
🌹🌹🌹
-
-
" Mau kemana?" Delan melingkarkan kedua tangan itu diperut Bella menahan Bella yang akan menuruni ranjang
" Sayang ini sudah siang, aku harus pulang .. "
" Bersama Milan?" tanya Delan beringus duduk tanpa melepaskan kedua tangannya ditubuh Bella
" Tentu saja, lalu bersama siapa lagi."
" Aku tidak suka!" Bella tersenyum lalu menoleh kebelakang, saat itu Delan manja menumpu dagunya dipundak Bella
" Kenapa kamu tidak suka hmm?" tanyanya sembari menyentuh pipi Delan
" Dia menyukaimu, aku tidak suka. Dia suka sekali menyentuhmu aku benar-benar tidak suka." gerutunya membuat senyuman Bella kian lebar, rasanya senang mendengar itu dari Delan. Bella menepuk pelan pipi itu yang mana jemarinya langsung ditangkap Delan, ia cium dengan mesra jemari itu lalu beralih pada pipi
" Bella .. " panggilnya lembut memiringkan kepala menatap Bella dari samping
" Aku ingin setiap hari melihatmu, menyentuhmu. Menjagamu dan bayi kita. Bagaimana kalau kamu pindah kesini." ujarnya dengan suara manja lalu mencium lagi jemari lentik Bella. Wanita itu tersenyum menatap Delan yang bibirnya nakal kebawah menelusuri lengan Bella dan naik lagi keatas berhenti dipundak. Delan mulai memuja Bella, tubuh, paras dan kelembutan itu membuat Delan luluh dan kerap membanding-bandingkan dengan Angela
" Kamu akan membuat Angela curiga bila setiap hari menemuiku."
" Aku tidak perduli." Bella menyipitkan kedua matanya akan jawaban itu sambil menoleh
" Delan, apa yang akan kamu lakukan bila Angela mengetahui hubungan kita?"
" Aku akan memilihmu."
" Delan .. "
" Kenapa? kamu tidak mau menjadi satu-satunya hmm?" tanyanya membelai pipi Bella
" Meskipun begitu, semua orang akan mencapku sebagai perebut suami orang." saut Bella dengan wajah sedih
" Kalau begitu aku akan merobek mulut mereka!" Bella tersenyum melihat wajah serius itu lalu mendekatkan wajahnya untuk mencium hidung mancung Delan
" Lepaskan aku!" Bella memelaskan wajahnya seimut mungkin pada Delan namun bukan melepaskan Bella pria itu malah kian menjadi menyusupkan wajahnya menjamah leher Bella
" Sayang aku lelah." seketika itu Delan berhenti, ia mengingat bayi mereka yang dalam kandungan Bella. Delan mengusap perut yang masih rata itu dengan kedua tangannya sambil menciumi pundak Bella lalu melepaskan Bella
Tubuh dengan kulit halus dan putih turun dari ranjang. Berjalan melenggak lenggok tanpa busana menuju kamar mandi yang berada disudut kamar. Delan mennyeringai nakal menatap tubuh berlekuk milik Bella lalu beringus turun berlari menyusul Bella
__ADS_1
" Delan .. " pekik Bella histeris saat tubuhnya dibopong Delan
" Berisik, kamu mau membuat semua orang datang kemari hmm?"
" Kamu membuatku kaget." gerutu Bella mengerucutkan bibirnya yang mana langsung dicium bibir Delan. Pria itu membawanya masuk kedalam kamar mandi, menikmati acara mandi mereka dengan saling bermesraan dalam bathup
Saat itu sinar matahari sudah benar-benar terang diufuk timur. Keduanya baru selesai setelah menghabiskan waktu selama satu jam didalam kamar mandi. Delan memakai kembali piyamanya dan keluar dari kamar Bella dengan mengendap-ngendap bak pencuri
Delan membuka pintu kamarnya dengan pelan lalu masuk tanpa mengeluarkan suaranya. Ia langsung menuju walk in closet untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian kerja. Ia mengabaikan Angela yang masih bergelung selimut tebal mereka, Delan tidak tahu bahwa sebenarnya Angela tak tidur, wanita itu hanya berpura-pura
Siulan kini memenuhi kamar Delan, setelah menyalurkan hasratnya pada Bella rasanya tubuh Delan menjadi lebih bugar, dan ia sangat bersemangat pagi ini. Delan tersenyum tipis didepan cermin rias sembari memakai dasinya yang berwarna biru tua
"Dasar genit!" gerutu Angela dalam hati lalu berpura-pura menggeliyatkan tubuhnya
" Sayang, bukankah ini terlalu pagi?" tanya Angela beringus bangun dan duduk
" Ya aku akan mengantar Milan dan Bella ke bandara."
