Hanya Ingin Di Hargai

Hanya Ingin Di Hargai
Suami ku banci!!


__ADS_3

"Ibu ngapain?" tanya Risa yang menghampiri Ibu Sintia yang tengah berkutat di dapur.


Ibu Sintia tersenyum melihat kehadiran Risa di dapur, "Ibu mau masak, tapi tiba-tiba kepala ibu pusing. Sepertinya darah tinggi Ibu kumat," Ibu Sintia memegang kepalanya yang terasa pusing.


"Ya udah Ibu duduk," Risa memapah Ibu Sintia untuk duduk di kursi meja makan, "Biar Risa yang masak," kata Risa sambil tersenyum.


"Kamu bisa masak?" tanya Ibu Sintia, "Bukan apa-apa, tapi namanya anak muda. Jadi biasanya tidak suka memasak, apa lagi kamu yang terlahir dari keluarga berada," kata Sintia dengan tersenyum lembut.


"Ibu tenang aja, kalau pun Risa enggak bisa masak ala-ala Chief. Tapi kan bisa ala-ala Risa Bu," jelas Risa.


"Emang memasak ala-ala kamu seperti apa?" tanya Ibu Sintia bingung.


"Semua bahan makanannya di rebus dan kasih garam, kan nanti mateng juga Bu," celetuk Risa.


"Ahahahhaha....." Ibu Sintia seketika tertawa mendengar penuturan Risa, dan sepertinya Risa bisa mengobati sedikit kesepian nya, "Ibu bisa sehat kalau sama kamu terus, darah tinggi Ibu bisa kabur karena ketawa terus."


"Ibu bisa aja," hal yang di sukai Risa adalah membuat orang di sekitarnya bahagia, karena itu juga membuatnya bahagia.


Hilman yang lewat tanpa sengaja mendengar Ibu nya tertawa, awalnya ia tidak percaya. Tapi setelah di perhatikan dari kejauhan ternyata benar. Setelah kematian sang Ayah baru kali ini Ibunya tertawa begitu lepas, dan sedikit banyaknya ia tanpa sadar mulai mengagumi Risa yang berhasil membuat Ibunya bahagia. Namun setelah itu Hilman langsung pergi.


"Ok, Risa masak dan ibu duduk ya."


Makan malam selesai di masak, bahkan para pelayan susah membantu Risa untuk mempersiapkan nya di atas meja makan. Sebenarnya ada pelayanan yang memasak, tapi kadang-kadang Sintia ingin masak sendiri untuk menghilangkan rasa bosannya. Namun kali ini sepertinya sedikit berbeda, karena Risa yang memasak.


"Sini Risa isi piring Ibu," Risa mengambil nasi dan lauk untuk Ibu Sintia.


"Terima kasih."


Makan malam di mulai dengan hening, hanya terdengar sesekali suara sendok yang berbenturan sampai akhirnya Ibu Sintia yang berbicara memecahkan keheningan.


"Kalian enggak honeymoon?" tanya Ibu Sintia.

__ADS_1


"Uhuk....uhuk.... uhuk....." Risa seketika terbatuk-batuk mendengar pertanyaan Ibu Sintia yang seperti bom itu.


"Ini minum," Ibu Sintia memberikan air mineral, "Maksud Ibu, kalian butuh waktu berdua. Hilman kamu ajak Risa liburan berdua saja, agar kalian bisa dekat dan saling mengenal," jelas Ibu Sintia.


Hilma mengambil air mineral dan meneguknya, ia tidak ingin membuat Ibu Sintia sakit hati. Namun ia pun tidak ingin liburan bersama dengan Risa, dan sudah di pastikan Risa juga tidak akan mau.


"Risa, kamu mau kan liburan dengan Hilman?" kini Ibu Sintia beralih menatap Hilman, tapi ia bertanya pada Risa.


"Risa terserah aja Bu, Risa kan kerja nanti Risa di pecat. Bos Risa galak," adu Risa menatap Hilman.


Ingin sekali Hilman menyiram wajah Risa dengan air, karena ia tahu Risa tengah mengatakan dirinya.


"Sudah....sudah, masalah liburannya tolong di pikirkan," Ibu Sintia tersenyum melihat kelucuan Risa, tanpaknya hari-hari akan berwarna dengan keberadaan Risa.


Hilman kembali melanjutkan makannya, bahkan ia sampai tambah beberapa kali.


