
🌹🌹🌹
Delan memutar tubuhnya sembari menggandeng Bella, Delan tidak bisa mengabaikan Bella dan lebih memilih wanita itu. Makanya ia membatalkan makan siangnya bersama Amar, bukan marah pria itu malah kagum pada Delan yang terlihat sangat menghargai istrinya
Bella tersenyum senang dan kian merekatkan rangkulannya pada pinggang Delan. Namun saat keluar dari lift senyuman itu memudar, bahkan rangkulan itu terlepas. Bella menengadah pada Delan yang meliriknya
" Bagaimana bisa kamu-"
" Sayang ini hari terakhir dia disini, aku memindahkannya ke cabang perushaanku yang lain." Potong Delan yang sudah tahu sikap Bella akan seperti ini. Bella hanya diam memperhatikan Jessy dari jauh, dulu wanita itu sempat merendahkannya
Delan menggeret pelan Bella yang hanya diam sehingga wanita itu mau tidak mau berjalan. Keduanya melewati Jessy yang tertegun dan masuk keruangan Delan, entah apa yang wanita itu pikirkan terhadap keduanya
Brukkk
Delan terkejut bukan main ketika Bella mendorong tubuhnya dengan kasar kepintu hingga pintu itu tertutup rapat
" Bella." Wajah Delan sudah menciut takut, ia hendak memeluk Bella namun tubuhnya didorong kembali wanita itu hingga menempel ke pintu
Kedua mata Delan tiba-tiba membulat ketika Bella melepas mantel warna coklat mudanya, wanita itu melemparnya kesembarang arah. Kini tubuh Bella hanya berbalut dress diatas lutut yang ketat berwarna hitam tanpa lengan dengan dada rendah sehingga belahan dadanya menyembul keluar, warna hitam adalah kesukaan sang suami
Delan tersenyum lebar, jakunnya naik turun. Tadi ia sempat berpikir Bella akan marah padanya. Namun ternyata wanita itu malah menggodanya. Delan membiarkan Bella berlutut didepannya, menurunkan kedua celananya kebawah dengan tergesa-gesa. Ia menggigit bibir bawahnya memperhatikan Bella yang mencoba membangunkan adiknya dengan mengelus dan menciumi dengan bibirnya
Kedua tangan Delan terkepal kuat, bibirnya terkatup rapat agar tak mengeluarkan suara. Nyatanya sentuhan Bella membuatnya tak tahan, adiknya mulai mengeras dan berdiri tegak
" Bella." Panggil Delan, suaranya sudah serak, satu jemarinya mulai menjembak rambut Bella
" Jangan terus main-main, buka mulutmu sayang." Bella yang sedang menjilati inici demi incinya itu berhenti, ia tersenyum. Sambil menatap Delan yang sudah sangat bergairah, Bella membuka mulutnya lebar membuat Delan bergerak, pria itu memajukan tubuh agar adiknya masuk ke mulut Bella
" Shiiiitt." Delan menggeram panjang ketika Bella menghisap adiknya dengan kuat
" Bella, sejak kapan kamu nakal seperti ini, aaahhhkk." Bella merasa puas, ia kian gencar memanjakan suaminya, kedua tangannya merremas bokong Delan sembari menekan tubuh itu hingga adik Delan tenggelam masuk seluruhnya dalam rongga mulut Bella. Jemari Delan yang satunya lagi menjalar pada kunci dipintu, mengunci pintu itu hingga suaranya terdengar
" Aaahhhkk Bella." Bibir Delan menganga lebar, pria itu menarik kepala Bella sehingga adiknya terlepas dari mulut Bella lalu berlutut dan langsung membopong Bella ala bridal
Delan membawa Bella menuju sofa dimana ia biasanya menghabiskan waktu membahas pekerjaan bersama para klienya. Kemudian membawa Bella duduk dipangkuannya. Dengan tergesa-gesa kedua tangan itu menggulung dress Bella keatas dan melepasnya
__ADS_1
Tubuh Bella menggeliyat ketika bibir Delan menyentuh belahan buah dadanya, jemarinya mulai merambat naik ke tengkuk Delan, merremmas tengkuk itu dengan kuat
