagi" Menta menyapa Rich yang baru saja keluar dari kamarnya.


"Selamat pagi kakak ipar, dimana suamimu?" Rich celingukan mencari keberadaan Raf.

__ADS_1


"Sedang mandi" jawab Menta.


"Ohhhhhh" Rich hanya ber oh ria saja.


"Oya, aku mau ke rumah dinas dulu ya kak, mau ganti pakaian dan membantu yang lainnya masak, nanti kalau kak Raf sudah selesai mandi, kalian datang langsung saja ya ke sana untuk sarapan" Menta berpesan kepada Rich.


"Kakak ipar naik apa ke sananya?" Rich bertanya.


"Jalan kaki saja" jawabnya.


"Biar aku antar saja kakak ipar" terlahir dari keluarga kaya raya membuat mereka tidak pernah hidup susah, sehingga Rich merasa kasihan jika harus melihat kakak iparnya berjalan kaki menyusuri jalan setapak desa seorang diri.


"Terima kasih, aku sudah biasa kok, tenang saja hehehehe" namun Menta yang sudah biasa hidup mandiri tidak merasa masalah sama sekali.


"Benarkah?" Rich tidak yakin.


"Tentu saja, kak Rich tunggu kak Raf selesai mandi saja ya nanti baru menyusul berdua" jawab Menta dengan yakin.


"Baiklah, hati-hati ya kakak ipar, nanti bisa-bisa pria gila yang sedang mandi itu ngamuk kalau kau lecet sedikit saja" Rich berpesan.


"Iya baiklah hahahaha" Menta tergelak mendengarkan pesan dari adik iparnya itu.


..........


"Sayur asem, ikan asin dan sambel terasi serta lalap timun dan terong" jawab Runi.


"Woahhhhh aku jadi laparrrrr" Menta memang sangat suka makan menu masakan rumahan.


"Ya sudah ayo bantu aku dulu, nanti kalau sudah matang kita makan bersama" jawab Runi.


"Eh tapi yang lain pada kemana? kok tidak terlihat?" tanya Menta.


"Tadi subuh ada seorang warga yang hendak melahirkan, jadi Karina dan Rini berangkat ke rumah warga tersebut untuk membantu persalinannya" jelas Runi.


"Ohhhh" karena di desa ini hanya ada puskesmas dengan tiga orang tenaga medis, maka mereka memang harus bersedia menerima panggilan darurat selama dua puluh empat jam.


"Ngomong-ngomong bagaimana kabar hubunganmu dan kak Raf? aku lihat kalian semakin romantis saja!" Runi yang sejak kemarin tidak memiliki waktu untuk mengobrol empat mata dengan Menta bertanya.


"Ya begitu deh, jalani saja dulu!" jawab Menta yang masih belum yakin seratus persen.

__ADS_1


"Aku rasa kak Raf sudah benar-benar menyesal dan mau menebus semua kesalahannya, lagi pula diakan sekarang sangat bucin padamu!" Runi menganalisis.


"Mudah-mudahan saja!" seloroh sang dokter.


"Lalu bagaimana dengan kau sendiri? aku lihat kak Rich juga sangat menyesal terhadap perbuatannya!" kemudian Menta memancing Runi.


"Apanya yang bagaimana!?" Runi seperti enggan membahasnya.


"Jangan pura-pura deh, kalian jelas-jelas seperti ada konflik yang belum tuntas!" Menta berkata.


"Aku sih tidak merasa seperti itu, tapi entah ya kalau dia!" jawab Runi dengan entengnya.


"Lalu kalau misalnya dia menyesal dan mau minta maaf padamu, apa kau mau berbaikan dengannya?" sang sahabat tetap memancing.


"Kan sudah aku bilang kalau aku merasa tidak punya masalah!" Runi mengelak.


"Mulutmu bisa berbohong, tapi hatimu tidak Runi!" Menta yang mengenal Runi sejak kecil memang sudah paham sekali karakter sahabatnya itu.


"Apa sih, sok tau kau ini!" Runi terus saja berkelit.


"Kalau dia minta maaf dan ingin memperbaiki hubungan baik diantara kalian, apa kau mau memaafkannya?" Menta sudah tidak bisa basa-basi lagi.


"Aku kan sudah bilang kalau aku merasa tidak punya masalah dengannya, kalau dia merasa seperti itu ya berarti kan dia memang merasa punya dosa, dan itu bukan urusanku!" jawabnya dengan acuh.


"Hemmmmm, lalu kalau dia tertarik padamu, apa kau mau membuka hatimu untuknya?" Menta merasa perlu memperjelas.


"Tidak!" menjawab dengan tegas dan cepat.


"Kenapa? diakan sangat tampan, lagi pula keluarganya juga sangat sayang padamu, terutama mommy Ayu!" Menta mengernyit.


"Tampan saja tidak cukup, bagiku kesetiaan adalah modal utama dalam menjalin sebuah hubungan. Lagi pula masih banyak kok pria tampan di luar sana yang jauh lebih bersih dari toilet umum seperti dia!" jelas Runi.


"Toilet umum?" Menta hampir tertawa mendengar Runi mengatai Rich.


"Kau lihat saja pergaulannya, dia pikir selama ini dia terlihat keren kerana sudah bergaul dengan banyak wanita. Padahal bisa dibayangkan kan berapa banyak virus dan bakteri yang sudah bersarang di tubuhnya karena gonta ganti pasangan begitu? iyuhhhh menjijikan sekali laki-laki seperti itu, sudah macam toilet umum saja!" cemooh Runi kepada Rich.


"Hati-hati loh, nanti ketulah sendiri! hahahahaha" Menta malah menggoda.


"Idihhhh amit-amit deh!" Runi bergidik.

__ADS_1


Sepanjang memasak mereka berdua pun mengobrol panjang lebar di dapur rumah dinas dengan sangat seru. Topik tentang pria menjadi pembahasan yang cukup hangat dan seru, apalagi tentang konflik Runi dan Rich dimasalalu yang belum tuntas hingga sekarang.


__ADS_2