
Hanna merasa terluka saat melihat seorang wanita yang tengah duduk di pangkuan Devan, apa lagi wanita itu adalah Risa. Risa adalah seorang yang dulu sudah menolong dirinya, Hanna pun tidak akan mungkin untuk bersaing dengan Risa.
Sejenak Hanna berdiri di jendela ruang kerjanya, jendela besar menampakan mobil dan motor yang berlalu lalang di bawah sana. pikiran Hanna larut dalam masa lalu yang seakan menyudutkan dirinya.
"Cie Hanna," seru Risa menggoda dirinya.
"Risa apasih, kalau mau bawa saja Mas Devan untuk mu. Lagi pula aku sudah bercerai dengannya.
Hanna mengusap wajahnya, masa lalu biarlah berlalu. Sekarang ada masa depan yang harus dicapai, sampai kapan ia yang terus berjuang. Tidak akan kuat cinta bila yang berjuang hanya salah satunya saja, dan bukan cinta namanya bila hanya membuat luka.
Tidak ingin lagi terjebak dalam masa lalu yang penuh luka, dan harapan yang semu. Hanna memutuskan untuk menemui Hilman, bahkan kini Hanna sudah menuju Apartemen Hilman.
"Ada apa?"
Hilman tidak mengerti dengan kedatangan Hanna ke apartemen nya, bahkan ini sangat mengejutkan.
Hanna yang duduk di sofa menatap Hilman yang duduk di hadapannya, sejenak ia menimbang. Tapi mungkin ini adalah keputusan yang paling tepat, "Apa lamaran mu itu masih berlaku Mas?" tanya Hanna.
Hilman terkejut saat Hanna menanyakan hal itu, "Kenapa?" tanya Hilman balik, padahal Hanna bertanya pada nya.
"Jawab saja!"
"Iya," jawab Hilman.
Hanna menatap Hilman yang juga tengah menatap dirinya, "Aku setuju menikah dengan mu, tapi aku masih belajar mencintai mu setelah kita menikah," kata Hanna.
"Benarkah?" Hilman tidak menyangka dengan kata-kata yang ia dengarkan, "Tidak masalah jika memang kau belum mencintai ku, lagi pula kau sudah berjanji untuk menerima ku," kata Hilman penuh bahagia.
Hanna tidak tahu apakah keputusan ini benar atau tidak, tapi cukup sudah semuanya. Dari dulu sampai sekarang Devan sama saja, ia tidak memiliki ketegasan tentang perasaan nya. Hingga untuk kali ini Hanna benar-benar muak dan ia yang akan memutuskan untuk pergi.
__ADS_1
"Nikahi aku secepat nya," pinta Hanna.
"Tentu saja, tapi kenapa buru-buru?" Hilman kini mendadak bingung, "Tapi tidak apa-apa juga, aku bahagia," Hilman sangat menyukai Hanna jadi ia akan melakukan apapun yang di pinta oleh Hanna.
"Aku mau minggu depan Mas," imbuh Hanna lagi.
"Iya," Hilman mengangguk setuju saja, "Ayo temui orang tua ku," pinta Hilman sebab ia memang sudah tidak sabar, apa lagi ia juga sudah sering menceritakan Hanna kepada Ibunya.
Hanna mengangguk dan ia ikut saja dengan Hilman, tidak perduli lagi dengan perasaan kedua anak-anak nya, yang jelas saat ini Hanna ingin keluar dari belenggu cinta seorang Devan. Kesal bercampur benci kini benar-benar menutupi segala nya, ia pikir Devan sudah ingin rujuk dengan nya lagi saat malam itu. Tapi Ternyata tidak, sekarang dan dulu sama saja. Ia hanya di jadikan wanita pemuas hasrat nya saja. Hanna masih merasa bersyukur saat sang Papa memergoki mereka, jika tidak Hanna yakin semua sudah terjadi saat itu. Dan ia bisa saja merasa jijik dengan tubuhnya sendiri.
Sampai di kediaman Hilman, Hanna langsung turun dan berjalan masuk bersama dengan Hilman di sampingnya. Saat akan masuk Hilman mencoba memegang lengannya tapi Hanna menolah.
