Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin

Gadis Penghangat Untuk Tuan Muda Dingin
Istriku Jauh Lebih Cantik!


__ADS_3

"Ahhhh akhirnya papa bisa ngelurusin badan juga" Raf yang baru saja selesai mandi kemudian merebahkan dirinya sejajar dengan sang istri yang sedang menyusui buah hati mereka di tempat tidur.


"Papapapapapa" Raguel yang hampir tertidur jadi terjaga kembali saat mendengar suara sang papa yang berada di dekatnya. Saat itu posisi bayi lucu nan menggemaskan itu tepat di tengah-tengah kedua orang tuanya.


"Iya nak" jawab Raf sambil mengelus kepalanya lembut.


"Papapapapapa" kemudian meraih tangan Raf dan menggenggam jari telunjuknya sambil melanjutkan ativitas menyusu.


"Haus ya anak papa?" tanya sang papa dengan lembut.


"Cap, cap, cap, ahhhhh" hanya suara kecapan bibir mungil Raguel saja yang terdengar menjawab pertanyaan Raf. Membuat pria itu bertekuk lutut tak berdaya dihadapan sang putra saking gemasnya.


"Semua sudah pada tidur pa?" Menta yang sejak tadi menemani sang putra di kamar tidur, bertanya tentang situasi rumah orang tuanya yang sejak kemarin selalu ramai karena kematian Tyo.


"Mama dan Papa masih ngobrol di ruang keluarga bersama Tia, sepertinya mereka sedang membujuknya untuk tinggal disini saja, tapi dia sepertinya masih agak berat" jawab Raf.


"Kasihan dia, pasti merasa sungkan karena ulah paman Tyo semasa hidupnya dulu!" tadi sore setelah pulang dari pemakaman, sesungguhnya Menta ingin sekali mengajak Tia berbincang-bincang secara mendalam tentang niatan Tata dan Surya tersebut, namun karena Raguel sudah rewel, maka ia pun mengurungkan niatnya.


"Iya, beban moralnya pasti sangat besar, mengingat bagaimana dulu paman begitu jahat sama keluarga Putra Angkasa" Raf mengangguk.

__ADS_1


"Pa, kalau mama mau membantu dia, kira-kira papa setuju tidak? kan waktu itu papa bilang kita berhutang budi sama paman karena sudah mempersatukan kita berdua secara tidak langsung, nah sekarang mungkin saatnya kita membalasnya dengan cara yang tepat kepada anaknya paman!" tanya Menta.


"Tentu saja boleh dong, masa istri mau berbuat baik papa larang sih!?" Raf lalu mencoba untuk mengelus pipi sang istri dengan cara melepaskan pegangan tangan putranya terlebih dahulu.


"Papapapa nononono" namun Raguel menolak melepaskan tangan papanya itu.


"Sayang, gantian sama mama dong, papa kan juga mau memegang mama!" Raf protes kepada bayi itu, namun tidak digubris dan ia tetap sibuk dengan benda kenyal milik sang mama.


"Pppfffffffhhhhhh" sementara Menta hanya bisa menahan tawanya saat sang suami protes kepada anak mereka.


"Sayang, kok malah diketawain sih!" Raf cemberut.


"Ish dasar mama ini!" pria itu mengerucutkan bibirnya dengan manja.


"Oya pa, kalau misalnya mama mau kasih modal buat Tia buka usaha bagaimana? dia kan selama ini katanya menjadi penjual sayur matang keliling di kampungnya, nah mama mau kasih dia modal usaha supaya semakin berkembang!?" Menta meminta persetujuan kepada sang suaminya dengan pandangan yang serius.


"Ide yang bagus, kalau perlu dikasih tempat macam ruko untuk bisnisnya, agar bisa bikin rumah makan gitu ma" pria itu cukup antusias.


"Ahhhh iya benar, papa cerdas banget sih idenya!" sang istri memuji dengan sangat bersemangat.

__ADS_1


"Siapa dulu, papa gitu lohhhh!" yang dipuji menjadi pongah.


"Ishhh dasar!" gantian Menta yang mengerucutkan bibirnya.


"Eh iya pa satu lagi, memangnya mama sama Tia itu mirip ya?" mama Raguel itu penasaran dengan pendapat suaminya.


"Ah jauhlah, istriku ini jauh lebih cantik kemana-mana!" Raf menggelengkan kepalanya.


"Masa sih, padahal tadi kata Runi begitu loh!" Menta menekankan.


"Kalau sekilas sih memang mirip, tapi mama jelas jauh lebih cantik kemana-mana, dari kulitnya, rambutnya, tinggi badannya, ah pokoknya istriku ini mah gak ada duanya lah!" pujian setinggi langit ia ucapkan untuk sang istri.


"Ck, dasar raja gombal, paling bisa deh kalo disuruh ngerayu!" sang istri berdecak.


"Papa serius maaaa!!" Raf langsung merubah posisinya dan mendekati sang istri untuk dapat mencium bibirnya. Bahkan ia sampai melepas paksa genggaman tangan Raguel di jarinya.


"Papapapapa nonononono!" Raguel protes karena Raf melepaskan tangannya.


"Eh iya maaf, maaf, papa gak sengaja hehehe" kemudian memasrahkan jarinya lagi untuk digenggam oleh sang putra, membuat istrinya mengulum senyum karena geli melihat dua pria kesayangannya ini yang bersikap sangat menggemaskan.

__ADS_1


__ADS_2