Hanya Ingin Di Hargai

Hanya Ingin Di Hargai
Tidak Sudi satu ranjang


__ADS_3

"Risa, apa kau baik-baik saja?"


"Iya, memangnya ada apa dengan ku?" tanya Risa balik.


Hanna mengangguk dan menatap Risa dengan lega, ia juga tidak melihat mata Risa yang berkantung artinya Risa tidak menangis sama sekali.


"Mom, aku rindu," Risa langsung memeluk Mom Citra dengan erat.


"Mom juga sangat merindukan mu, ayo duduk," Mom Citra ingin Risa duduk di sampingnya.


Risa langsung mendekati Dad Arsielo, dan memeluknya, "How are you Dad?"


"Baik," jawab Dad Arsielo sambil melihat keadaan putri nya yang terlihat baik-baik saja, dan ia yakin keputusan putrinya tidaklah salah.


"Tapi.....suami mu di mana?" tanya Mom Citra yang tidak melihat Hilman.


Malam sudah semakin larut, Risa kembali menuju kamar nya. Atau kamar Hilman yang kini sudah menjadi kamar nya juga, walaupun terasa berat namun tetap saja ia dengan terpaksa harus tidur satu kamar dengan pria asing. Bahkan mereka tidur satu ranjang.


"Risa, kenapa tidak masuk?" tanya Sintia yang tanpa sengaja melihat Risa yang hanya berdiri di depan pintu kamar.


"Bu, Risa tidur sama Ibu aja malam ini boleh enggak?" pinta Risa dengan penuh harap.


Sintia terkekeh mendengar permintaan Risa, "Kamu itu ada-ada saja, kamu sama Hilman itu sudah menikah. Jadi suami istri itu harus tidur berdua," ujar Sintia dengan tersenyum lembut.


"Bu, Risa sama Mas Hilman belum kenal Bu. Bahkan kita berantem terus," kata Risa lagi dengan wajah melasnya.


Sintia mengelus pundak Risa, ia benar-benar merasa lucu dengan Risa, "Ibu mengerti dengan perasaan mu, tapi kalian harus sama-sama belajar untuk saling mengenal. Dan di mulai dari sekarang ya, jadi kamu masuk ini sudah malam," Sintia memutar gagang pintu kamar dan perlahan membuka pintu, "Ayo masuk."


Dengan berat hati Risa masuk kedalam kamar, dan Sintia kembali menutup pintu. Tapi ia tidak melihat keberadaan Hilman di sana, "Apa Tuan Kaya itu tidak disini?" gumam Risa, "Sepertinya tidak, mungkin malam ini kami tidak akan tidur berdua lagi," seru Risa dengan bahagia, dan ia mulai mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur yang paling nyaman menurut nya.

__ADS_1


Risa langsung melempar tubuhnya ke atas ranjang, kemudian ia merentangkan tangan dan kakinya. Dengan bibir yang tersenyum bahagia, karena besok ia harus cepat-cepat bangun sebab ia sudah menjadi seorang karyawati di salah satu perusahaan ternama, dan ia memilih perusahaan orang lain agar ia di perlakukan layaknya karyawan lainnya.


Clek.


Pintu tiba-tiba terbuka, dan Hilman yang masuk ke dalam kamar.


Risa terkejut dan ia langsung duduk di atas ranjang, karena dugaannya yang ternyata salah besar.


"Kenapa kau menatap ku seperti itu?" tanya Hilman.


"Karena aku suka pada mu," jawab Risa asal, "Enggak usah aneh-aneh, pertanyaan konyol. Karena aku membenci mu, sebab anda tuan kaya selalu mengajak ku bertengkar!" ketus Risa.


Hilman seketika tersadar dengan pakaian yang di kenakan oleh Risa, bahkan ia tidak habis pikir dengan Risa yang berpakaian seperti itu. Hilman yakin saat ini Risa mencoba menggoda dirinya, dan Hilman tidak akan tergoda.


"Apaan liat-liat!" Risa ingin sekali mencolok kedua bola mata Hilman yang menatapnya tanpa berkedip, dan menurut Risa Hilman sangat tidak sopan.