"Maaf Mas, setelah menikah kau lah pemiliknya. Tapi untuk saat ini belum," tolak Hanna dengan halus, "Menjijikan, kau munafik Hanna. Kemarin saja Devan memegang tubuh mu kau menikmatinya," batin Hanna.
"Iya, tidak masalah."
"Jadi Hanna dan Hilman akan menikah?" tanya Ibu dari Hilman.
"Iya Tante, kalau Tante merestui," kata Hanna.
Sintia tersenyum dengan jawaban Hanna, "Tentu saja setuju, kenapa tidak."
"Saya seorang janda dua anak Tante," jelas Hanna lagi.
"Tidak masalah, saya sudah tahu. Kamu anak Agatha Sanjaya bukan?" tanya Sintia.
"Iya Tante," jawab Hanna.
"Justru Tante bersyukur kamu mau menikah dengan anak Tante yang satu ini, Karena usia sudah tua tapi dia tidak mau menikah. Dan Tante senang sekali kalian akan menikah, tidak masalah kamu janda, asal kalian bahagia," ujar Sintia dengan bahagia.
__ADS_1
"Minggu depan kami akan menikah Bu," kata Hilman.
"Cepat sekali? Tapi tidak apa, lebih cepat lebih baik."
Semua terlihat bahagia, terutama Sintia yang sudah lama menginginkan anaknya Hilman untuk menikah. Sebab usia Hilman yang sudah dewasa, dan penghasilan Hilman juga sudah bisa mencukupi kebutuhan keluarga. Sintia juga sudah muak dengan wanita-wanita yang hanya mengincar uang Hilman saja, Sintia tidak masalah jika Hilman menghamburkan uang nya pada kekasih nya. Hannya saja ia ingin wanita itu yang kelak menjadi istri dari putra nya.
Tapi bagaimana dengan Hanna? Apakah hatinya sudah siap dengan keputusan nya sendiri? Yakin. Itulah kata yang saat ini di pegang Hanna, usia sudah tidak lagi muda dan ia pun ingin bahagia. Maka jika ingin bahagia ia harus keluar dari masa lalu.
Setelah menemui Ibu dari Hilman, kini Hanna menemui kedua orang tuanya bersama dengan Hilman. Semua duduk di ruang keluarga, bahkan mereka semua sudah sangat mengenal Hilman, tapi tidak ada yang tahu tujuan Hanna mengumpulkan mereka di sana. Hingga mereka masih diam dan menunggu Hanna yang berbicara.
"Hanna dan Mas Hilman akan menikah Minggu depan Pa, Ma," kata Hanna.
Agatha dan Sarah langsung saling tatap, bukan tidak setuju dengan Hilman yang mendampingi Hanna. Tapi karena mereka bingung.
"Menikah?" tanya Sarah.
"Iya Tante, Hilman dan Hanna akan menikah," jelas Hilman yang ingin meyakinkan kedua orang tua Hanna bahwa ia tidak main-main.
"Hanna?" tanya Sarah lagi.
Hanna hanya diam, dan ini memang sudah menjadi keputusan nya.
"Apa kau yakin?" tanya Agatha menatap Hilman, "Putri ku Hanna seorang janda, dia memiliki dua orang anak. Sedangkan kau adalah seorang lajang," tegas Agatha.
Agatha tahu usia Hilman jauh di atas Hanna, akan tetapi menikahi Hanna bukan perkara yang mudah. Sebab Hanna memiliki dua orang anak yang harus di sayangi Hilman setelah menikah.
"Saya yakin Om, saya akan bertanggung jawab pula terhadap kedua anak Hanna," jawab Hilman dengan mantap.
Agatha diam dan masih merasa berat dengan keputusan Hanna yang menikah dengan Hilman, sebab ia tahu dari mata-mata nya jika Hanna dan Devan kini tengah berdekatan kembali. Bahkan semalam saja Agatha hampir menikahkan Hanna dan Devan kembali, lalu siang ini Hanna mengatakan Hilman adalah calon ayah sambung dari anak-anak nya. Rasanya sebentar lagi setelah Hilman pulang Agatha akan membahas ini semua.
__ADS_1