
🌹🌹🌹
Tok
Tok
Tok
Tok
Suara ketukan pintu yang kerap membuat Delan dan Erik yang sedang duduk santai disofa menikmati kopi dan makanan ringan diatas meja yang dipesan Erik itu sedikit terkejut
" Ini jam dua, siapa yang datang malam-malam begini?" gerutu Delan bangkit berdiri dan berjalan menuju pintu
Ia membuka pintu dan semakin terkejut karena ternyata dua polisi yang datang
" Dia pencuri pak." tiba-tiba suara Bella dibelakang menyeru
" Bella .." Delan mengerutkan dahinya pada Bella
" Tangkap mereka pak, mereka pencuri." teriak Bella lagi sembari menunjuk Delan dan Erik, pria itu terkejut sama seperti Delan
" Saya suaminya dan itu teman saya." aku Delan
" Tidak pak, dia bukan suami saya. Dia masuk tanpa seijin saya. Lihat .." Bella menunjuk pintu yang dibobol Erik
Kedua polisi itu mendekati Delan dan langsung memborgol kedua tangannya." Tidak, tidak ini hanya kesalahpahaman."
" Bella .." Bella tersenyum puas melipat kedua tangannya didada menunjukan wajah angkuhnya pada Delan
Lalu keduanya juga memborgol Erik. Berbeda dengan Delan, pria itu hanya santai menampilkan wajah datarnya." Erik lakukan sesuatu." gerutu Delan
" Kita ikuti saja mereka dulu." bisik Erik
Mau tak mau keduanya dibawa ke kantor polisi terdekat dan ini pertama kalinya untuk Delan. Seumur hidup Delan yang punya notaben pria baik tak pernah sekalipun menginjakan kakinya disana
" Istrimu benar-benar bos."
" Dia akan mendapat balasan yang setimpal." gerutu Delan yang duduk disamping Erik, pria itu terkikik lucu
" Dia keterlaluan bos, buat dia takluk diranjang."
" Ya tentu saja." saut Delan mantap. Keduanya tertawa bak orang gila
__ADS_1
Malam ini keduanya benar-benar sial karena ternyata pengacara Erik tak dapat menolong. Ini memang kesalahan keduanya karena terlihat dalam cctv diarea itu, Erik sedang berusaha membobol pintu rumah Bella. Setelah sang pengacara berunding dan menghabiskan uang banyak, Delan dan Erik hanya mendapat hukuman tidur semalam dalam jeruji besi
Delan tiba-tiba tertawa, ia mentertawakan dirinya yang kini meringkuk dalam jeruji besi bersama Erik." Benar-benar sial." gumam Delan mengingat sialnya ia tadi tak mendapatkan tubuh Bella ditambah kini ia harus meringkuk dalam jeruji besi
" Erik kau harus membantuku!"
" Tentu saja bos, kita buat wanita itu kembali tergila-gila padamu!" Delan tertawa begitupun Erik
Keduanya tertawa bersama menikmati dinginnya malam dalam jeruji besi ditemani sang pengacara yang menunggu diluar. Bella benar-benar merepotkan semua orang. Pikir Delan menggelengkan kepala, tapi terlepas dari itu Delan jadi semakin mencintai Bella, ia semakin jatuh dalam pesona Bella. Delan takkan menyerah tentu ia harus memperjuangkan pernikahannya bersama Bella, ia mempunyai Jeslyn yang akan terus mengikatnya bersama Bella bukan?