"Turun dari atas ranjang ku!" pinta Hilman sambil memegang bantal miliknya.


"What's," mata Risa melebar sempurna saat mendengar kata-kata Hilman yang mengusirnya dari atas ranjang, "You mean you made me sleep downstairs?" seru Risa penuh emosi.


Hilman sedikit terkejut mendengar Risa berbicara bahasa Inggris padanya, tapi sedetik kemudian ia merasa Risa hanya bisa mengatakan itu saja, "I'm not used to sleeping with strangers!"


"You think I'm used to it?!"


Hilman semakin bingung dengan wanita yang semalam ia nikahi itu, dari cara berpakaian yang terbuka Hilman langsung menyimpulkan jika wanita tersebut liar. Dan pasti wanita biasa yang butuh uang, tapi melihat caranya berkomunikasi ia terlihat cukup pintar.


"Apa lihat-lihat!?" geram Risa lagi.


"Sana turun!" Hilman melempar bantal tepat mengenai wajah Risa.

__ADS_1


Buk.


"OMG kau benar-benar kurang asam!!!" Risa kembali naik ke atas ranjang dan menghajar Hilman habis-habisan, "Kau sangat keterlaluan, jangan panggil aku Risa kalau kau masih berani kurang ajar pada ku!!!" seru Risa sambil terus memukuli Hilman tanpa hentinya.


Buk!!


Buk!!


Buk!!


"Cukup!!!" Hilman sudah tidak kuat lagi karena di hajar Risa, akhirnya ia berusaha menghentikan tangan Risa dengan memegang kedua lengannya. Namun karena Risa juga tidak mau kalah akhirnya Hilman mengeluarkan tenaga yang cukup kuat, dan tanpa sadar posisi keduanya yang begitu dekat.


Risa menatap dirinya, ia duduk di atas pangkuan Hilman. Dengan tangan yang di silangkan oleh Hilman dan tertarik ke belakang, "Ish...lepas!!!" seru Risa, "Katanya enggak sudi megang-megang!!!" seru Risa.


Setelah sadar dengan perkataan Risa, dengan cepat Hilman mendorong Risa hingga terlungkup di atas ranjang.


"Sssstttt...." Risa mendesis, karena hidungnya terasa sedikit sakit, "Baru nikah udah KDRT!!" geram Risa.


"Bodo amat!!!" jawab Hilman dan ia mulai membaringkan tubuhnya, dengan tangan yang mulai menarik selimut. Sesaat kemudian Hilman mematikan lampu dengan remote control, dan hanya tinggal lampu tidur yang menyala.


"Dia pikir aku sudi tidur satu ranjang dengan nya," dengan malas Risa langsung pindah duduk di sofa, ia memainkan ponselnya dan melihat beberapa berita di sana. Karena merasa bosan akhirnya Risa tertidur dalam keadaan duduk, sebenarnya ia tidak ingin tidur karena takut nanti Hilman malah melakukan hal aneh pada dirinya. Namun ternyata tanpa diduga ia malah terlelap dengan sendirinya.


Tidur Risa terasa semakin nyaman, apa lagi saat bergerak ia merasa begitu bebas. Dengan perlahan ia membuka mata dan ternyata sudah berada di atas ranjang. Dengan gerakan cepat Risa duduk, ia melihat sekitarnya dan Hilman pun tidak ada di sana. Dengan panik Risa mengintip ke bawah selimut dan pakaian nya masih utuh.


"Huuuufff....." Risa menarik nafas dan merasa sedikit lega, karena Hilman tidak berbuat macam-macam padanya. Kemudian ia menatap jam pada ponselnya, "Sudah pagi ternyata," gumam Risa dengan segera ia turun dari atas ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi untuk menyegarkan tubuh nya. Selesai mandi Risa kembali membuka koper nya, dan memilih satu baju yang ia anggap sangat cocok untuk di pakai hari ini.


*


Jangan lupa Like dan Vote.

__ADS_1


__ADS_2