
Hilman cepat-cepat menyeruput kopi, dan ia berpikir akan segera pergi agar Risa tidak berbicara lebih banyak lagi.
"Ibu pengen cucu, kalian bisa lah kasih Ibu cucu?" tanya Ibu Sintia sambil mematikan api kompor, sebab masakannya sudah selesai.
"Cucu Bu?" Risa terkejut dengan keinginan Ibu Sintia, "Bu kalau Ibu mau cucu Risa mau kok adopsi anak dari panti asuhan," kata Risa lagi dan menurutnya usulannya sangat benar.
Ibu Sintia tentu saja tidak mau, sebab yang di inginkan oleh Ibu Sintia adalah Risa yang mengandung anak Hilman, "Ibu mau cucu dari kamu dan Hilman," jelas Sintia.
Risa menatap Hilman, tentu saja Risa yang tidak mau, "Tapi kan artinya Risa sama dia harus," Risa mengerucutkan kedua tangannya dan menyatukan seolah bibi yang sedang bercumbu, "Enggak ah Bu," Risa langsung merinding.
"Tapi Ibu kesepian, kamu enggak kasihan sama Ibu?" tanya Ibu Sintia dengan wajah melasnya.
Risa menatap Hilman yang juga tengah melihat dirinya, Risa benar-benar merasa horor saat bayangan sesuatu yang ia lihat tanpa sengaja beberapa saat lalu kembali membayanginya.
"Risa, kamu dengar Ibu kan?"
"Bu," kini Risa yang menunjukan wajah melasnya.
Hilman berdiri dan ia curiga nantinya akan ada kata-kata aneh yang keluar dari mulut Risa, dan ia sedang bersiap-siap untuk menutup mulut Risa bila tiba-tiba tebakan nya benar.
"Bu kalau mau punya anak harus hamilkan?" tanya Risa.
Hilman memijat dahinya, karena bingung dengan Risa. Usia Risa sudah tidak lagi muda, tapi kenapa ia terlihat awam dalam urusan dewasa. Bahkan dengan pakaian Risa yang selalu mini, membuat Hilman yakin Risa adalah wanita liar. Apa lagi ia di besarkan dan di lahirkan di negeri yang cukup bebas, bahkan kesucian di sana bukanlah hal utama. Yang ada mereka akan malu bila sudah dewasa masih suci, sementara tidak dengan di negara kita yang kesucian adalah hal utama dan teristimewa.
"Iya dong, dan kalian harus honeymoon," tambah Ibu Sintia.
"Bu Risa mau kasih Ibu cucu," kata Risa dengan yakin.
Ibu Sintia seketika tersenyum mendengar jawaban Risa yang membahagiakan itu, "Benarkah?" Ibu Sintia seakan tidak percaya dengan jawab Risa, bahkan ia langsung memeluk dan menciumi wajah Risa dengan bertubi-tubi.
Sedangkan Hilman tersenyum, karena merasa sebentar lagi ia akan merasakan menjadi suami yang sesungguhnya. Andai saja Risa tahu ia sudah sangat menginginkannya, tapi tanpa ingin mengatakan nya langsung. Karena tidak ingin termakan oleh kata-kata yang pernah ia ucapkan, dan sepertinya Hilman berpikir Risa sendiri yang akan menyerahkan dirinya tanpa ia yang harus berusaha. Hilman sudah tidak perduli apakah Risa masih suci atau tidak, yang jelas ia sudah sangat penasaran pada Risa yang selalu tampil dengan pakaian mini.
__ADS_1
"Tapi ciuman aja bisa hamil nggak Bu?" tanya Risa dengan bodohnya.
"Uhuk....uhuk....uhuk....." Hilman langsung terbatuk-batuk mendengar pertanyaan Risa yang konyol, bahkan ini adalah pertanyaan anak TK. Atau mungkin anak TK kini lebih pintar dari pada Risa.
