Hanya Untuk Bella

Hanya Untuk Bella
Rumah besar


__ADS_3

🍃🍃🍃🍃


Melakukan perjalanan kurang lebih 16 jam lamanya, Bella dan Delan kini telah tiba diJakarta dengan jet pribadi milik sang kakek yaitu Ken. Khusus untuk sang cucu yang membawa cicitnya. Sore menjelang malam ini Bella dan Delan disambut meriah semua kerabatnya. Setelah hampir satu tahun pria itu tak pernah menginjakan kakinya lagi dirumah keluarga besar mereka


Bella menatapi rumah megah yang sudah bertahun-tahun ini tak pernah berubah. Dari ornamen, tampilan, tangga serta semua pintu gerbang tak ada yang berubah, semua masih sama seperti saat terakhir kali ia pergi


" Mana cicitku mana." Suara yang serak itu mengalihkan perhatian Bella. Diantara beberapa orang yang berkumpul seorang pria yang mulai menua itu menghampirinya dan Delan


" Grandpa, bagaimana kabarmu?" Delan tampak sumringah, pria yang sedang menggendong Jeslyn itu mendekat dan mencium tangan sang grandpa. Begitupun Bella mengikuti Delan, ia menyalami semua orang meskipun sangat canggung, bagaiamana pun ini pertama kalinya Bella bertemu keluarga Delan dengan status sebagai istri sah pria itu


" Delan mana, grandpa ingin melihat wajahnya?" Delan tersenyum, ia membuka baby warp Jeslyn, mengubah posisi bayi itu jadi menghadap semua orang, Jeslyn hanya celingukan dengan bibir mencebik tak mengenali semua orang yang menatapnya


" Kenapa dia malah mau menangis?" Tanya sang Grandma sembari menyentuh pipi gembul Jeslyn. Semua orang tertawa melihat bibir mungil Jeslyn yang mencebik lucu


Mama


Panggilnya pada Bella yang menundukan pandangannya dibelakang Delan. Delan mengerti, ia segera meraih jemari Bella agar bersejajar dengannya


" Kalian pasti lelah setelah perjalanan jauh, istirahat dulu." Perintah sang Grandma menatapu Bella dan Delan bergantian. Delan mengangguk lalu menggandeng Bella untuk masuk kedalam


Keduanya disambut Jiana dan ketiga anak kembarnya. Bayi-bayi yang dulu diasuh Bella itu sudah tumbuh besar, tingginya sebahu Bella


" Bella bagaimana kabarmu?" Tanya Jiana dengan senyumannya lalu memeluk Bella untuk beberapa saat


" Aku baik-baik saja." Saut Bella lalu menatapi sikembar tiga


" Chelsea, Zayn, Zeen. Kalian masih ingat dengan kak Bella?" Tanya Jiana


" Siapa dia Mum, apa seorang model?" Tanya Zayn dengan wajah genitnya, menampilkan senyum manisnya. Zayn dan Zeen menuruni sifat Bryan yang genit dan playboy pada wanita, keduanya sangat senang bila dihadapkan wanita cantik, mau tua mau muda


Bella terkekeh lucu dengan ucapan Zayn begitupun Delan


Jiana merasa gemas dengan putranya itu, ia mencubit pipi Zayn." Dia Nanny kalian dulu." Saut Jiana


" Bagaimana bisa seorang dewi seperti ini menjadi Nanny kami Mum?" Bella tertawa mendengar gombalan receh bocah itu


Sedangkan Jiana menggelengkan kepala." Aku harap kamu memaklumi putra-putraku Bell, Bryan sering megajari mereka hal yang tak jelas." Ucap Jiana terdengar menggerutu


" Mereka sangat lucu kak." Puji Jiana menatapi ketiganya, terutama Chelsea yang sangat mirip sekali dengan kakaknya yaitu Kyasha, sayangnya gadis itu kini sedang tidak ada, masih less privat bersama Juno


" Memangnya kemana Paman Aunty?" Tanya Delan


" Dia belum pulang, mungkin sebentar lagi." Saut Jiana


Bella masih memperhatikan Chelsea, bocah itu lebih pemalu dibanding kedua kakaknya, malah lebih memilih bersembunyi dibalik tubuh sang ibu. Jiana yang melihat itu menarik Chelsea kedepan


" Lihat ada adik bayi." Ucap Jiana menunjuk Jeslyn yang sedang mengemut kepalan tangannya


" Mum, Chelsea kan malu." Gerutunya masih saja lucu untuk Bella

__ADS_1


" Sayang, dia kak Bella, saat kamu masih bayi. Dia sering sekali menggendongmu."


" Chelsea tidak ingat." Sautnya membuat Bella dan Jiana tersenyum. Bella membungkukan badannya


" Baiklah, kita berkenalan pelan-pelan oke?" Chelsea mengangguk malu membuat senyum Bella merekah, ia mengusap puncak kepala itu dengan lembut


" Kalian istrirahat dulu, pasti sangat lelah." Ucap Jiana


" Biar Jeslyn bersamaku." tambahnya lagi sembari mencoba memangku Jeslyn. Lucunya bayi itu mau digendong Jiana membuat semua orang tertawa


" Bella dia sangat berat." Ucap Jiana


" Setiap minggu berat badannnya naik." Saut Bella dengan senyumnya


Jiana menatapi Jeslyn dipangkuannya. Chelsea tampak senang, gadis cilik itu meraih jemari Jeslyn dan menyelipkan telunjuknya dijemari Jeslyn. Jiana dan Bella saling melirik memperhatikan Chelsea yang sejak dulu memang menginginkan bayi, bocil itu tidak mau menjadi anak bungsu dan ingin punya adik agar bisa seperti kakak-kakaknya


" Tidak perlu punya adik kan? ada baby Jeslyn hmm, kamu boleh mengasuhnya."


