
"Kak Rich?" Menta terkejut ketika melihat Rich dan Raf tiba-tiba berdiri diambang pintu dapur sesaat setelah dirinya dan Runi membicarakan sang casanova itu.
"Hai kalian sedang masak apa?" Raf yang berdiri di samping Rich berusaha senormal mungkin, meskipun pada kenyataannya di dalam hatinya ia bertanya-tanya dengah sikap Runi yang terkesan sangat membenci Rich.
"Ini sayur asem dan ikan asin" Menta langsung menunjukkan hasil masakan mereka.
"Wahhh kelihatannya enak sekali" kata Raf.
"Ayo kita icip-icip" dokter itu kemudian mengangkat hasil masakannya ke arah ruang makan.
"Sini sayang biar aku bantu" kata Raf dan dengan cekatan membawa panci yang dipegang oleh sang istri ke ruang makan, menyisakan Rich dan Runi berdua di dapur.
"Tunggu,," Rich menahan tangan Runi saat gadis itu hendak berjalan keluar dari dapur.
"Permisi, aku mau ganti baju dulu!" kata Runi sambil menepis tangan pria itu.
"Kita perlu bicara Runi" Rich menatap gadis cantik di depannya dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Tentang apa?" bertanya dengan tegas.
"Tentang masa lalu kita" Rich mempererat pegangan tangannya kepada Runi.
"Masa lalu kita? sejak kapan kita punya masa lalu!?" Runi sangat sinis.
"Aku tau kau masih marah dengan perkataanku waktu itu, aku memang brengsek, aku mohon maafkan aku!" Rich menatap dengan penuh permohonan.
"Aku sudah melupakannya!" berusaha menarik tangannya.
"Tidak, aku tau kau masih sakit hati padaku!" Rich menggelengkan kepalanya.
"Ck, sok tau!" gadis itu berdecak.
"Kalau kau tidak marah dan sakit hati, tidak mungkin kan kau begitu sinis padaku!?" kata pria itu.
"Aku sudah malas membahas ini, jadi tolong lepaskan!" menepis tangan Rich dengan sangat kasar.
"Runiii" Rich yang kalah cepat dari Runi hanya bisa melihat gadis itu menjauh darinya menuju kamar.
..........
"Wahhh ini sungguh sambal yang sangat lezat" Karina memuji masakan Runi setelah dirinya dan Rini pulang dari rumah warga yang baru melahirkan.
"Runi memang paling jago membuat sambal" Menta juga memuji sang sahabat.
"Benar, kau hebat sekali sih Runi" Rini mengangguk.
"Kalau aku jadi laki-laki, aku pasti sudah jatuh cinta padamu, sudah cantik, cerdas, jago masak lagi" Karina berkata dengan polos.
__ADS_1
"Oya, ngomong-ngomong apa kau sudah punya pacar?" Rini yang belum mengenal Runi terlalu baik bertanya dengan antusias.
"Pacarnya Runi itu bule, tampan seperti penyanyi Charlie Puth" Menta yang menjawab.
"Benarkah? kalian kenal dimana?" Karina sangat kepo.
"Dia itu dosennya Runi saat kuliah" lagi-lagi Menta yang menjawab, namun kali ini sambil melirik Rich yang sejak tadi tidak pernah melepaskan pandangannya dari Runi.
"Wah sudah bule, tampan, dosen lagi, kau beruntung sekali Runi" sang perawat sangat takjub.
"Terima kasih" Runi hanya menjawab dengan senyumnya yang elegan.
"Apa tante Dini dan Om Hendro sudah pernah bertemu dengan pacarmu?" kini Raf ikut nimbrung.
"Sudah kak, waktu aku wisuda mereka pernah saling berkenalan" angguk Runi.
"Kalau begitu cepatlah diresmikan, jangan ditunda-tunda, LDR itu sangat bahaya, jangan sampai ada orang ketiga diantara kalian" Rini memberi nasehat.
"Benar, apalagi dia tampan dan karirnya mapan, nanti disabet yang lain loh!" angguk Karina.
"Aku percaya padanya, dia adalah pria yang setia dan berkomitmen hanya dengan satu wanita saja, jadi aku tidak khawatir" kata Runi dengan yakin, membuat Rich yang mendengar perkataan itu merasa tertohok.
"Kau sangat berkarakter ya, aku sangat kagum padamu!" sang bidan memuji Runi.
"Benar, kau memang hebat, aku yakin nanti pria yang menjadi suamimu adalah orang yang sangat beruntung" Karina benar-benar menyukai Runi.
Pagi itu mereka sarapan dengan topik obrolan seputar kehidupan asmara Runi. Karina dan Rini yang baru saja kenal dengan Runi jadi sangat penasaran dengan kisah asmaranya dengan sang kekasih yang ada di luar negeri. Sesekali Menta dan Raf juga ikut menimpali obrolan mereka, sementara Rich hanya diam seribu bahasa mendengarkan obrolan mereka sambil terus menatap ke arah Runi yang sama sekali tidak menganggap keberadaannya.
..........
"Sayang" Raf sudah meringsek ke dalam selimut saat mereka hendak tidur di malam harinya.
"Hemmm" Menta yang masih sibuk berkirim pesan dengan Runi hanya membalas singkat saja panggilan suaminya.
"Kau sedang apa?" kini tangannya mulai berkelana menuju gunung kembar milik sang istri.
"Aku sedang membalas chat dari Runi" jawabnya.