Satu jemarinya ia gigit agar suaranya teredam, saat itu Delan menjauhkan wajah dan membuka pengait bra Bella sehingga gunung kembar itu menggantung bebas didepannya. Delan tersenyum nakal, telunjuknya menyentuh dengan nakal puncak buah dada Bella yang sudah mengeras tanda wanita itu sudah terangsang
" Dengar, aku tidak akan melepaskanmu meskipun kamu memohon hmm?" Bella menggelengkan kepalanya pasrah
" Bagus!" Delan tersenyum lebar lalu meraup puncak buah dada Bella dengan kedua tangan yang juga merambat naik menuju kesana, merremmasnya kasar
" Ahhh." Bella mulai tak bisa menahann suaranya, kepala wanita itu tak diam kadang menengadah ke atas kadang memperhatikan Delan yang rakus, tampak kehausan, seperti Jeslyn pria itu menyusu dengan lahap pada Bella
Setelah berlama-lama disana, Delan memangku Bella lalu merebahkan dirinya disofa dengan Bella yang duduk diatas perut bawahnya. Bella hanya menurut saat pria itu menarik tubuhnya hingga duduk diatas dada bidangnya. Dengan kedua tangannya pria itu menarik kain segitiga Bella yang juga berwarna hitam kebawa, melepaskannya dan meletakannya disembarang tempat
" Delan." Bella tampak protes ketika Delan membuka kedua pahanya
" Aku ingin melihatnya dengan jelas sayang." Saut Delan dengan suara parau dan memaksa Bella membuka kedua pahanya. Bella sangat malu saat ini karena Delan yang memandangi area sensitifnya
" Ini sudah benar-benar basah." Goda Delan sembari membuka belahan kewanittaan Bella yang menurut Delan masih saja rapat. Bella kembali menggigit jemarinya sendiri ketika Delan mulai memasukan dua jarinya kesana
Sambil menatap Bella, Delan memaju-mundurkan jemarinya dengan gerakan pelan. Ia tersenyum puas ketika melihat wajah Bella yang memerah sekaligus sangat bergairah
" Delan."
" Pelankan suaramu Bella, ini dikantor." Bisik Delan, seketika itu Bella menutup mulutnya dengan telapak tangan
Ketika Bella akan mencapai puncak, pria itu segera mencabut kedua jarinya. Ia membuka belahan kewaanittan itu dengan telunjuk dan ibu jarinya. Delan bisa melihat dengan jelas kewanittaan itu berkedut, sekali lagi Delan menusuknya dengan telunjuk
" Uhhmmm." Bella menahan jeritan itu ketika tubuhnya bergetar, lalu Delan menarik kedua pinggang itu hingga tubuh Bella kini mengangkang diatas wajahnya
Bella tak menyangka Delan akan seliar ini, pria itu menghisap dan menghabiskan caiiran yang memabukan itu dengan posisi yang tak pernah mereka lakukan, dan Bella pikir ini terlalu liar. Kedua mata Bella sampai keatas dan menyisakan putihnya saja, keliaran suaminya membuat gairah Bella kembali meningkat
Bella memainkan buah dadanya sendiri sembari menatap sang suami yang masih betah memanjakn Bella dibawah sana. Suara wanita itu sudah sangat berisik lagi saat kedua tangan Delan mengambil alih buah dadanya, keduanya seakan tak perduli juga bila didengar karyawan Delan
Akhirnya Delan kembali membuat istrinya merasa puas. Nafas Bella masih tersengal-sengal dan Delan memindahkan tubuh itu jadi duduk diperutnya. Ia bangkit dan kembali menjamah buah dada Bella seakan tak ada habisnya
Sambil menyusu dengan lahap, Delan menyatukan miliknya dan Bella. Membuat wanita itu menjerit histeris. Delan mengangkat wajahnya menatap Bella mencari jawaban kenapa wanita itu begitu histeris
