Hanya Ingin Di Hargai

Hanya Ingin Di Hargai
Aku Yang Akan Pergi


__ADS_3

"Kau anak ku," kata Sarah lagi sambil memeluk Hanna.


Deg.


Jantung Hanna berdetak kencang, karena kenyataan yang sangat mengejutkan. Hanna benar-benar tidak mengerti dengan semua ini, tapi inilah yang terjadi dan ternyata ia adalah anak kandung dari keluarga Agatha.


Devan berdiri di depan pintu dan mendengarkan semua yang dikatakan oleh Agatha, ia hanya diam dan menyaksikan keluar yang utuh di sana. Itulah keluarga yang sebenarnya, bukan dirinya.


"Devan."


Sarah melihat putra sulungnya berdiri di sana, ada rasa takut saat Devan hanya diam melihat dirinya. Dengan langkah kaki yang pelan Sarah mendekati Devan, perlahan tangannya mengarah pada wajah Devan dan kedua tangannya mulai menangkup wajah kasar putra kesayangannya.


"Devan," kata Sarah lagi, ia sangat takut bila Devan pergi meninggalkan dirinya, "Kamu tidak akan pergi kan Nak, kamu anak Mama. Raisa atau Hanna memang anak kandung Mama yang sangat Mama sayangi, tapi kamu juga punya tempat yang spesial di hari Mama," kata Sarah.


"Devan akan pergi Ma, maaf karena selama ini Devan tidak bisa membahagiakan Mama. Devan mengucapkan banyak terima kasih, karena sudah membesarkan dan memberikan Devan kasih sayang," ucap Devan.


"Enggak," Sarah menggeleng, ia tidak akan bisa kehilangan Devan. Bukan berarti Sarah tidak menginginkan Hanna juga, tapi Sarah ingin berkumpul bersama dengan anak-anak nya, "Kamu enggak boleh pergi ninggalin Mama, Mama enggak akan bisa hidup tanpa kamu," kata Sarah penuh air mata.

__ADS_1


Devan terharu dengan kata-kata yang di ucapkan oleh Devan, tapi apa yang bisa ia katakan. Karena ia memang hanya anak angkat, lagi pula Devan merasa tidak pantas bila menjadi bagian dari keluarga Agatha Sanjaya, "Tempat Devan bukan di keluarga ini Ma, Mama akan bahagia karena bisa berkumpul bersama dengan keluarga Mama yang sebenarnya," mata Devan menatap Hanna yang juga tengah menatap dirinya.


Hanna tidak tahu harus bagaimana, tapi Hanna 0un memang tidak akan mau bila harus berdekatan dengan Devan. Rasa sakit yang dulu di berikan oleh Devan masih terlalu sakit hingga hari Hanna masih belum bisa di ajak berdamai, ia tahu Devan sudah pernah menolong dirinya saat kecelakaan itu. Tapi tetap saja hati Hanna masih terlalu sakit, saat ia mengandung Davina sendiri tanpa ada Devan di sampingnya. Bahkan Devan meragukan anak itu.


"Devan Mama mohon jangan pergi....hiks....hiks...hiks...." Sarah menangis pilu saat putra sulung nya ingin pergi meninggalkannya.


"Devan sayang sama Mama," Devan menangkup wajah Sarah dengan kedua tangannya, "Selamanya Devan akan sayang pada Mama, kasih sayang Devan tidak akan pernah berubah. Tapi tempat Devan memang tidak di sini," jelas Devan.


"Kau tidak perlu pergi Mas, Mama membutuhkan mu. Mama sangat menyayangi mu, kau harus tetap di sini. Aku yang akan pergi," kata Hanna, karena ia melihat Sarah terlalu dalam menyayangi Devan, tentu saja Hanna tidak akan tega menghancurkan perasaan Sarah.


"Tidak," Sarah menggeleng, "Kalian anak-anak Mama, dan tidak ada yang boleh pergi," kata Sarah sambil menggeleng kepala nya, "Bagaimana kalau kalian rujuk saja, ini demi anak-anak kalian. Ingat ada dua ank yang ingin orang tua yang lengkap," ucap Sarah penuh harap.