"Memang kalian belum puas mengobrol apa? kan sepanjang hari ini kalian sudah mengobrol di rumah dinas, bahkan sampai mengabaikan aku" Raf merasa terabaikan.
"Ini obrolan yang lebih spesifik" jawab Menta.
"Tentang apa?" pria itu masih terus sibuk meremas kedua bagian kembar favoritnya.
"Rahasia" Menta kemudian meletakkan ponselnya karena jari-jari Raf sudah mulai agresif memilin.
"Ihhhh masa sama suami sendiri main rahasia-rahasiaan segala sih!?" protesnya sambil cemberut, membuat yang diprotes jadi tergelak.
__ADS_1
"Ini hanya masalah hubungan cintanya dengan sang kekasih" jawab Menta sambil mencari posisi tidur yang nyaman karena Raf terus saja menjelajah diseluruh tubuhnya.
"Ohhhhh" pria itu ber oh ria dengan masih tetap mengeksplor bagian yang terkenyal.
"Oya sayang, ngomong-ngomong tentang Runi, sebenarnya ada apa sih antara dia dan Rich?" Raf kini fokus menatap Menta dengan penasaran.
"Memangnya kakak tidak tau?" Menta mengernyitkan dahinya.
"Tidak" geleng sang suami.
"Kak Rich tidak bilang apa-apa gitu?" dokter cantik itu menyelidik.
"Tidak" ulangnya lagi.
"Memang sebenarnya ada apa sih?" bertanya dengan memaksa.
"Lima tahun lalu setelah aku pergi ke luar negeri kak Rich mulai mendekati Runi dan sering mengajaknya keluar, dia pikir saat itu kak Rich tertarik padanya, namun ternyata itu hanyalah salah satu akal licik kak Rich agar diijinkan oleh mommy Ayu pergi keluar rumah untuk berpesta dengah teman-temannya. Suatu hari saat Runi diajak kepesta ulang tahun temannya, secara tidak sengaja ia mendengar kak Rich menghina fisiknya dibelakangnya dengan bilang bahwa Runi itu gadis yang bodoh dan culun. Kakak tau kan kalau dulu Runi itu berkacamata tebal dan pakai kawat gigi juga? nah sejak saat itulah Runi jadi sangat membenci kak Rich, hal itu jugalah yang pada akhirnya memotivasinya untuk bisa merubah penampilannya menjadi lebih baik seperti sekarang!" pada akhirnya Menta menceritakan inti persoalan sahabatnya dengan sang adik ipar.
"Kurang ajar sekali Rich itu, dia memang patut diberi pelajaran, kalau perlu dihajar sampai babak belur!" Raf yang sudah tau duduk persoalannya kemudian jadi merasa kasihan pada Runi.
"Tapi kak, aku rasa kak Rich sudah sangat menyesali perbuatannya deh" Menta menganalisis.
"Ck, dia itu menyesal karena sekarang Runi sudah terlihat sangat cantik, coba kalau Runi masih pakai kaca mata dan kawat gigi pasti Rich akan tetap kurang ajar!" Raf membela Runi.
"Kakak tidak boleh menghakimi orang seperti itu, aku sangat yakin kok kalau kak Rich itu sangat tulus meminta maaf!" Menta berusaha objektif.
"Kau tau dari mana?" Raf tidak yakin.
"Aku bisa lihat kalau tatapannya terhadap Runi itu sangat tulus, sama seperti saat kakak meminta maaf padaku waktu pertama kali kita bertemu tempo hari" jawab Menta sambil mengelus lembut pipi sang suami.
"Benarkah!?" Raf berbinar mendengar perkataan sang istri.
"Hemmmmm" angguknya.
"Jadi kau sudah yakin dengan ketulusan cintaku padamu ya?" Tanya pria itu sambil meraih pinggang sang istri dengan posesif.
"Loh kok jadi melenceng topiknya? kita kan lagi membahas Runi dan kak Rich!" Menta protes.
"Iya, kita memang lagi membahas mereka, tapi sambil membandingkannya dengan kekuatan cinta kita juga!" senyum jahil dan sikap siap sedia untuk melakukan pertempuran ditunjukkan oleh Raf.
"Ishhhh dasar modus!" sang istri yang sudah melihat gelagat Raf langsung memukul dada pria itu dengan gemas.
"No, im not! i will show you how much i love you baby!" Raf kemudian mulai melancarkan aksinya kepada sang istri.
"Ahhhhh kakkkkkkkkkk" Menta yang melihat betapa sang suami begitu tulus mencintainya, hanya bisa pasrah menerima semua perlakuan romantis pria tampan itu. Meskipun bibirnya masih kelu untuk membalas ucapan cinta Raf, namun kini bahasa tubuh Menta mulai menunjukkan bahwa ia pun juga mencintai sang suami dan membalas setiap tindakan yang dilakukan oleh Raf.
.................
__ADS_1
Holaaaaaaa, selamat hari seninnnnn... Yukkkk yang penasaran bagaimana kelanjutan kisah Menta dan Raf yang makin bucin, Serta Kisah masa lalu Runi dan Rich yang mulai terbongkar, jangan lupa kasih dukungan ya.. Mumpung hari senin nihhhhhh vote masih fresh from the oven heheheheh... Pokoknya jangan lupa like, komen, favorit, hadiah dan share ya biar Rosi semakin semangat nulis... Rosi jamin bakal makin geregetan deh... Wkwkwkwkwk... Last but not least,,, happy reading yaaaa... Luv Luv...