__ADS_1
" Mau keluar lagi?" Goda Delan
" Aku tidak tahan." Saut Bella, keduanya saling berpandang sejenak lalu menyatukan bibir mereka, berciuman penuh hasrat. Kepala Delan sampai tak diam mencummbui bibir menggoda itu
Pria itu mulai bergerak pelan membuat Bella terus melenguh dalam ciuman itu." Aahh Delan." pekik Bella melepaskan bibir itu, ia peluk erat leher Delan hingga buah dadanya menempel didada atas Delan, tubuh Bella melepaskan lagi rasa nikmat itu
" Oooh F*ck!" Umpat Delan lalu menggigit pelan satu buah dada Bella, adiknya terasa dihisap kuat didalam sana. Delan kembali mengubah posisinya menidurkan Bella diatas sofa, sejenak ia menatap Bella yang memejamkan mata masih terengah dengan bibir sedikit menganga
Delan mendorong tubuhnya dengan pelan membuat Bella membuka mata lalu menaikan satu kaki itu kepundaknya. Sambil terus menatapi sang pujaan Delan menggerakan tubuh itu lagi dengan tempo cepat
Merasa gemas pada Bella, Delan menggigit betis Bella yang kakinya dipundak Delan
" Aaahh sakit!" Jerit Bella namun bukan kasihan Delan malah merasa puas, ia kembali menggigit betis yang putih nan mulus itu lalu menghisapnya kuat meninggalkan noda merah disana
" Bagaimana rasanya sayang?" Goda Delan menurunkan kaki Bella dan membuka selebar mungkin kedua paha Bella memperdalam hujamannya hingga suara benturan tubuhnya dan Bella memenuhi ruang kantor tersebut
" Aah enak sekali Delan." Bella membalas godaan itu, memancing Delan mempercepat lagi gerakan pinggulnya
Keringat Delan mulai bercucuran membasahi kemeja putihnya. Hal itu tentu memicu Bella, penciumannya mulai menajam, kepalanya mulai terasa pening dengan aroma maskulin suaminya. Bella mulai tak merasakan rasa nikmat itu lagi
" Aahh berhenti." Delan sudah menduga istrinya akan seperti ini, tapi untuk kali ini Delan tak mau mengalah, rasanya sudah diujung tanduk dan jika tidak dilepaskan Delan akan sangat frustasi
" Delan hentikan." Bella bangkit ia mendorong perut Delan namun pria itu segera mendorong Bella lagi terlentang, Delan melepaskan pegangannya pada paha Bella dan mencekal kedua pergelangan tangan Bella yang terus meronta itu dengan kedua tangannya
" Sebentar lagi sayang, aku keluar sebentar lagi." Bisik Delan menekan kedua tangan yang ia cekal itu kedada Bella
Bella merintih tak karuan dengan keegoisan Delan. Ia ingin sekali berteriak marah jika itu dirumah. Bella benar-benar tak bisa menahan bau tubuh suaminya, ia memalingkan wajah ketika Delan mendekat dan akan meraup bibirnya
Bukan marah pria itu malah tersenyum penuh dan kemudian menyusupkan wajahnya dileher Bella." Aahkk nikmat sekali Bella, sayang sekali jika dihentikan begitu saja." Racau Delan sementara Bella tak berkutik, ia hanya bisa merintih, segala rasa Bella dapati, rasa pening rasa nikmat dan rasa akan meledak dibawah sana
" Ooohhhh aaaahhh." Suara Delan mulai terdengar kencang, biasanya itu detik-detik pria itu akan meledakan para kecebongnya. Tak lama keduanya mendessah panjang, tubuh Bella bergelinnjang nikmat dibawah Delan yang mendorong kuat, menenggelamkan adiknya hingga keujung kewanittaan Bella, Bella merasakan adik Delan yang membesar didalam sana lalu detik berikutnya, cairran hangat yang menyembur beberapa kali itu Bella rasakan
" Kau brengsek Delan." Delan tertawa pelan dengan umpatan kasar itu, seperti dirinya yang merasa terbang sang istri pun begitu
-
__ADS_1
-