" Sungguh Mum?" Jiana tersenyum dan mengangguk membuat Chelsea berjingkat senang


Sementara Delan mengajak Bella menuju lantai atas untuk mengistirahatkan tubuhnya yang terasa lelah." Delan."


" Kenapa sayang?"


" Jeslyn."


" Tidak apa-apa, Jeslyn tidak akan menangis."


" Dia sangat senang Bella, kamu tidak lihat." Delan balas menggerutu membuat Bella bungkam. Wanita itu akhirnya mengikuti Delan menuju kamar tamu dilantai tiga


Delan langsung menghempaskan tubuhnya yang terasa lelah pada ranjang king size dikamar itu sembari menatapi Bella yang kepalanya celingukan kesana kemari


" Baby." Bella terkekeh mendengar panggilan manja itu


" Come here baby." Delan menepuk tempat disebelahnya


" Kamu memangnya tidak lelah Baby?"


" Delan hentikan, menggelikan sekali." Delan tertawa lalu bangkit berdiri lagi mendekati Bella. Tiba-tiba ia membopong tubuh itu ala bridal dan membawanya tidur dikasur


" Kenapa suka sekali dipaksa." Gerutu Delan mencubit bibir Bella dengan begitu gemas


Bella terkekeh lucu dan malah memeluk tubuh itu


" Kamu tidak nyaman?" Tanya Delan seraya membelai puncak kepala Bella kebelakang


" Mereka menyambutku dengan baik, kenapa aku harus tidak nyaman." Delan tersenyum


" Aku hanya takut kamu tidak nyaman, mengingat masalah kita."

__ADS_1


" Semua sudah berlalu, kita semua keluarga sekarang."


" Terima kasih sayang, aku beruntung memiliki istri sepertimu." Bella mencubit pinggang Delan, ia merasa geli mendengar perkataan suaminya


" Aduuuuh." Bella terkikik lucu menepuk dada Delan


" Suka sekali menyiksa suamimu."


" Tapi kamu menyukainya."


" Tidak, siapa bilang." Bella terkekeh mengusap lembut wajah Delan, pria itu tak pernah bisa marah sungguhan pada Bella. Malah memeluk erat Bella dan mencium keningnya


Setelah beberapa jam tidur. Delan dan Bella memutuskan segera bangun dan membersihkan dirinya. Bella sudah terlalu lama meninggalkan Jeslyn bersama keluarga Delan. Bella merasa tak enak dan tak mau dianggap ibu yang kurang perhatian pada anaknya


Kini keduanya sudah selesai. Dengan wajah yang terlihat segar, keduanya berjalan keluar kamar mencari keberadaan Jeslyn. Sayangnya tidak ada siapapun diruang tamu maupun diruang makan, rumah itu sudah sepi karena hari sudah terlalu larut


Delan membawa Bella menuju kamar tamu yang biasa ditempati Jiana dan Bryan. Benar saja dugaannya, kini bayinya sedang dikerumuni sikembar dan Bryan diatas kasur. Jeslyn sedang menyusu melalui botol dengan kaki mengacung keatas dan dipegang tangannya. Delan bisa mendengar tawa-tawa mentertawakan bayinya


" Kapan kalian sampai?" Tanya Bryan berbasa-basi sembari bangkit duduk dari posisi telungkup diatas kasur


" Kak Delan, biarkan Jeslyn tidur bersama Chelsea." Pinta Chelsea dengan wajah lucunya


" Sayang, Jeslyn suka menangis mencari Mamminya."


" Tidak, untuk sementara Chelsea akan menjadi Mamminya." Bella dan Delan tersenyum kemudian mendekati kasur


" Bagaimana ya, nanti kamu terganggu sayang." Ucap Bella


" Mum, aku ingin tidur dengan Jeslyn." Jiana yang duduk disisi kasur pun tersenyum lalu melihat pada Bella


" Biarkan Jeslyn tidur disini, malam ini." Pinta Jiana


" Bagaimana ya Kak, bukannya tidak bisa. Aku takut mengganggu kalian."


" Tidak apa-apa Bella, aku sudah berpengalaman mengurus bayi. Tanya saja pada anak-anak, sejak tadi Jeslyn tidak menangis."


" Iya Bella, biarkan Jeslyn tidur disini, Chelsea sangat senang. Lagipula kalian akan bebas malam ini tanpa diganggu Jeslyn." Goda Bryan


" Ayolah, kalian bisa leluansa membuat adik untuk Jeslyn." Bryan menaik turunkan alisnya


" Kenapa paman ketinggalan berita, Bella memang sedang hamil lagi."


" Berapa bulan? Jeslyn masih kecil Bella." Saut Jiana tampak terkejut


" 8 minggu."


" Ya Tuhan, bocil ini mau punya adik lagi." Ucap Jiana membungkuk mendekati Jeslyn dan mencium pipi gembulnya, bayi itu melepaskan botol susunya dan tertawa cekikikan, membuat sikembar sangat senang dan ikut tertawa


Hal yang sangat indah untuk Bella, semua nya menerima dirinya dan Jeslyn dengan begitu baik

__ADS_1


-


-


__ADS_2