Ibu Sintia menggaruk kepalanya, ia merasa Risa sangat awam dalam hal dewasa. Sejenak Ibu Sintia mengingat saat Mom Citra mengatakan, Risa selalu memiliki bodyguard dan ia berteman hanya dengan sedikit orang dan Risa di jaga ketat sampai-sampai tidak ada satu pria pun yang bisa berteman atau hanya sekedar berkenalan dengan nya. Bahkan tak jarang Mom Citra selalu mengikuti kemana Risa pergi.
"Em....." Ibu Sintia mulai bingung, dan kemudian ia mulai mendapatkan ide, "Memangnya Hilman pernah mencium mu?" tanya Ibu Sintia sambil menatap Hilman dengan wajah memerah.
"Enggak sih Bu," jawan Risa.
"Huuuufff..." Hilman bernafas lega, karena Risa tidak tahu semalam juga ia melahap bibir manis Risa. Bahkan tangannya juga mulai menjalar dengan liar.
"Tapi tadi ada Bu, pas di depan. Dia juga gigit bibir Risa," kata Risa lagi mengingat beberapa waktu lalu.
"Mmmmfffffpp......" Ibu Sintia menutup mulut, ia sudah tidak kuasa melihat wajah Hilman.
"Kau bicara apa," Hilman yang sudah tidak tahan menahan malu mulai menarik Risa, rasanya tidak baik jika Ibu Sintia terus bersama Risa yang berbicara terlalu jujur.
"Jangan tarik-tarik....." Risa terus di tarik sampai ke taman belakang, dan ia terus berusaha untuk lepas dari Hilman.
Sedangkan di taman belakang Risa mulai melepaskan tangan Hilman, "Apasih tarik-tarik!!!" kesal Risa.
"Tidak bisakah kau lebih dewasa?"
Hilman kini menatap Risa penuh tanya, di depan Prea barusan seakan Risa sudah sangat hebat. Tapi pada kenyataannya Risa sangat awam, dan Hilman mulai tersenyum samar karena ia mulai mengerti akan Risa.
"Kau yakin mau memberikan cucu untuk Ibu?" tanya Hilman dengan serius.
Risa mengangguk, "Tapi aku tidak mau ada adegan masuk-masuk itu," jelas Risa.
"Masuk-masuk?" tanya Hilman yang mendadak menjadi ikut bodoh.
__ADS_1
"He'um," Risa mengangguk, "Kau juga tidak suka pada ku bukan?" tanya Risa, "Atau kau sudah tertarik pada ku?" tebak Risa sambil menatap Hilman dengan penuh tanya.
Mata Hilman seketika melebar, tentu saja ia tidak mau di permalukan oleh Risa.
Peltak...
Hilman menyentil kepala Risa.
"Sakit?" tanya Hilman.
"CK....." Risa berdecak kesal, "Sakitlah!!!"
"Agar otak mu yang tergeser itu bisa segera membaik?" kata Hilman lagi.
"Enak aja!" Risa mengambil selang dengan air yang masih mengalir, dan ia menyiram pada wajah Hilman.
"Hey!!!" Hilman mengusap wajahnya sampai beberapa kali, air yang disiramkan oleh Risa membuat seluruh tubuhnya basah.
"Ahahahhaha......" Risa tertawa saat melihat Hilman yang sudah basah kuyup.
Dengan gerakan cepat Hilman merebut selang dan menyiram Risa, kini air berbalik pada Risa hingga membasahi seluruh tubuhnya.
"Ahahahhaha....." Risa tidak marah, sebab ia sangat suka bermain air.
Hilman justru yang merasa aneh, karena melihat Risa yang kegirangan. Tubuh Risa yang basah seakan menantang jiwa kelakiannya, bahkan seluruhnya terbentuk dengan begitu sempurna. Menerawang dengan kelas di mata Hilman.
"Ahahahhaha......" Risa terus tertawa gembira di basahi air yang terus disiram padanya.
"Sial.....kenapa dia begitu menantang....ini membuat ku tersiksa..." gumam Hilman.
"Ayo siram lagi!!!!" seru Risa dengan rasa bahagia, "Ayo siram aku lagi.....ayo....Aaaaaa!!!" teriak Risa dengan bahagia.
__ADS_1
*
Jangan lupa like dan Vote.