" Kenapa harus merepotkan diri?" tanya Angela melipat kedua tangannya didada menatap sang suami dari pantulan cermin
" Mereka tidak membawa kendaraan-"
" Bukankah semalam juga mereka tak membawa kendaraan?" tanya Angela memotong perkataan suaminya membuat Delan yang sedang menata rambutnya itu berhenti bergerak lalu menoleh kebelakang
" Aku tahu, bukankah ini dirumah? kita sudah sepakat tak akan membicarakan pekerjaan sialanmu itu-"
" Sialan?" potong Delan membentak dengan tatapan tajamnya, Angela berdecih, bahkan sekarang Delan lebih sering membentaknya. Dimana Delan yang lembut dan hangat seperti dulu? Angela tak pernah mendapatkan itu lagi sekarang karena semuanya kini didapatkan Bella
Delan menarik nafasnya dalam dan kembali melanjutkan lagi tatanan rambutnya mencoba tak berbuat kasar pada Angela meskipun kini ia sangat emosi, mau bagaimana pun Angela adalah seorang wanita." Kamu tahu .. dalam sehari, berapa jam aku melihatmu? satu jam aahh itu terlalu lama .. " Angela tersenyum kecut
"Kamu tahu Delan, tidak akan ada istri yang akan bertahan dengan pria yang gila kerja sepertimu!" Angela berteriak histeris mengeluarkan kekesalan dan rasa sakit hatinya sejak semalam
Membuat Delan terpancing, pria itu mendekati Angela dan mencengkram kedua bahu wanita itu denhan kuat hingga Angela kesakitan." Kau pikir .. selama ini aku melakukan itu tanpa alasan huh? kau selalu meminta ini .. itu .. dan aku harus menurutinya. Jika aku tidak bekerja kau pikir akan mendapatkan semua itu darimana hah?" bentak Delan menggelegar membuat kedua mata itu mengalirkan airmata, Angela benar-benar tak pernah diperlakukan sekasar ini oleh Delan. Tapi demi wanita itu Delan berani berbuat kasar padanya
" Lalu bagaimana dengan pelacu* itu, kau mengabaikanku tapi kau tidur bersama Bella, dimana hatimu dimana akal sehatmu!!. Kau bahkan membelikan Bella perhiasan yang sangat mahal, kau berubah seperti ini karena perempuan matrealistis itu? dengar Delan, Bella tak setulus aku yang mencintaimu, wanita itu hanya ingin uang. Kau pikir Bella akan puas saat bercinta denganmu?" Angela ingin sekali meneriaki Delan seperti itu tapi ia hanya bisa berteriak dalam hati sambil menangis menjatuhkan airmatanya kebawah
" Sudah cukup selama ini aku mendengar rengekanmu, kalau kau tidak puas denganku mari kita berpisah!" Delan menghempas kasar kedua bahu itu lalu berlalu pergi meninggalkan Angela. Wanita itu memeluk kedua kakinya dan menangis kencang. Selama hidup bersama selama dua tahun ini Angela tak pernah dibentak-bentak tak pernah diperlakukan kasar tapi sekarang hanya karena wanita seperti Bella suaminya berani melakukan itu, janji yang selalu diucapkan padanya kini dilupakan Delan
Delan melonggarkan dasinya yang terasa mencekik, wanita itu selalu saja memancing amarah Delan. Tapi saat menuruni tangga, Delan merasa teduh melihat senyuman Bella, wanita itu sedang berbincang asyik bersama yang lainnya dimeja makan
