Hanya Ingin Di Hargai

Hanya Ingin Di Hargai
Tiga Tahun Kemudian di Langit Italia


__ADS_3

Welcome to season 2


Perusahaan Anderson company.


Di langit Italia seorang pria dengan usia yang menginjak 31 tahun tengah duduk di kursi kebesaran nya, tubuhnya yang tinggi serta tegap membuatnya terlihat begitu gagah. Tiga tahun sudah berlalu, dengan banyak nya liku-liku kehidupan yang ia tempuh. Mulai dari membangun bisnis dari nol sampai jatuh berkali-kali, dan mencoba bangun lagi dengan segala keberanian yang ada. Hingga kesuksesan benar-benar berada di tangannya.


Devan kini sudah berhasil membangun kerajaan bisnis nya, bahkan namanya masuk dalam 20 orang tersukses di dunia. Kualitas kerja nya tidak ada yang berani menandingi nya, hingga banyak yang menawarkan diri untuk bisa bekerja sama dengannya. Bahkan siapapun sangat bangga bila berhasil di terima sebagai rekan kerja nya, tidak ada usaha yang mengkhianati hasil. Itulah kata yang pantas di ucapkan, berkat kecerdasan yang luar biasa dan kegigihan yang sangat kuat membuatnya benar-benar di ambang kesuksesan.


Tiga tahun sudah berlalu, selama itu pula Devan tidak pernah kembali ke Indonesia. Negara tempatnya di besarkan, bahkan negara yang membuat nya mengenal artinya cinta.


Devan memilih negara Italia sebab ia memang perpaduan antara Italia dan Indonesia, Ibunya Citra Wiranti yang hanya orang biasa dan menjadi TKW berhasil mendapatkan hati majikannya sendiri di negara Italia. Hingga Arsielo Anderson menikahi Citra Wiranti dengan resmi, dan melahirkan seorang putra yang kini bernama Devan Agatha Sanjaya. Sebab Devan di besarkan oleh keluarga Agatha Sanjaya. Dimana saat itu ia di pungut dari jalanan, sebab Sarah tidak tega melihat Devan menangis tengah malam sendirian.


"Good morning my heart," sapa seorang wanita, dia adalah Citra, wanita yang tidak lagi muda yang tengah bahagia karena bisa bertemu kembali dengan putranya.


"Morning Mom," jawab Devan.


Flashback on.


Tiga tahun sebelumnya, Devan tengah fokus mencari siapa sebenarnya orang tua kandungnya. Hingga akhirnya ia bekerja sama dengan seorang mafia berdarah dingin Kenzi Zavano, siapa yang tidak mengenal seorang Kenzi Zavano dan siapa yang bisa meragukan kecerdasan otaknya. Hingga setiap teka-teki berhasil di pecahkan oleh Kenzi Zavano dan menemukan sebuah fakta baru, yang ternyata Devan masuk dalam pencarian anak hilang di tahun 1993 dimana usia Devan saat itu di perkirakan memasuki ke empat tahun.


Citra Wiranti adalah istri kedua dari Arsielo Anderson, hingga istri pertama nya tidak terima jika suaminya menikah lagi dengan pembantu nya. Dan dengan kejamnya Elenora Dahna membuang Devan saat mereka tengah berlibur bersama ke Indonesia. Saat itu Elenora Dahna berpura-pura sudah menerima jika suaminya menikah lagi. Dan ia terus berusaha bisa mendapatkan hati suaminya, sampai akhirnya Citra Wiranti tidak menaruh kecurigaan sedikit pun. Dan di mana saat itu nama Devan adalah Alegra Anderson.


Usaha yang di lakukan Elenora Dahna tidak sia-sia, sebab ia berhasil menyingkirkan Devan. Hingga tidak di temukan, saat itu Elenora Dahna berpikir setelah Alegra ataupun Devan menghilang Arsielo Anderson akan meninggalkan Citra Wiranti, namun ternyata tidak. Sampai akhirnya anak Arsielo Anderson kembali lahir dari rahim Citra Wiranti yang diberi nama Clarisa Anderson, atau yang menyamar sebagai Risa. Yang bekerja sebagai pembantu di rumah Agatha Sanjaya.


Flashback off.

__ADS_1


"Morning Mom," jawab Devan, sambil menatap sang Mommy.