"Enak?" tanya Ibu Sintia.


"Iya, ini masakan Ibu ya?" tebak Hilman, "Bu besok sarapan masakin lagi ya, sekalian Hilman bawa bekal makan siang," kata Hilman


Hilman langsung meletakkan sendok di tangannya, "Tidak enak!" setelah mengatakan itu Hilman langsung pergi.


"Mmmmfffffpp...." Ibu Sintia menahan tawa melihat reaksi Hilman, karena merasa sangat lucu, "Ayo makan jangan pikirin dia, masakan mu ini enak dan kamu pintar sekali memasak."


Malam semakin larut Risa langsung masuk kedalam kamar, dan ia tidur hanya dengan tank top dan celana dengan warna senada. Bahkan celana itu menampakkan paha mulusnya, dengan tidur berbaring Risa memainkan ponselnya.


Ting.


Ponselnya berdering dan itu adalah chat dari Dino, Risa kadang tersenyum. Kadang juga tertawa membalas chat tersebut, bahkan Hilman sudah cukup lama memperhatikan dirinya tapi Risa sama sekali tidak menyadari nya.


"Ahahahhaha....." tawa Risa pecah, setelah membaca chat lucu dari Dino untuk yang kesekian kalinya.

__ADS_1


"Asik sekali!" kata Hilman yang seketika menyadarkan Risa.


"Emang, ini tu namanya Dino. Orangnya lucu, tampan dan baik hati. Ish....gumusss...." Risa tersenyum saat mengingat wajah Dino yang lucu.


"Sudah bersuami!" kata Hilman tiba-tiba.


Risa seketika mendudukkan tubuhnya, "Suami aku banci!" ejek Risa.


"Apa maksud mu?" geram Hilman.


"Ish, enggak usah dekat-dekat nanti nafsu!" kata Risa asal.


"Banci.....banci....!" gertak Hilman.


"Ish...." Risa juga melawan karena tidak mau kalah.


"Kenapa kau tidak mengunakan pakaian?!"tanya Hilman.


"Ini pakaian anda tidakkah melihatnya?" Risa dengan polosnya membusungkan dada, dan menunjukan tank top nya pada Hilman.


"Sial," Hilman langsung masuk kedalam kamar mandi, "Aku kenapa kepanasan begini?" Hilman benar-benar di buat pusing karena Risa, di satu sisi ia semakin penasaran dengan tubuh Risa. Tapi ia masih dalam keyakinan awal, tidak akan menyentuh Risa. Hingga pada akhirnya Hilman bermain solo di dalam kamar mandi, "Kenapa tidak mau keluar, ah..." kesal Hilman.


Risa sudah tertidur lelap di atas ranjang, dan Hilman pun mulai keluar dari kamar mandi. Matanya langsung melihat Risa yang tidur tanpa selimut di atas ranjang, "Apa maunya wanita ini?" gumam Hilman, karena Risa tidur tanpa mengunakan selimut. Setelah memastikan Risa benar-benar tidur, akhirnya ia juga berbaring di samping Risa, entah mengapa ia semakin penasaran dengan bibir Risa. Entah sadar atau tidak Hilman mulai mendekati bibir itu dan mengecupnya dengan cukup lama, namun Hilman merasa semakin lama semakin menuntut tanpa sadar tangannya bergerak dan mengarah pada gundukan Risa.


"Ish...." Risa merasa tidurnya terusik, dan ia mulai bergerak.


Hilman yang panik cepat-cepat turun dari ranjang, dan bersembunyi di bawah.


"Kok tadi seperti ada tangan yang pegang-pegang ya," Risa duduk sejenak, ia seperti mengigau namun karena matanya yang masih sangat mengantuk ia kembali merebahkan diri, dan nafasnya mulai terdengar beraturan lagi yang artinya ia sudah tertidur pulas kembali.


Hilman langsung bangun, dan merutuki kebodohannya sendiri, "Kenapa aku seperti maling, ini benar-benar gila," gumam Hilman, dan ia menahan hasrat nya mati-matian sampai akhirnya ia keluar dari kamar dan memilih tidur di ruang kerjanya. Entah apa yang terjadi pada diri Hilman, tapi Risa yang polos membuatnya merasa panas dingin.

__ADS_1


*


Jangan lupa like dan Vote.


__ADS_2