Hanya Ingin Di Hargai

Hanya Ingin Di Hargai
Rindu yang semakin menggebu


__ADS_3

Ada kata yang tidak tersampaikan, ada cinta yang terbelenggu rindu. Ada hati yang tengah menggebu, karena cinta yang tidak kunjung datang. Kemana ku labuh kan rindu, kemana ku tepikan cinta ku. Aku sepi dan tiada arti tanpa mu, karena rindu ini sungguh menyiksa ku.


Itulah kini yang tengah di rasakan Devan, hari demi hari rasa rindu semakin terus saja menggebu. Bahkan Devan hanya sendiri diam dalam kegelapan, kamar dengan penerangan bulan dari luar sana yang menemaninya. Jas yang kusut masih terpakai di tubuhnya, duduk di lantai sambil melihat keluar sana. Banyaknya harta tidak bisa membuatnya bahagia, tingginya jabatan tidak serta dalam cinta yang sampai saat ini belum ia temukan.


Devan kini tengah berusaha menghukum dirinya sendiri, menghukum karena sudah mempermainkan wanita yang sangat ia cintai. Namun sulit, wajah wanita berhijab itu terus saja menghantui nya. Bayangan wajah menggemaskan putranya terus membayanginya.


"Devan," Sarah yang dari tadi mengetuk pintu mulai masuk karena tidak ada jawaban dari dalam sana, hingga ia melihat kamar Devan sangat gelap. Perlahan Sarah menyalakan lampu, kemudian dengan jelas melihat Devan yang tengah duduk di lantai.


Devan mulai tersadar setelah lampu di nyalakan, dan ia melihat ada Sarah di sana.


"Kenapa lampunya di nyalakan Ma?" tanya Devan, sebab Devan lebih suka kegelapan.


Sarah berjongkok, dan ia bisa melihat wajah Devan yang tidak terurus itu. Jambang yang mulai panjang, rambut yang acak-acakan. Devan hidup tapi seakan tidak bernyawa.


"Dev," air mata Sarah jatuh dan tumpah begitu saja, ia tidak kuasa melihat Devan yang sekarang. Kini mata hatinya terbuka, karena kini Devan sudah tidak lagi menyembunyikan kesedihannya, "Kamu cari Hanna ya, Mama tahu kamu merasa kalau kamu itu hanya anak angkat nya Mama. Tapi Mama tidak pernah menganggap begitu, dan kalau kamu mau pergi juga meninggalkan Mama silahkan, tapi jangan pernah lupakan Mama," lirih Sarah dengan air mata yang tidak terbendung.

__ADS_1


"Mama bicara apa? Devan sayang sama Mama," jawab Devan. Devan memeluk Sarah dengan erat, sejak dulu dan sekarang Sarah memang selalu bisa membuatnya tenang.


Sarah masih diam dan mengingat kata yang di ucapkan oleh suaminya beberapa hari yang lalu. Saat Sarah memohon pada Agatha agar mencari keberadaan Hanna.


"Mama mohon Pa, Mama mohon cari Hanna. Mama kangen sama Derren juga, kasihan Devan juga Pa," pinta Sarah yang terus bersimpuh dibawah kaki Agatha.


"Aku tidak akan pernah melakukan itu Sarah, aku hanya ingin melihat sebesar apa cinta Devan terhadap anaknya dan Hanna. Kita tidak perlu ikut campur, karena aku nantinya tidak ingin ada kata balas budi saat dia bersatu kembali dengan Hanna!" jelas Agatha dengan wajah datarnya.


"Balas Budi?" tanya Sarah bingung, "Kita tidak memaksa Devan untuk bertahan dengan Hanna, tapi karena Devan yang memang mencintai Hanna kan Pa?" tanya Sarah yang ingin meyakinkan Agatha.


"Tidak. Aku ingin Devan yang berjuang untuk Hanna. Dan jika pun nanti Devan tahu siapa Hanna, Devan bukan bertahan karena balas Budi pada kita. Aku ingin Devan bertahan karena dia memang mencintai Hanna," jelas Agatha lagi.


Agatha diam tampa ingin menjawab pertanyaan Sarah.


"Pa, apa Hanna itu ada hubungannya dengan kita?" Sarah semakin penasaran dengan kata yang di maksud oleh Agatha.

