Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin

Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin
Bingung


__ADS_3

"Sayang jangan marah dong" Raf membujuk sang istri yang sejak tadi siang mendiamkannya karena salah bicara.


"Sayang, aku tidak bermaksud begitu, tadi itu aku hanya ingin menjahili Rich saja" Raf frustasi melihat istrinya tidak mengucapkan satu patah kata pun kepadanya seharian ini.


"Maaf ya aku salah bicara" Raf meraih pinggang sang istri yang berdiri membelakanginya.


"Hiks hiks hiks, kau jahat!" kehamilannya memang membuat Menta menjadi lebih sensitif dari biasanya.


"Maafkan suamimu yang jahat ini ya" kata Raf sambil memutar tubuh sang istri agar mereka berdiri saling berhadapan. Dalam situasi begini Raf memang memilih untuk lebih banyak mengalah dan segera minta maaf jika sang istri sudah mulai merajuk.


"Sana pergi saja, katanya menikah bikin hidupmu lebih pahit!" mendorong tubuh suaminya menjauh.


"Tidak, itu tidak benar sayang, aku justru sangat beruntung bisa menikah denganmu, sungguh!" Raf tidak mau melepaskan pelukannya meskipun sang istri sudah mendorongnya.


"Bohong!" masih dengan mode ngambeknya.


"Mana mungkin aku berbohong padamu, sejak kau pergi lima tahun lalu aku tidak pernah melirik satu wanita pun karena aku hanya mencintai kau seorang sayang" Raf mengelus pipi Menta dengan penuh cinta.


"Apa buktinya?" sang istri menatap tajam.


"Kalau kau masih tidak percaya juga, kau boleh mengambil nyawaku, aku rela mati untuk membuktikan betapa aku sangat mencintaimu" kata Raf mencoba meyakinkan.


"Ck" ibu hamil itu hanya berdecak saja. Meskipun ia masih kesal, namun ia tau bahwa semua yang dikatakan oleh suaminya itu benar.

__ADS_1


"Sudah ya jangan marah lagi, hemmmm??" rayunya sambil menarik dagu sang istri.


"Cantikku, cintaku, buah hatiku, detak jantungku, denyut nadiku, hembusan nafasku, belahan jiwaku" sambil mengerlingkan mata genit.


"Apa sih, norak!" memukul manja dada suaminya dengan manja. Awalnya ia ingin meneruskan marahnya, tapi akhirnya tidak tahan dengan gombalan suaminya itu.


"Nah gitu dong, kan cantik banget istriku ini kalau lagi senyum" tiba-tiba pria itu jago merayu layaknya seorang casanova.


"Gombal!" sambil senyum-senyum malu.


"Aku gak gombal sayang" tangannya sudah mulai tidak terkondisikan.


"Ihhhh apa sihhh, tangannya jangan kemana-mana deh!" Menta menepis tangan sang suami.


"Gak mau ah, males!" Menta langsung menjauh dari sang suami. sejak diketahui hamil dan ngidam beberapa waktu belakangan ini, ia memang selalu menolak untuk disentuh oleh sang suami.


"Apa tidak kasihan sama aku?" wajahnya memelas seperti butuh kasih sayang.


"Besok-besok aja ya, sekarang aku mau istirahat dulu" dengan tanpa merasa bersalah Menta langsung merebahkan diri di atas tempat tidur dan memunggungi suaminya


"Huffff ya sudah deh, selamat malam ya sayang" Meski pun kecewa berat, namun Raf berusaha menahannya. Ia tidak mau egois memaksakan keinginannya dan membuat istrinya marah lagi.


..........

__ADS_1


"Kenapa dengan wajahmu?" Rich yang melihat kakak sepupunya murung setelah keluar dari kamar bertanya.


"Aku lagi bingung" jawabnya sambil menghempaskan diri di sofa ruang TV.


"Bingung kenapa memangnya?" Gide bertanya.


"Sejak hamil sikap Menta berubah drastis, jadi cepat marah, pemalas dan menolak untuk didekati" jawab pria itu.


"Ibu hamil memang begitu" jawab Gamal yang sudah berpengalaman dua kali merasakan istrinya hamil dan mengidam.


"Apa semua ibu hamil begitu?" Raf yang baru pertama kali menghadapi istrinya hamil merasa frustasi.


"Tidak juga sih, dulu Gaby waktu hamilnya Divo dan Dive memang begitu, tapi saat Diva tidak sama sekali" jelas Dimas sang kakak ipar.


"Lalu bagaimana cara mengatasinya?" tanyanya putus asa.


"Kau harus banyak bersabar" Gide yang polos memberi nasehat.


"Intinya adalah selama istri hamil suami itu pasti selalu salah" Gamal berseloroh.


"Ikuti semua maunya, jangan ditolak supaya hidupmu aman" Dimas menepuk bahunya.


"Rumit sekali sih dunia mereka" Rich yang masih bujang belajar dari kakak-kakaknya semua.

__ADS_1


Obrolan tentang wanita pun berlanjut hingga tengah malam. Mereka berlima saling berbagi dan bertukar pengalaman satu sama lain. Raf dan Rich yang tergolong anak bawang jadi belajar banyak dari para seniornya itu.


__ADS_2