Pagi buta Delan dan Erik benar-benar dikeluarkan dari jeruji besi tersebut. Keduanya memutuskan untuk kembali ke vila, orangtua Delan yang pasti akan khawatir karena semalaman Delan tak kembali ke vila
Saat tiba mereka disambut sang ibu yang terlihat panik, wanita itu segera menghampiri Delan yang baru saja tiba bersama Erik." Delan kamu darimana?" tanyanya
" Mam aku ketiduran dirumah Erik." bohong Delan lalu menggandeng sang ibu masuk kedalam
" Mam sudah menyiapkan sarapan untuk kamu dan Erik. Mammi, Daddy dan Angela akan kembali pagi ini." Delan hanya mengangguk lalu menghempaskan tubuhnya yang terasa pegal disofa, bayangkan saja semalaman ia tidur diubin tentu tubuhnya pegal semua. Sementara Erik memutuskan untuk pergi kekediamannya yang juga tak jauh dari sana. Pria itu juga akan beristriahat sama seperti Delan
Selang satu jam Delan tertidur, ia dibangunkan dengan sang mammi yang mengguncah bahunya. Delan mengusap wajahnya lalu beranjak bangun duduk dihadapan sang mammi
" Mami pergi hmm?"
" Oke, hati-hati mam!" saut Delan memeluk sang mami kemudian sang Daddy. Jika pada Angela, Delan tak melakukan apapun, pria itu hanya menatap Angela tanpa rasa kasihan secuilpun, padahal wajah Angela sangat sembab seperti habis menangis
Didalam mobil mammi Bulan tampak menghela nafas sambil menoleh pada Angela. Sebagai seorang wanita tentu Bulan sangat kasihan pada menantunya itu." Angel .." panggilnya dengan suara selembut mungkin membuat Angela mengusap kedua pipinya yang basah lagi karena diacuhkan Delan
" Maksud mami?" sentak Angela, wajahnya mulai berapi-api
" Apa aku sudah tak dihargai lagi disini? bukankah mammi sangat tahu seberapa besar aku mencintai Delan? bahkan saat Delan menduakanku dengan jalanng itu aku masih bertahan, aku memaafkan anak mammi yang menghianatiku, aku menunggu Delan, aku kesakitan sepanjang waktu. Tapi disini tidak ada yang mendukungku samasekali." Angela mulai menangis kencang menutupi wajah dengan kedua telapak tangannya, punggungnya bergetar
" Justru karena mami dan Daddy sangat perduli padamu Angel, bukankah bertahan bersama Delan sangat sakit. Jadi Angel lebih baik-"
" Tidak, aku yakin Delan akan kembali seperti dulu. Pernikahanku juga!" Bulan maupun Dean saling melirik dan menghela nafas dengan sifat egois Angela. Jelas mereka sangat tahu selama setahun kebelakang pernikahan putra mereka dan Angela sudah tak baik-baik saja bahkan sudah tak layak dipertahankan karena Delan sangat dingin serta mengabaikan Angela tak menganggap wanita itu ada. Putra mereka hanya terobsesi pada perempuan bernama Bella
Mengenai Bella, rasanya Bulan mendadak kesal. Wanita itu datang kehidup putranya dan menghancurkan semuanya. Tapi Bulan juga tidak tahu karena sampai detik ini ia belum tahu keberadaan Bella. Sejak hari itu Bella menghilang bak ditelan bumi bersama perut buncitnya, tak ada yang mencari Bella karena harapan semua orang, seiring berjalannya waktu putra mereka dapat melupakan wanita itu dan kembali pada Angela namun kenyataannya Delan malah semakin menjadi setahun ini. Mammi Bulan hanya berharap, setelah liburan ini putra mereka kembali seperti dulu seperti apa yang dikatakannya sebelum pergi dan menjadi pria baik, penurut dan penuh sopan santun lagi sebelum Bella datang kehidup Delan
Sementara Delan kini tengah bersiap-siap. Pria itu lupa ia harus menjaga Jeslyn hari ini karena ia tahu Bella pasti sibuk bekerja. Jika Bella sudah kembali seperti dulu, Delan pastikan wanita itu tak akan Delan biarkan berkeliaran dan dilihat para pria. Delan sungguh tak rela paras cantik dengan lesung pipit itu terlalu dilirik banyak orang terlebih Bella memang dianugrahi paras yang cantik. Dan tidak mungkin selama ini tidak ada pria yang tidak mendekati Bella diluar sana
Dengan setelan santai dan warna favorite yaitu hitam, Delan melajukan mobilnya menuju kediaman Bella. Saat itu ia melihat pengasuh Jeslyn bersama Jeslyn yang dalam pangkuannya. Lalu Delan memarkirkan mobilnya didepan rumah Bella, ia bergegas keluar menyusul pengasuh Jeslyn
Delan menyentuh pundak Aeri membuat gadis itu menoleh padanya." Tuan." panggilnya lalu tersenyum manis hingga kedua matanya menyipit
" Kau mau kemana?"