__ADS_1


"Aku hanya ingin Devan bahagia Ma, dan ini hanya untuk kebahagiaan Devan dan anak-anak nya. Dan apapun ujian kedepannya Devan bertahan karena cinta, bukan karena yang lain," tegas Agatha lalu pergi begitu saja. Ia tidak ingin semakin membuat Sarah banyak bertanya, karena ia pun tidak tahu harus mengatakannya seperti apa.


"Papa!!!" seru Sarah. Sarah menatap Agatha yang sudah pergi dengan penuh tanya, ada rasa penasaran dari maksud kata yang di ucapkan oleh Agatha, "Siapa Hanna?" tanya Sarah yang masih duduk di lantai, "Dan kenapa Devan nantinya bertahan dengan Hanna hanya karena alasan yang sama? Balas budi?" Sarah bingung dan terus bertanya-tanya, ia benar-benar tidak tahu maksud Agatha. Tapi Sarah tidak ingin membuat Agatha semakin marah, hingga ia memilih untuk ikut dengan apa pun yang di katakan oleh Agatha sampai saat nya tiba dan ia akan tahu maksud dari kata Agatha saat ini. Sebab Sarah tidak lagi memiliki keberanian untuk menentang suaminya. Karena Agatha pernah mengatakan akan menceraikan dirinya, bila ia melakukan hal yang dulu pernah ia lakukan pada Hanna.


Devan yang merasa Sarah hanya diam memeluknya mulai menjauhkan dirinya.


"Mama memikirkan sesuatu?" tanya Devan.


Sarah menggeleng, Padahal ia memang tengah memikirkan kata-kata suaminya, "Mama cuman mau kamu jadi diri kamu sendiri," kata Sarah, "Mama mohon jadilah diri kamu sendiri."


Devan terdiam, dan ia kembali duduk di lantai. Apa yang bisa ia katakan saat ini, "Devan sedang berusaha untuk menghukum diri Devan Ma, Devan sadar kesalahan Devan terlalu besar dan Hanna pantas bahagia dengan caranya. Mungkin dengan orang lain," Devan tertunduk dan meremas rambutnya, ada rasa tidak rela saat mengatakan itu. Kata-kata yang seakan ia ucapkan dengan jelas sangat berbanding terbalik dengan perasaan nya kini.


"Mama tidak meminta mu untuk memperjuangkan Hanna, Mama pun tidak meminta mu untuk menjauhi Hanna. Mama hanya ingin yang terbaik, apapun keputusan kamu Mama ikuti. Tapi satu hal yang harus kamu tahu Devan," kata Sarah menggantung ucapannya.


Devan yang tertunduk menatap Sarah, ia ingin mendengar kata yang akan di ucapkan Sarah.

__ADS_1


"Jangan ada kata penyesalan bila suatu hari ternyata kamu tidak sanggup untuk hidup tanpa Hanna, yakinkan diri mu. Yakinkan keputusan mu saat ini, bila kamu mau memperjuangkan Hanna kamu masih punya waktu. Bila pun setelah kamu berusaha dan dia tetap tidak bisa kamu miliki maka kamu tidak akan pernah menyesal lagi," ujar Sarah dan ia pergi dari kamar Devan. Hati Sarah masih terlalu sakit melihat penderitaan Devan, ia pun merasa bersalah karena hanya ingin membahagiakan dirinya Devan harus berkorban sebesar ini. Mengorbankan perasaan nya sendiri.


Sarah mengingat wajah Diana, kini Sarah sudah bertekad. Bila pun nanti Diana terus mengancam Devan karena ginjalnya, maka Sarah akan mengembalikan nya. Tidak perduli dengan nyawanya yang terancam. Yang terpenting saat ini adalah kebahagiaan Devan, bagi Sarah Devan adalah anaknya. Sama seperti Adam putra yang ia kandung dan ia lahirkan. Bahkan karena tulusnya kasih sayang Sarah pada Devan, Adam pun tidak pernah tahu jika Devan hanya anak angkat. Yang Adam tahu mereka tiga bersaudara, Devan Agatha Sanjaya, Raisa Agatha Sanjaya, dan Adam Agatha Sanjaya. Lantas apakah yang akan terjadi nantinya?.


__ADS_2