Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin

Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin
Dijajah Sama Anak-Anak


__ADS_3

Setelah mempertimbangkan masak-masak semua ucapan saudara iparnya selama lebih dari satu bulan, Menta pun kemudian memilih untuk fokus mengurus kedua putranya. Ia tidak pernah sedikit pun membahas keinginannya untuk kembali memperoleh anak khususnya anak perempuan kepada sang suami. Ia bisa mengerti bahwa penolakan yang dilakukan oleh sang suami semata-mata karena pria itu begitu menyayanginya dan tidak ingin sang istri merasakan rasa sakit lagi saat mengandung dan melahirkan anak mereka.


"Raguel lagi ngapain sih?" tanya Raf kepada putranya yang sedang menikmati ASI sang mama dari sumbernya langsung.


"Mimik mama" jawab bayi yang sudah berusia satu tahun lebih itu.


"Papa boleh bagi tidak?" Raf menggodanya sambil memegang salah satunya.


"Nononononono!" Raguel langsung berteriak dan mendorong tangan papanya.


"Ih Raguel pelit deh" Raf sangat senang melihat putranya kesal.


"Nononononono!" masih berteriak.


"Nono papa, ini punya kakak Raguel dan dedek Raziel" Menta mengajari putranya berbicara dengan sopan.


"nono papa, kakak Uel, dedek El" ia berusaha meniru ucapan sang mama.


"Tapi dedek Raziel kan lagi bobok, papa boleh ya minta sedikit punya dedek?" kembali memegang bagian yang tidak digunakan.


"Hhuuuufffffff" dengan semburan keras Raguel memarahi papanya.

__ADS_1


"Paaaa udah ahhh anaknya lagi anteng kok digodain terus sih!" Menta menepuk bahu suaminya yang kembali mendekat.


"Hahahahahaha" Raf malah tergelak melihat kekesalan anaknya.


"Hwaaaaaaaaa papa nonononono hwaaaaaaaaa" Raguel mulai emosi dan kemudian menangis.


"Uhhhh sayang anak mama, cup cup cup, jangan nangis, sudah cup, papa nakal ya?" menghapus air mata Raguel yang mengalir deras.


"Hehehehe bercanda Raguel, maaf ya" Raf kemudian membujuk putranya.


"Nononono" namun Raguel yang sudah terlanjur kesal menolak Raf dengan tegas.


"Makanya sama anak tuh jangan usil, jadi gak mau digendongkan Raguelnya" Menta menasehati suaminya saat Raf sedang membujuk Raguel agar mau digendong lagi olehnya.


Cukup lama Raguel menangis dan ngambek kepada papanya. Bahkan bayi itu tidak mau disentuh oleh Raf hingga akhirnya terlelap lelah kerena kejahilan sang papa.


..........


"Maaaaa,," Raf mendekati sang istri dan mulai mengendusi setiap inci tubuh wanita idamannya itu setelah kedua putra mereka terlelap dalam buaian mimpi indah.


"Hemmmm,," Menta yang sudah sangat paham kode dari suaminya hanya menjawab sekenanya saja.

__ADS_1


"Kangen sama ini, dari tadi kan dijajah sama anak-anak terus, papa jadi gak kebagian" mulai semakin menjadi-jadi di daerah favoritnya.


"Ihhhh apa sih papa lebay, sama anak aja ngiri baget!" geleng-geleng kepala.


"Bukannya ngiri ma, cuma papa gak tahan aja pas ngeliat ada yang nganggur hehehe" mulai memijat dengan lembut bagian yang terkenyal itu.


"Dasar otak mesum" menepuk dada sang suami, namun tetap menikmati pijatan pria tampan itu dengan perasaan yang semakin berdesir hebat.


"Ahhhhh paaa,, empphhhhh" mulai melenguh ketika kepala suaminya turun kebawah dan sibuk mengeksplor bagian yang paling sensitif dengan lidahnya.


"Paaaaa mama sudah tidak tahan lagi, ahhhhhh" Menta bergetar saat sesuatu hendak meledak dibawah sana.


"Lepaskan ma, jangan ditahan lagi" Raf malah semakin intens melakukan gerakan lidah yang membuat istrinya menuju puncak.


"Ahhhhh ahhhhhh ahhhhhhh paaaaa" Menta meronta dengan jeritan tertahan agar anak-anak mereka tidak terbangun.


"Mama cantik sekali sih kalau lagi begini, papa jadi semakin tidak tahan kalau dekat-dekat sama mama" kata Raf sambil menatap wajah istrinya yang sayu dan pasrah.


Pertempuran sengit pun tak bisa terhindarkan, meskipun mereka tidak melepas semua pakaian yang melekat karena sedang sekamar bersama dengan Raguel dan Raziel, namun itu semua sama sekali tidak mengurangi rasa bahagia mereka berdua.


"I love you mama" Raf mengucapkan rasa cinta kepada sang istri saat wanita itu telah membuatnya menuju puncak nirwana.

__ADS_1


"I love you too papa" jawab sang istri dengan senyum lemah akibat kelelahan melayani suaminya.


__ADS_2