__ADS_1
Pa pa
Delan tersenyum mendengar celotehan Jeslyn, bayi mungil itu tampak mengenali suara Delan. Lihatlah kedua tangannya meronta keluar dari baby warp dan kepalanya terus menoleh pada Delan sangat lucu dimatanya
" Aku akan membawa Jeslyn kerumah sakit."
" Kerumah sakit?" Delan terkejut
" Dia sakit apa?" tanyanya lagi panik
" Jeslyn flu, mungkin karena perubahan cuaca." saut Aeri, wanita itu selalu genit dengan pria tampan didepannya ini
" Aku akan mengantar kalian." Kedua mata Aeri berbinar terang
" Boleh sih, tapi rumah sakitnya hanya dibelakang rumah ini."
" Kalau begitu biarkan aku menggendong Jeslyn." Delan mengulurkan kedua tangannya pada Jeslyn yang mana langsung dihamburi tubuh Jeslyn
" Uuuh sayangku!" gumam Delan menciumi pipi bakpau Jeslyn
Dibantu Aeri Delan mengais Jeslyn didepan memakai baby warp. Sambil berjalan mengikuti Aeri, Delan memeluk tubuh Jeslyn dengan erat agar bayinya merasa hangat, musim hujan ini cuaca mulai dingin. Tak bisa Delan bayangkan bagaimana saat musim dingin nanti?
Mereka tiba setelah berjalan kaki selama 5 menit. Delan dan Aeri langsung masuk dan disambut seorang dokter wanita seumuran Bella. Sama seperti Aeri dokter wanita itu tampak terkesima melihat Delan, apalagi dengan Jeslyn yang dalam gendongannya, tubuh kekar itu sama sekali tak pantas menggendong bayi harusnya menggendong seorang wanita. Kikik dokter itu dalam hati
" Aeri, Jeslyn kenapa lagi?" tanya dokter wanita itu mengusap pipi kembung Jeslyn
" Seperti biasa dia mengalami flu dan demam."
" Jeslyn sering seperti ini?" tanya Delan menatapi Jeslyn, kebiasaan bayi mungil itu selalu mengemut kepalan jarinya. Delan mencoba menjauhkan itu namun Jeslyn malah merengek dan akan menangis
" Uuuh tidak sayang." Delan menimang-nimang tubuh yang baginya ringan itu, menjauhi Aeri
" Siapa dia?" tanya dokter wanita itu tampak mengagumi Delan yang membelakangunya
" Dia ayah Jeslyn." Kedua mata dokter wanita dengan nama Yoon ah itu tampak membulat
" Dia-"
" Aku tidak tahu, tapi dia bilang mereka belum bercerai." Keduanya malah saling berbisik dibelakang Delan
" Apa Jeslyn sering seperti ini?" tanya Delan lagi karena tak mendapatkan jawaban Aeri, pria itu memutar tubuhnya menghadap Aeri dan Yoon ah
" Ya, dia sedikit lemah." saut Aeri membuat Delan sendu, pria itu menciumi kepala Jeslyn dengan begitu lembut lalu menyuruh Yoon ah memeriksa Jeslyn dengan menidurkan Jeslyn diranjang pemeriksaan
__ADS_1
-
-