Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin

Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin
Dia Bukan Orang Lain


__ADS_3

"Kau akan menginap di sini berapa lama?" Raf meraih pinggang sang istri dengan posesif sehingga mereka berhadapan dan saling menempel erat satu sama lain sesaat sebelum ia pulang ke kediaman Anderson.


"Entahlah, aku juga belum tau kak" Menta mengangkat bahunya dan berusaha melepaskan diri.


"Jangan lama-lama ya, nanti kamar kita jadi sepi seperti kuburan" pria itu sudah mulai tidak bisa ditinggal oleh Menta lama-lama.


"Bukannya bagus, kan kakak jadi bisa lebih tenang tanpa aku yang suka rusuh di dalam kamar heheheh" gadis itu terkekeh.


"Iya sih benar juga ya, kau kan memang biang rusuh yang selalu bikin kepalaku mau pecah" Raf mengubah ekspresi wajahnya menjadi usil.


"Ishhhh kakak mah!" memukul bahu Raf dengan kesal, membuat yang dipukul tergelak.


"Aku menunggumu pulang ya sayang" kecupan lembut mendarat di bibir Menta.


"He em" meskipun merasa ragu dengan hati Raf yang masih menjadi milik Paula, namun perlakuan pria itu yang sangat lembut membuatnya merasa berbunga-bunga.


"Besok pagi aku sarapan di sini boleh ya?" Raf kembali mengecup bibir sang istri, namun kini lebih dalam dan lama.


"Kak nanti ada yang lihat" Menta mendorong suaminya menjauh.


"Memangnya kenapa? kita kan suami istri!" Raf tidak peduli dan kembali memagut bibir yang sudah mulai membuatnya kecanduan itu. Cukup lama mereka saling pagut hingga tidak sadar jika Tata dan Surya menatap mereka berdua dari kejauhan.


"Sudah sana ahhhh" karena takut ada yang melihat Menta pun menolak suaminya untuk mengecupnya lagi dan lagi.

__ADS_1


"Baiklah, aku pulang ya sayang" ia memberikan belaian lembut di bibir Menta sebelum akhirnya benar-benar masuk mobil dan pulang ke rumah.


..........


"Raf sudah pulang?" Tata bertanya kepada sang putri saat gadis itu sudah masuk kembali ke dalam ruang keluarga.


"Iya sudah ma" angguk Menta sambil menghempaskan diri di sofa tepat di sebelah sang mama.


"Kenapa kakak tidak mengajak Raf untuk menginap di sini saja?" Surya yang mendengar cerita tentang hubungan unik antara Menta dan Raf Memancing reaksi gadis itu.


"Untuk apa?" gadis itu bertanya dengan lugunya.


"Loh kok untuk apa? dia kan suami kakak!" sang papa balik bertanya.


"Bukannya kakak yang justru tidak nyaman?" pria ini merasa bahwa sesungguhnya Raf kini telah mulai melunak terhadap Menta, ini terbukti saat tadi Menta sangat emosional, Raf lah yang berusaha menenangkannya. Kemudian saat hendak pulang, Raf terlihat begitu enggan jauh dari Menta, justru Menta lah yang terkesan menjaga jarak dari Raf.


"Apa sih papa, udah deh jangan membahas orang lain terus, kan sekarang kita lagi bahagia berempat!" gadis itu sungguh berusaha menghempaskan Raf dari pikiran dan hatinya.


"Dia suamimu kak, artinya dia bukan orang lain, meskipun pernikahan kalian berdasarkan sebuah keterpaksaan karena kakak ingin menyelamatkan perusahaan, tapi biar bagaimana pun dia tetaplah suamimu!" nasehat Surya mirip seperti apa yang dikatakan oleh Mike tempo hari.


"Iya pa, maaf" seperti biasanya, Menta tidak pernah berani melawan jika sang papa sudah memberi nasehat.


"Apa mama dan papa boleh tau, bagaimana perasaan kakak sesungguhnya terhadap Raf?" Tata ikut bicara.

__ADS_1


"Entahlah, kakak sendiri juga bingung" sesungguhnya Menta ingin sekali menceritakan apa yang ia rasakan, bagaimana hatinya kini sudah mulai jatuh cinta pada Raf dan merasa berbunga-bunga jika Raf bersikap lembut terhadapnya, terutama setelah mereka melakukan hubungan suami-istri kemarin. Namun demikian ia juga masih merasa ragu dengan hati Raf yang sepenuhnya masih milik Paula, ditambah lagi dengan surat perjanjian nikah mereka yang mungkin akan segera berakhir karena Tata dan Surya ternyata masih hidup.


"Apa Raf memperlakukanmu dengan baik?" Surya menatap tajam ke arah putrinya.


"Iya pa, kak Raf baik, apalagi saat paman Tyo datang dan membuat kegaduhan, kak Raf lah yang menolong kakak dan Bas untuk melawannya" ia hanya ingin menceritakan hal-hal yang umum saja tanpa melibatkan hati.


"Lalu apa kalian sudah melakukannya?" Surya tersenyum jahil.


"Papa apa sih, udah ah kakak gak mau bahas lagi, ganti topik dong!" Menta merah merona.


"Kok kakak jadi salah tingkah? berarti sudah ya?" Surya malah semakin menggoda.


"Papaaaa ihhh sebelllll" Menta menutup wajahnya dengan bantal.


"Anak papa ternyata sudah dewasa ya, sudah tau yang begituan sampai-sampai malu segala" Surya mengelus kepala sang putri.


"Maaaaa,, papa nihhhh" gadis itu mengadu kepada sang mama layaknya anak kecil.


"Pa sudah dong" Tata yang melihat sang putri merasa tidak nyaman kemudian menegur Surya.


"Baiklah baiklah" jawab Surya namun masih dengan senyum jahilnya.


Malam itu suasana rumah yang sempat sunyi karena ditinggal para penghuninya kembali jadi ramai. Kebahagiaan terpancar jelas di wajah keempat anggota keluarga ini yang sempat terpisah satu sama lain selama hampir kurang lebih dua bulan.

__ADS_1


__ADS_2