"Ini Mom bawakan makanan kesukaan mu, kalau masakan indo Mom jagonya," Citra meletakan kotak bekal yang ia bawa pada meja.


"Terimakasih, Mom datang sendiri saja?" tanya Devan.


"Of course with Daddy," ujar seorang pria yang tidak lama ikut masuk.


Keluarga Devan kini lengkap sudah, sebab ia sudah bisa berkumpul dengan kedua orang tuanya. Dan hal yang paling mengejutkan adalah Risa, atau Clarisa Anderson adalah adik kandung Devan yang di tugaskan oleh Arsielo Anderson yang curiga jika Devan adalah anak kandungnya.


Arsielo Anderson sebenarnya adalah orang yang bekerja sama dengan sebuah perusahaan di Indonesia, atau lebih tepatnya Agatha Sanjaya group. Dimana saat itu Devan yang menjabat sebagai CEO. Namun tiba-tiba Arsielo Anderson merasa ada yang janggal, sebab menurut berita pencarian Agatha hanya memiliki dua orang anak dan ia merasa memiliki kedekatan dengan Devan. Dan pencariannya tidak sia-sia, sebab Risa atau Clarisa Anderson berhasil mengumpulkan data pribadi milik Devan. Dan saat di cocok dengan data yang juga di cari Devan hasil nya akurat. Devan adalah Alegra Anderson putra pertama dari Arsielo Anderson atau pemilik perusahaan Anderson company. dan Risa adalah orang yang membawanya pada Deddy nya Arsielo Anderson.


"Ada apa kemari, seperti nya cukup mengejutkan sekali?" tanya Devan sebab tidak biasanya Arsielo Anderson juga ikut menemuinya ke perusahaan.


"Why are you two swimming?" Devan menatap bingung kedua orang tuanya.


"Happy birthday my brother...." seru Clarisa Anderson yang datang membawa sebuah kue tart dengan lilin di atasnya.


Devan tersenyum sebab ia baru mengingat jika hari ini adalah hari lahirnya, bagaimana bisa ia melupakan ini. Sebenarnya tanggal 1 Januari itu bukan lah hari ulang tahun Devan,sebab ia lahir di bulan Desember. Akan tetapi saat itu Sarah menemukan Devan saat 1 Januari dan Sarah menganggap itulah hari ulang tahun Devan. Dan Devan pun meminta Citra hanya merayakan hari ulang tahunnya di hari satu Januari saja, sesuai dengan yang biasa Sarah lakukan.


"Happy 31st birthday," seru Clarisa lagi dengan senyum bahagia.


"Ternyata putra ku ini sudah cukup tua ya," seloroh Citra Wiranti Anderson.


Devan berdiri dan ia tersenyum, karena apa yang di katakan oleh Citra memang benar adanya nya.

__ADS_1


"Terima kasih banyak detektif," ujar Devan sambil tersenyum, karena Clarisa memang selama ini berperan sebagai detektif, dengan menjadi pembantu di rumah Agatha Sanjaya.


"Hehehe..... aku kan cantik, and smart. Dan tolong jangan ragukan itu ya," seloroh Clarisa sambil terkekeh.


Semuanya tertawa ringan sebab kata-kata yang di ucapkan oleh Clarisa kini tengah membanggakan diri nya sendiri.


"Hehehe," Clarisa menggaruk kepalanya. Karena merasa malu sendiri.


"What are you hopes for this year?" tanya Arsielo Anderson.


"Tentu saja sesuatu yang membahagiakan," timpal Citra tersenyum, "Bukan begitu boy?" tanya Cinta pada Devan.


"Doa kan saja yang terbaik Mom," jawab Devan tersenyum lembut.


"Ok....lalu kapan lilin ini akan di tiup, karena lilin isi sudah hampir habis," celetuk Clarisa.


Semuanya kembali terkekeh karena sepertinya apa yang di katakan oleh Clarisa memanglah benar.


"Hey brother, kau jangan ikut tertawa. Kue tart ini tangan cantik adik mu ini yang membuat nya sendiri!" kata Clarisa lagi.


"Benarkah?" tanya Devan seolah mengejar.


"Mom!!!" Clarisa ingin menangis karena Devan malah mengejeknya.


"Ahahhaha....." Citra dan Arsielo Anderson tertawa ringan melihat kelucuan Devan dan Clarisa yang memang sering kali terlibat pertengkaran kecil.

__ADS_1


__ADS_2