" Pagi Mam, Dad .. " sapa Delan mendudukan dirinya disamping Pevita sambil mencuri-curi pandang pada Bella begitupun sebaliknya membuat Milan menghela nafasnya yang terasa sesak. Dimata Milan keduanya tampak tak punya hati, mencuri-curi waktu untuk bercinta dan bermesraan seakan tiada takut semua orang tahu padahal ini rumah orangtua Delan. Delan bahkan tak terlihat memikirkan perasaan ibunya, perasaan ayahnya yang akan malu bila tahu Delan mengelingkuhi Angela. Dan Milan sangat tahu, ia dekat dengan Delan dan keluarganya. Milan tahu bahwa mammi Bulan pernah mengalami serangan jantung dan jika sampai tahu tentang kebusukan anaknya, bisa dipastikan wanita itu akan terkejut dan mungkin mengalami serangan jantung lagi. Anak yang selalu ia banggakan, selalu ia sombongkan dihadapan semua orang itu tak ayal adalah seorang pria brengsek bukan pria baik ataupun penurut seperti yang selama ini ia pikirkan
" Sayang dimana Angela?" tanya sang Mammi
" Dia masih dikamar, kita duluan saja." saut Delan datar
__ADS_1
" Tumben sekali, apa Angela sakit?"
" Tidak, dia bahkan belum mandi."
" Sayang, sekali-kali ajaklah Angela berlibur. Mami tidak pernah lagi mendengar kalian berlibur. Meskipun begitu Angela itu istrimu dia berhak mendapatkan waktumu jangan hanya kerja yang kamu pikirkan"
" Iya Mam!" sautnya dengan senyuman hangat pada sang ibu
" Delan, bagaimana perkembangan hotel di NTB?" tanya sang ayah yang sejak tadi memperhatikan gelagat putranya
" Bulan nanti acara peresmiannya Dad, iyakan Milan?"
" Ya, aku harap Om dan Tante mau datang." saut Milan memaksakan senyumnya
" Tentu saja kami akan datang, kami ingin sekali melihat hasil kerja sama kalian." saut Daddy Dean sambil melirik Bella yang hanya menundukan pandangannya, semua orang tak tahu bahwa kakinya dan Delan kini bertaut saling menggoda dibawah meja makan, rasanya sangat geli untuk Bella, ia ingin sekali tertawa dengan kaki Delan yang terbungkus kaos kaki dan perlahan masuk kedalam gaun hitamnya
" Tuan .. Nyonya .." suara penuh semangat itu menghentikan aksi mesum Delan pada Bella, pria itu menarik kakinya dari pangkal paha Bella dan memasukan kembali kedalam sepatu hitamnya
" Ada apa bi?" tanya mammi Bulan
" Ini, apa punya non Angela?" tanya pelayan wanita itu terlihat senang, selama ini semua pelayan tahu bahwa Tuan dan majikan mereka sangat mengharapkan seorang cucu dari Delan
" Sayang apa ini punya Angela?" tanya sang mammi sembari mengambil tespeck ditangan pelayan mereka
Delan menggeleng pelan
" Dimana bibi menemukan ini?"
" Dihalaman belakang nyah!"
" Mammi akan menanyakan pada Angela." saut sang ibu
" Mam." Delan menahan sang ibu yang akan beranjak dari kursinya
" Itu mungkin saja punya tamu, kenapa berlebihan sekali." gerutu Delan dengan raut wajah kesal
" Lalu kenapa membuangnya dirumah kita."
" Mungkin saja itu terjatuh. Mam Angela tidak hamil." saut Delan sambil mencuri-curi pandang pada Bella, ia panik, ketakutan jika Bella sampai marah dan berpikir selama ini Delan membohonginya
" Sayang sekali, mam sangat berharap ini milik Angela " Raut wajah sedih itu terlihat oleh semua orang membuat Bella merasa bersalah. Seandainya saja kedua orangtua Delan tahu ia mengandung cucu mereka, apakah mereka akan senang dan merestui hubungan Bella dan Delan? Bella memikirkan hal itu, entah sampai kapan ia dan Delan menyembunyikan hubungan mereka dari semua orang
-
-
__ADS_1