"Sarah," Agatha memegang pundak istrinya, ia menggelengkan kepalanya, "Jangan pernah memaksa mereka, biarkan semua sesuai keinginan mereka. Kita sebagai orang tua tidak boleh egois," kata Agatha.


Agatha sangat menyayangi Devan layaknya ia menyayangi anak kandung nya sendiri, tapi ia pun akan menghargai apapun keputusan Devan. Lagi pula Hanna masih tetap pada pendiriannya yang tidak ingin berdamai dengan Devan, Agatha tidak juga menyalahkan Hanna. Sebab luka yang di torehkan oleh Devan memang cukup dalam.


"Tapi Mama tidak bisa kehilangan memilih, kalian berdua anak-anak Mama....hiks....hiks...." Sarah menangis dan ia dengan cepat menunduk, dan memeluk kaki Devan, "Jangan tinggalkan Mama Dev....hiks...hiks...." Sarah memohon dan tidak ingin Devan pergi, ia sangat berharap Devan akan terus bersama nya.

__ADS_1


Devan membantu Sarah untuk berdiri, dan ia tidak akan tega melihat Sarah memohon, "Devan tidak akan pergi, Devan akan tetap di hati Mama. Devan hanya pergi untuk mencari siapa Devan sebenarnya."


Jangan katakan hati Devan tidak terluka, hatinya juga tidak akan sanggup bila berjauhan dengan Sarah..Tapi Devan juga terlalu malu bila terus berhadapan dengan Hanna, dulu ia melempar lembaran uang di wajah Hanna. Dan ternyata itu adalah uang Hanna sendiri, ia berkuasa dengan apa yang seharusnya milik Hanna. Tapi ia justru menyia-nyiakan Hanna dengan begitu kejamnya.


"Devan Mama mohon jangan pergi..." lirih Sarah.


"Mas, kau tidak usah pergi. Biarkan semua tetap begini saja. Mama sangat menyayangi mu, biarkan aku hanya pada posisi ku sebenarnya, aku yang sendiri dengan dua anak ku tanpa harus orang lain tahu siapa aku," kata Hanna yang mengalah, sebab ia pun tidak ingin membuat Sarah terluka.


"Ini bukan tentang itu Hanna, ini tentang luka dan penyesalan. Ini bukan tentang kasih sayang, tapi tentang cinta dan rasa penyesalan," jawab Devan dengan tegas.


Devan berbalik dan ia pergi begitu saja meninggalkan Sarah yang terduduk di lantai sambil menangis memanggil dirinya, jangan tanyakan hati Devan saat ini. Ia pun sangat terluka karena kenyataannya Hanna adalah putri kandungnya dari Agatha Sanjaya, seorang pengusaha sukses yang juga Ayah angkat nya. Orang yang membesarkannya dengan penuh cinta, lalu tanpa di duga ia menyakiti putri kandung Agatha sendiri, orang yang sudah memberikan nya sebuah kejayaan. Kesuksesan, kedudukan, dan harta yang tidak terhingga. Lantas apa balasannya? Ia melukai Hanna, dan itu adalah sebuah penyesalan yang tidak dapat di tebus begitu saja.


"Devannn!!!!"


Teriak Sarah dengan penuh luka, ia tidak menyangka di hari yang seharusnya membahagiakan karena bertemu dengan anak kandung nya justru membuat terluka. Ia harus menyaksikan Devan pergi dan tidak bisa bersatu seperti yang sudah lalu bersamanya.


"Hiks....hiks...hiks....

__ADS_1


Mama tidak bisa kehilangan salah satu dari kalian," lirih Sarah penuh luka, "Ini salah ku, andai aku tidak memaksanya untuk membenci Hanna, semua ini tidak akan terjadi. Ini salah ku, aku yang menyakiti anak-anak ku sendiri."


TAMAT.


__ADS_2